
"setelah mama bilang kalau kamu lagi di bandung, tapi perempuan itu gak langsung pamit sama mama. karena dia bilang, mau sampaikan sesuatu penting ke kamu, nak.
tapi karena berhubung kamu nya di bandung, dia titip pesan ke mama. yah, meskipun mama keberatan sih. karena dia kan bilangnya teman kampusmu, harusnya apapun yang bersangkutan sama kamu, baiknya dia ngomong langsung sih ke kamu, atau meskipun kalau kamu sedang di luar rumah, harusnya juga dia bisa nelpon atau ngechat kamu langsung ya.
mama sih udah curiga, kayaknya dia bukan teman kamu. tapi lawan kamu ay.
karena yang mau dia sampaikan itu adalah....
ummm.... adalah...."
"ini mama kenapa sih ngomong adalah adalah terus? adalah apa sih ma? on point aja dong langsung. kan ayla udah gak sabar tau."
"yang dia sampein ke mama itu adalah....."
"yah mama kok adalah lagi sih!" kata ayla dengan cemberut"
"dia ngasih unjuk foto nya ay."
"foto apa ma? tolong yang jelas ngomongnya dong mamaku sayang."
"fotonya bersama arsen ay. foto yang harusnya gak akan pernah mau mama lihat. foto yang cukup senonoh menurut mama. mama pun ngerasa jijik sama arsen ay. apalagi, di foto itu tercantum tanggal dan jam nya juga. memang kebangetan perempuan itu. seperti tidak punya sopan santun. dengan sombongnya dia bilang, kalau arsen itu pacarnya dan gak boleh satupun ada perempuan lain termasuk kamu yang ngerebut cowok brengsek itu dari dirinya. mama udah feeling pokoknya, dia cuma berpura pura jadi teman kamu. karena gak akan ada teman setega itu menurut mama.".
" eh tunggu tunggu ma. tadi mama tercantum tanggal dan jamnya ya? apa masih inget?"
"mama cuma ingat tanggalnya aja ay. maaf kalau ini menyakiti hati kamu. tanggal 6 bulan 3 dan tahun ini ay. mama tahu, saat itu arsen juga sudah menjadi pacar kamu. tapi hanya tanggal nya yang mama ingat. karena mama terlalu syok melihat foto itu ay. mama gak pengen kamu disakiti dengan pria manapun. mama sayang banget sama kamu ay." kata mama dewi sambil memeluk ayla dengan penuh kasih.
"ma... apa bener arsen selingkuhin ayla? salah ayla apa ma? ayla gak pernah nyakitin arsen sedikit pun. ayla sayang sama arsen ma. salah ayla apa ma sampe arsen setega ini." kata ayla yang sudah tak kuasa membendung air matanya. dan ia menangis di pelukan mamanya.
"sssttt ay... kesayangan mama. tenang ya sayang. mama tau pasti kamu kecewa banget sama arsen saat ini. tapi kamu gak perlu mempertanyakan apa salahmu. karena kamu terlalu istimewa buat orang seperti arsen. kamu anak baik ay, kamu cantik, dan kamu pantas mendapatkan pria yang juga mencintai kamu dengan tulus."
"tapi ma, aku cuma mau arsen." jawab ayla dengan terisak tangisnya.
"kamu tenangin diri kamu dulu ya ay. apalagi kamu kan baru sampe rumah. pasti capek. ada baiknya kamu istirahatkan tubuh dan pikiranmu dulu ya sayang. apa mau mama temenin ke kamar?"
"gak usah ma. ayla mau sendiri dulu."
"oh iya ay, gimana kalau kita ke singapore nya besok lusa? biar kamu sekalian refreshing.'
"liat nanti aja ya ma. ayla lagi gak mood ngomongin liburan." kata ayla dengan berjalan gontai menuju kamarnya.
\\\*
jam 7 malam pun hampir tiba. arsen memacu mobilnya dengan cepat. perasaannya berkecamuk. apakah hubungannya dengan ayla akan segera membaik atau malah bertambah buruk setelah pertemuan ini. arsen pun juga selalu bertanya tanya di dalam hatinya, apa penyebab ayla bersikap dingin dan sinis padanya.
sungguh, sampai kapanpun ia tidak akan mau kehilangan ayla nya.
__ADS_1
dan tak lama kemudian, bel di pagar rumah ayla berdering. menandakan ada seseorang yang datang mengunjungi kediamannya.
"eh den arsen. pasti mau cari ayla." kata pak yatno seorang security yang berjaga di kediaman ayla. yang juga mengenal arsen, karena seringnya arsen berkunjung ke rumah majikannya itu.
"iya pak."
"kalo den arsen yang datang sih, langsung masuk aja den."
"oke, makasih pak."
"sama sama den."
arsen berjalan menuju pintu masuk rumah ayla dan mengetuknya. setelah beberapa kali pintu itu di ketuk. akhirnya di bukakan juga oleh pemiliknya.
"selamat malam pak, apa ayla nya ada?"
"ayla nya ada di kamar sen. masuk dulu yuk. biar papa yang panggilkan sebentar."
"eh gak usah pak. disini aja. saya juga cuma perlu sebentar aja kok."
"oh ya sudah. tunggu ya."
ketika pak adnan berjalan ke kamar ayla namun langkahnya terhenti oleh sang mama.
"papa mau ke kamar ayla? mending jangan di ganggu dulu deh anak itu. biarin aja dia lagi tenangin pikirannya dulu."
"buat apa anak itu kesini lagi!" kata mama dewi dengan mendengus kesal.
"kenapa mama jadi sebel gitu?"
"papa gak tau ya, anaknya abis di sakitin sama si arsen itu. makanya mama jadi gak suka sama arsen. mending suruh pulang aja deh pah. lagian mama yakin kok, ayla gak pengen ketemu sama arsen juga."
"udah deh ma, gak usah terlalu ikut campur urusan anak muda. mama kan juga pernah muda. biar ayla aja yang hadapi semuanya. ayla bukan anak kecil lagi ma. dia tau mana yang terbaik buat dirinya. udah ya, mending mama coba panggilkan dulu anaknya gih buat ketemu arsen. papa mau suruh bi minah buatin minum untuk arsen dulu ya."
mau tidak mau mama dewi menuruti apa yang suaminya bilang. karena sebenarnya, apa yang di katakan pak adnan itu ada benarnya juga. ia tidak boleh terlalu mencampuri soal percintaan anak kesayangannya itu.
"ay, bukain pintunya dulu dong. mama mau masuk."
"masuk aja ma, gak di kunci."
"duh anak mama lagi sibuk ngerjain tugas ya?" sambil memperhatikan ayla yang sibuk mengetik di laptopnya.
"iya ma, aku lagi nyicil beberapa tugas untuk presentasi."
"anak mama rajin banget ya, disaat patah hati gini tetap semangat ngerjain tugasnya. mama pikir kamu masih nangis nangis di kamar."
"justru aku lagi menyibukkan diri ma. supaya gak terfokus sama rasa galau ku."
"sebenarnya mama cuma pengen kasih tau kamu, kalau arsen lagi ada di depan ay."
__ADS_1
"ah, depan mana?" kata ayla sambil matanya yang tetap tertuju dengan layar laptopnya.
"depan teras rumah kita lah sayang. kamu temuin dulu gih."
seketika fokus ayla terhenti pada layar laptopnya dan bergantian melihat ke arah mamanya dengan mata terbelalak.
"apa?! arsen ada disini? buat apalagi sih ma."
"ya makanya, kamu temuin dulu sana, siapa tau ada jalan keluar dalam masalah kalian."
"tapi ma?"
"bentar aja kok ay."
meskipun rasa kecewa dan kesal menghinggapi perasaannya, namun ayla pun menyadari kalau ia harus bicara dengan arsen saat ini.
karena ia tidak ingin menghindar dari masalahnya.
"ada apa?" kata ayla dengan suara yang datar saat berhadapan dengan arsen."
"ay, kamu kenapa giniin aku sih? aku bingung ay, salah aku apa sama kamu. aku telpon berkali kali gak di angkat, aku chat gak pernah kamu balas juga. tolong ay, cerita sama aku masalahnya apa?"
kata arsen dengan muka yang memelas.
karena memang arsen sudah mencoba menghubungi ayla sampai 20 kali namun tidak ada jawaban. bahkan dari sekian banyak chat masuk dari arsen tidak ada satupun yang ayla baca.
"mungkin ini saat yang tepat untuk aku kasih tau apa penyebab aku bisa kayak gini sama kamu.
asal kamu tau sen, aku gak sebodoh yang kamu pikir. aku tau busuknya kamu saat di belakangku.
kamu sudah berselingkuh dengan wanita lain kan?
apalagi sampe berfoto dengan adegan yang gak senonoh gitu. apa masih pantas, kamu aku sebut sebagai pacar?"
"tunggu tunggu ay, maksud kamu apa? aku gak ngerti sama omongan kamu ay."
"sen, kamu tau gak, vika mantan mu itu udah pernah datang ke rumahku saat kita di bandung. dan lebih parahnya lagi, dia ngasih foto mesum kalian berdua ke mama. bayangin aja, ke mamaku langsung loh sen. itu yang menjadi penyebab alasan mamaku buat nyuruh aku segera pulang dari bandung tanpa kamu!
kamu betul betul baj*ng*n ya sen. aku gak nyangka, kamu sebusuk itu."
"kamu tau darimana itu vika? sedangkan kamu aja gak pernah ketemu sama dia."
"kamu lupa ya, kamu yang cerita sendiri kalau vika itu masih ngejar ngejar kamu, dan terobsesi sama kamu. kayaknya alasan dia masih pengen mau sama kamu, karena kamu juga udah berselingkuh sama dia kan. dan karena kalian udah menjalin hubungan di belakangku diam-diam. berarti kalian sama ya, sama sama b*eng**k tau gak!" kata ayla dengan mendaratkan tamparan di wajah tampan arsen.
"ay aku juga pernah bilang ya sama kamu, kalau kamu harus berhati hati sama perempuan ular itu. kamu jangan terlalu gampang percaya sama dia ay. karena aku cuma mau hubungan kita serius sampe ke jenjang pernikahan tanpa di ganggu oleh siapapun termasuk vika. aku cuma mau sama kamu ay, please maafin aku. tolong percaya sama aku ay. aku cuma mau nikahnya sama kamu. aku harus apa ay, biar kamu bisa baik lagi dengan aku dan hubungan kita?"
kata arsen sambil berlutut di hadapan kekasihnya.
"emang dasar ya, cowok kalau udah bersalah pasti mengiming-imingi janji manis nya. aku cuma mau kita selesai."
__ADS_1