Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
uhh (2)


__ADS_3

ayla meninggalkan kamar arsen dan masuk ke kamarnya yang letaknya persis di sebelahnya.


"apa apaan sih arsen, kenapa dia maksa gitu buat tidur sama aku. sebenarnya ciuman tadi itu juga membangkitkan nafsuku. aku juga ingin sen, tapi aku takut setelah kamu puas dengan apa yang kamu lakuin, kamu malah pergi ninggalin aku.


aku trauma sen. aku trauma..."


gumam ayla dalam hati sambil menjatuhkan dirinya ke atas ranjang.


ayla membersihkan dirinya setelah itu, sambil mengingat apa yang arsen ucapkan barusan.


di bawah kucuran shower, sambil membasahi seluruh tubuhnya, ia berusaha menyejukkan pikirannya.kalimat ajakan arsen untuk tidur dengannya selalu saja terngiang ngiang.


karena selama 1 tahun mereka berpacaran, baru kali ini arsen mencoba "nakal" dengannya.


tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, saat ia masih tengah mandi.


siapa ya?


"buka ay!"


"mau apa sih kamu?" kan aku bilang gak mau. aku gak mau tidur sama kamu!".


"ay buka, tyas sakit!"


ayla pun dengan cepat membukakan pintu kamarnya, dan terlihat arsen sedang membopong tyas dan langsung membaringkannya di ranjang.


sampai ayla pun tidak ngeh kalau handuk yang melilit tubuhnya sedikit melorot, sampai ** payudaranya hampir terlihat.


"tyas kamu kenapa sayang? kenapa gak kita bawa ke rumah sakit aja sen? kenapa malah dibawa kesini?" tanya ayla sambil membelai rambut adiknya itu.


"katanya tyas, dia gak mau di bawa ke rumah sakit. sakitnya itu karena menstruasi. memang sih kadang hari pertama dia mens, tyas suka ngerasa pusing banget gitu."


"oh iya,aku bawa obat pusing di tas ku, biar aku ambilkan dan kamu minum ya tyas."


dan tyas hanya mengangguk pelan.


ayla membawakan obat dan air mineral, lalu menyodorkannya kepada tyas.

__ADS_1


arsen pun membantu mendudukkan tyas, agar ia bisa duduk dengan menyender di dadanya.


"ayo sayang, minum obat dulu? eh tapi sebelumnya kamu udah makan belum?"


"udah ka" jawabnya pelan.


"yaudah kamu minum abis itu tidur ya, jangan keluyuran dulu ya sayang"


"uh so sweet banget sih sama adik ipar" goda arsen sambil melihat tubuh ayla yang sangat menggairahkan apalagi ia bisa melihat payudaranya yang hampir mengintip.


ingin rasanya ia *** payudaranya dan mengisap nya. tapi arsen mencoba menahannya setidaknya sampai tyas tertidur.


"sen coba ceritain deh, sejak kapan tyas ngerasain sakit gini? apa pas sama della dia masih gak apa apa?"


"gatau tadi pas udah sampe deket hotel sih dia telpon, katanya aku suruh turun dan tunggu dia di lobby. eh taunya dia minta di tuntun karena gak kuat jalan kepalanya sakit banget. tadi sih sama della mau langsung di bawa ke rumah sakit. cuma tyas gak mau. akhirnya ya sudah, aku bawa ke kamar.


oh iya, katanya sih della nanti mau kesini lagi. mau nengokin sahabatnya yang ngeselin ini nih.


atau enggak gini aja deh, kamu aku pesenin satu kamar lagi ya ay. soalnya della mau kesini, takutnya juga dia mau nginap jagain tyas. kamu mau ya, pindah kamar?"


.


.


setelah melirik ke arah tyas yang sudah tertidur, arsen langsung menarik handuk ayla, dan berhasil membuatnya telanjang tanpa sehelai benang.


ayla langsung kaget dengan aksinya itu. karena tiba tiba saja ia langsung menarik handuknya, sampai ayla tak sempat menahannya.


ayla langsung berlari menjauhi dirinya, namun langsung arsen raih tangannya, dan mendorong ke ranjang ayla yang posisinya di sebelah kanan ranjang tyas.


seketika posisi tubuh arsen sudah berada di atas tubuh ayla, tanpa basa basi pun arsen langsung mencium bibirnya dengan agresif tanpa ampun, sambil kedua tangannya *** remas payudara yang kenyal dan sintal milik ayla.


"sen, achhhhh... hentikan sayang nanti tyas bangun. ahhh sayang, udah.. achhhhhh" kata ayla sambil mendesah pelan.


tapi arsen tak memperdulikan ucapannya. dia sedang menikmati buah dada milik ayla dan mengulumnya satu satu.


ayla merasakan sesuatu di balik celana arsen mulai mengeras. karena arsen sekarang sudah ada di puncaknya. sampai ia tak memperdulikan kehadiran tyas di ranjang sebelahnya yang sedang tertidur.

__ADS_1


arsen pun mulai membuka resleting celananya. namun tiba tiba ayla langsung berlari menuju kamar mandi untuk menghindari arsen dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


tapi tetap saja ayla kalah cepat dengan pria yang sedang memuncak nafsunya itu.


arsen menahan pintu kamar mandi yang sengaja di dorong ayla agar tertutup namun tak berhasil. arsen mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga, lalu langsung mengunci nya dari dalam bersama dengan ayla.


"sekali ini ay, tolong penuhi nafsuku. suka atau tidak, nantinya kamu bakal ngerasain kenikmatan itu. arsen langsung mendekap tubuhnya. dan mengangkat kaki kanan nya ayla dan menahan nya dengan tangannya


lalu...... "aaaaaaaahhhhhhhhh" ayla mendesah panjang.


arsen yang sudah "menjebol" pertahanan diri ayla kini berhasil ia "masuki".


"ahhhhh..ahhhhh. pelan pelan sayang. please"


kata ayla sambil dengan posisinya yang berdiri berhadapan dengan arsen dan kaki yang satunya sudah terangkat dan di tahan oleh tangannya arsen.


"kamu juga pelan suaranya sayang, nanti tyas bangun"


arsen pun sangat menikmatinya. sampai berganti ganti posisi untuk mencapai klimaks nya. ayla pun yang awalnya sangat menolak, sekarang ikut terbawa suasana dan menikmatinya.


"sayang, aku mau keluar" kata arsen sambil mempercepat gerakannya.


.


lalu... "aaaaaargghhhhhhhh". mereka berdua pun mengerang bersama dan mencapai klimaksnya.


saat itu arsen langsung mengenakan bawahannya lagi. dan mengambil handuk milik ayla yang tertinggal di ranjang tyas.


" nih kamu pake handuk dulu, abis itu pake bajunya ya sayang. aku mau ngajak kamu makan di luar sekalian bawain makanan buat tyas dan della yang katanya mau kesini.sama beresin barang barang kamu ya sayang, kita pindah kamar."


"what... kita??? aku doang kali yang pindah."


"enggak dong sayang, nanti tiap malam aku bakal tidur bareng kamu. kamar aku buat taruh barang barang aja. biar tyas gak curiga."


lalu arsen langsung meninggalkan kamar itu dan ayla yang masih bengong sambil mencerna perkataannya.


"apa yang dia bilang tadi?? tidur bareng? tiap malam? gila kali ya. kalo nantinya aku hamil gimana karena kebanyakan?" gerutu ayla dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2