
Hatiku terus saja memanas, melihat apa yang mereka lakukan di depanku. Meskipun vika masih tidak menyadari keberadaanku di depan pintu.
aku yang masih mengamatinya dengan perasaan hancur.
semakin lama aku melihatnya ia bercumbu dengan pria lain, emosi ku hampir saja memuncak. namun aku berusaha mengontrolnya, karena ku pikir, ini pun juga kesalahanku.
Kesalahanku karena telah menyia-nyiakan dirinya saat vika menawarkan diri kepadaku untuk menjadi pacarnya.
Lalu aku langsung membuang dengan kasar bucket bunga itu yang sengaja ku bawakan untuknya. Musnah harapan ku saat ini.
Aku putuskan untuk menjauhi vika mulai saat itu juga. lalu bergegas meninggalkan rumahnya.
Namun saat aku bergegas keluar pagar rumahnya, tiba tiba datanglah seorang wanita yang hampir mirip dengan vika.
Lalu ia menyapaku,
"Hai, kamu arsen ya?"
"Iya kak. Kamu kakak nya vika ya?"
"Iya, betul.namaku Tania. eh kamu udah ketemu sama vika nya?"
"Enggak ka. Maaf. saya sudah tidak akan lagi ketemu vika. Karena vika udah bahagia sama yang lain. jadi mulai saat ini, aku udah gak ingin mau dengannya lagi. Maaf kak, aku pamit dulu."
"Tunggu sen, tunggu... ada yang ingin aku sampaikan sama kamu. bisa kamu sempatkan waktu sebentar saja untuk kita bicara?"
__ADS_1
"Tentang vika? maaf ka, bukan aku bermaksud untuk gak sopan sama kak tania. hanya saja, aku sudah muak mendengar apapun tentang vika."
"Tapi sen, aku harus sampaikan ini padamu. Please! sebentar saja ya." pinta tania dengan memohon.
"Oke, tapi aku gak mau kita ngobrol disini. Aku gak mau vika sampe tahu, kalau aku sudah memergokinya."
"Oke,terserah kamu aja sen. kamu mau ngobrol dimana?"
"Kak, kita ngobrol di coffee shop yang di depan komplek aja ya. biar agak jauh dari sini."
Sesampainya mereka di coffee shop, arsen langsung memesan 2 minuman.
"Kak tania pesan apa?"
"Ah gak usah sen, aku kurang suka ngopi sebenarnya. kamu aja deh yang pesan."
"Jadi, apa yang mau kamu omongin?" tanya arsen sambil membakar rokok yang terselip di jarinya.
"Sejujurnya, aku sudah tahu semua tentang kamu sen. vika sering ceritain tentang kamu ke kakak."
"What????apa jangan jangan vika juga cerita apa yang kita lakuin di hotel waktu itu?" gumam nya dalam hati.
"Oh terus?"
"Iya, dia pernah cerita di tolak sama kamu, pas waktu dia nekat memberanikan diri buat nembak kamu. meskipun sedikit malu vikanya waktu itu saat nembak cowok duluan. terlebih setelah itu malah dapat penolakan dari kamu.
__ADS_1
nah pada saat itu, sebenarnya vika udah kita jodohin sama anaknya teman mama. William namanya.
"Memang usia william terpaut jauh 5 tahun lebih tua dibanding vika. dan william pun juga sudah nampak siap untuk berumah tangga."
"Awalnya vika menolak perjodohan tersebut, karena alasan, ia sudah menyimpan perasaan kepada pria lain. yaitu kamu sen. Namun hanya saja, hanya aku yang tahu tentang ini.
kecuali mama dan papa. Karena orangtuaku hanya ingin vika menikah dengan william. Dan memaksa vika, untuk mengiyakan kemauan mereka."
"Vika kan sudah lama menyukaimu sen? Apa kamu tahu itu? makanya dia bersikeras untuk menolak perjodohan dengan william, meskipun william saat itu sangat menginginkan pernikahan diantara mereka."
"apa pria yang sedang di rumah vika tadi, adalah william?"
"iya sen. william suka main ke rumah untuk menemui vika."
"tapi pada akhirnya william lah yang memenangkan hati vika kak. vika pun sepertinya mulai jatuh hati pada pria itu. aku sudah tidak ada arti baginya lagi." kataku dengan setengah emosi.
"loh, kata siapa? sampe sekarang vika cuma mau sama kamu sen. sama kamu doang. sampe sekarang, vika hanya menganggap william hanya sebagai kakak nya saja."
"oh jadi seperti itu, perlakuan ke "kakak" sampe ciuman bibir segala dan peluk pelukan?"
"apa?? sampe kissing? gak mungkin sen. karena selama ini yang aku tahu, vika tidak ingin sekali di sentuh william. pegangan tangan saja vika menolak, apalagi kissing. mungkin kamu kayaknya kamu salah lihat sen."
"gak mungkin kak aku salah lihat. aku melihatnya dengan jelas vika sedang bercumbu mesra. itu yang membuat aku sampai marah saat di rumah vika tadi. aku sampai membuang bucket bunga yang aku bawakan untuk vika, tapi apa yang ku dapat? aku justru malah melihatnya dia sedang asik bercumbu dengan pria lain.
asal kak tania tahu saja, hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku pada vika. aku mulai jatuh cinta padanya. aku ingin memiliki vika.
__ADS_1
namun, setelah aku lihat kejadian itu, semuanya hancur. yang aku impikan semua sia sia kak!"