Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
terungkap


__ADS_3

selama perjalanan pulang dari kota bandung menuju jakarta, ayla hanya terdiam dan merenungi apa yang harus ia lakukan saat ini. karena apa yang di katakan pak iwan sewaktu di cafe tadi, membuatnya terlalu sakit untuk di percaya.


arsen yang duduk di sebelah ayla, yang juga sudah dari tadi hanya fokus memandang wajah pacarnya yang tiba tiba menjadi sangat murung. padahal terakhir bersama ayla sewaktu masih di hotel, ayla masih terlihat ceria dan mencium pipinya dengan hangat.


sedangkan saat ini ketika menuju pulang, ayla malah bersikap dingin padanya. arsen yang ingin menggenggam tangannya pun langsung di tepis oleh ayla.


"kamu kenapa ay? apa ada masalah? please, cerita aja ya sayang sama aku. supaya kita bisa cari solusinya sama sama." kata arsen dengan suara yang terdengar pelan.


namun tetap saja, ayla tak menggubris apa yang arsen katakan. matanya hanya memandang ke arah luar jendela mobil.


perkataan pak iwan tentang kedatangan wanita lain yang mengaku ngaku jadi pacarnya arsen hingga sampai memperlihatkan foto bercumbu nya bersama dengan arsen, pacar tersayangnya itu. yang menjadi terngiang - ngiang di pikirannya dan membuat dunianya serasa runtuh seketika.


bagaimana tidak karena selama ini ayla menganggap bahwa arsen sudah cinta mati padanya seorang. dan tidak ada yang lain lagi baginya. bahkan arsen sempat berjanji untuk meminang dirinya.


tapi pada nyatanya, pria itu sendiri yang merusak komitmennya dan janjinya. memang ini semua salah arsen. yang gampang sekali terbawa suasana hingga nafsunya membuncang. hingga tak sadar ia sudah bercinta kembali dengan vika.


orang yang juga pernah membuat arsen kecewa.


setelah melewati hampir 4 jam perjalanan menuju jakarta, ayla yang masih bersikap dingin, dan arsen yang masih kebingungan dengan sikap pacarnya, juga dengan tyas yang masih tertidur di kursi depan sebelah pak iwan.


"maaf nak arsen, nanti pak iwan langsung antar ke rumahnya saja ya. soalnya takut ketauan ibunya non ayla, karena kan --------"


namun tiba tiba saja arsen langsung memotong pembicaraan pak iwan.


"iya pak, saya tau kok. mamanya ngelarang saya buat pulang bareng sama anaknya. atau mending gini saja pak, bisa gak ya kalau saya di turunin di depan mixx cafe yang sebelum belokan komplek rumah saya? soalnya saya mau bicara sebentar aja sama ayla disana. pak iwan mau nunggu kan pak?"


tapi tiba-tiba ayla yang menjawab lebih dulu sebelum pak iwan bicara.


"gak bisa! aku udah di tunggu mama. kita langsung antar mereka ke rumahnya saja ya pak. nanti mama ngomel kalau kita kelamaan pulangnya!" kata ayla dengan sinis.


"baik non."


"baiklah kalo gitu. nanti malam jam 7 aku ke rumah kamu aja ya ay. oh iya, apa kamu mau sekalian aku bawain pizza dan salad kesukaan kamu?"


"aku gak mau ketemu kamu dulu!" bentak ayla.


"tapi kita harus ngobrol ay, aku bingung kenapa kamu tiba tiba jadi sedingin ini sama aku."


tanpa arsen sadari, pak iwan sudah memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah arsen.


"maaf nak tyas dan arsen, kita sudah sampai nih."


tyas yang langsung bangun dari tidurnya dan mengusap ngusap matanya yang sepertinya ia masih mengantuk dan butuh jam tidur lagi.

__ADS_1


"hmmm... akhirnya sampe juga. kata tyas sambil menggendong tas ransel bawaannya.


dan tak lupa ia juga berterima kasih kepada ayla dan pak iwan karena sudah mengantarkan pulang hingga depan rumahnya.


"iya sama-sama yas, maaf juga ya udah bikin kamu jadi gak puas liburannya di bandung gara gara aku yang minta kalian ikut pulang juga biar kita bisa sama sama pulangnya. karena aku gak enak aja, masa berangkat bareng pulangnya masing-masing."


"iya gak apa-apa kok kak. lagian aku juga bisa ke bandung lagi sama temen aku. oh iya, kak arsen tolong bawain kopernya ya. bye ka ayla, sampe ketemu lagi."


dan tyas yang sudah lebih dulu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu rumahnya. sedangkan arsen yang masih duduk terdiam di dalam mobil.


"lho, kamu ngapain masih disini? mending ikut tyas masuk ke dalem gih. aku juga kan mau pulang, mau istirahat. pak iwan juga pasti capek. iya kan pak?"


"ah bisa aja non."


"aku gak mau turun dari mobil sampe kamu ngijinin aku buat kita ngobrol. aku perlu tau masalah kamu ay. karena aku juga gak mau seperti di musuhin gini sama kamu. pokoknya aku gak bakal turun dari mobil ini."


"nanti di kampus juga kita bisa ketemu lagi."


"ya gak mungkin ay, liburan semester aja masih ada 1 bulan lagi. kelamaan banget lah. sebenernya kamu kenapa sih ay, kok tiba-tiba jadi berubah banget gini semenjak abis pergi sebentar sama pak iwan sebelum kita berangkat ke jakarta.


ini sebenernya ada masalah apa sih pak? apa yang bikin ayla bisa bersikap kayak gini sama saya?"


"hmm.. a.. anu nak arsen. ini urusan keluarga. jadi saya gak berhak ikut campurnya."


 



 


jauh di dalam lubuk hati ayla sebenarnya menolak untuk menghindar dari arsen. mungkin keadaan akan membaik, sampai ayla tahu kalau foto itu ternyata tidak benar, atau mungkin itu foto lama saat mereka masih bersama.


selama perjalanan menuju pulang ke rumahnya, ayla hanya bisa menangis dengan diam. meratapi kekecewaan yang terjadi dengan apa yang arsen perbuat padanya.


apakah benar, arsen telah menduakan dirinya dan masih berhubungan dengan vika?


atau mungkin, foto itu diambil sejak vika dan arsen masih bersama, tapi karena vika masih mencintai arsen, foto itu menjadi senjata untuk menghancurkan hubungan ayla dan arsen.


entahlah, yang mana yang benar. tapi untuk saat ini ayla harus bersiap untuk bersikap pura-pura seolah tidak terjadi apa-apa di depan mama dan papanya nanti. ayla juga yakin, nanti sewaktu ia telah sampai di rumah, pasti sang mama akan menceritakan soal masalah arsen juga. sama seperti yang pak iwan bilang.


dan untung saja pak iwan mau membocorkan hal itu lebih dulu. karena ayla tidak ingin bersedih di depan kedua orang tuanya.


sesampainya ayla di rumah.......

__ADS_1


"pak, tolong bawakan koperku ke depan kamarku ya."


"baik non."


mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya, mama dewi bergegas keluar untuk menyambut anak kesayangannya.


"eh anak mama udah sampe akhirnya." sambil mencium pipi ayla.


"mama mau ngomong apa?"


"kita bicara nanti aja deh, lagian kamu juga baru pulang. mending kamu istirahat aja dulu ya sayang."


"enggak ma, mending sekarang aja ya. ayuk kita ke dalem." kata ayla sambil bergelayut manja di lengan mama dewi.


"eh mama panggilkan bibi dulu ya, untuk buatkan kamu minum. kamu mau minum apa ay?"


"udah nanti juga aku bisa ambil sendiri kok ma. mama sini aja duduk di samping ayla. dan kasih tau mama mau ngomong apa. sampai-sampai aku harus pulang sekarang. liburanku di bandung jadi gak tuntas deh."


kata ayla dengan berpura-pura. meskipun ia sudah tahu lebih dulu pokok permasalahannya dari pak iwan.


"mama mau tanya, apakah arsen selama ini memperlakukan kamu dengan sangat baik ay?"


"sangat baik ma. dia selalu ada buat ayla. dia juga suka ngasih ayla hadiah ma. emang mama kenapa tiba tiba nanya gitu?"


"ya bagus deh kalo dia bisa memperlakukan kamu dengan baik. tapi pasti kamu juga gak tau kan, apakah arsen memperlakukan hatimu dengan baik atau tidak saat di belakangmu."


"ayla gak tau ma." kata ayla dengan nada lirih


"gini ya ay, pada saat kamu masih di bandung kemarin, ada seorang cewek yang katanya sih temen kampus kamu. dia sempet nyari kamu katanya ada perlu penting yang mau dia sampein.


karena kamunya gak ada, akhirnya dia maksa buat ngasih tau hal pentingnya itu ke mama.


padahal udah mama bilang, kalau ngasih tau nya langsung ke kamu nya aja pas kamu udah pulang.


namun dia tetap ngotot, dan minta waktu mama sebentar untuk ngobrol sama dia."


"terus mama ngobrol apa aja?"


"hmmmm........(sambil menghela nafas) sebenarnya mama gak sanggup ceritain hal ini ke kamu ay. tapi mau tidak mau harus mama ceritakan sekarang. supaya kamu bisa lebih berhati hati dengan arsen."


"memang arsen kenapa ma?" kata ayla yang sebenarnya saat itu ia hampir menangis, mengingat sang mama menceritakan kembali soal perselingkuhan arsen di belakangnya. padahal saat di ceritakan sama pak iwan saja, rasanya sudah sakit bukan main. apalagi ia harus mendengar cerita itu kedua kalinya dari mamanya.


meskipun begitu, ia harus berpura-pura tidak tahu. karena ia sudah berjanji dengan pak iwan untuk merahasiakan ini. kalau mama sampe tahu pak iwan sudah cerita masalah ini duluan ke ayla, mama bisa marah nanti. karena menganggap pak iwan sudah berani mencampuri urusan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2