
mungkin pada saat itu, arsen kepada vika hanya sebatas kagum belaka. dan tidak ingin memiliki komitmen apapun.
arsen dengan gampangnya menaklukan perempuan dengan modal fisik dan kepintarannya.
tapi apakah seorang arsen bisa segera insyaf dari segala perbuatannya yang sudah menyakiti perempuan?
....
tepat di hari rabu, tanggal 8 september Ayla dan Arsen merayakan anniversary untuk satu tahun hubungan mereka.
arsen merencanakan acara anniversary nya dengan ayla, untuk berlibur ke kota bandung saat liburan semester tiba. dan libur kuliah pun hampir tiba dalam waktu 2 hari lagi.
arsen pun tak menyangka, hubungannya sampai menginjak 1 tahun, meskipun ancaman vika terhadap dirinya dan hubungannya dengan ayla, masih terus mengintai.
tentu saja, vika masih belum bisa legowo menerima kenyataan.
karena vika pun masih terheran heran kenapa arsen bisa jatuh cinta kepada ayla, padahal dirinya lah yang pernah memberikan "sesuatu berharga" nya kepada arsen.
namun, vika tetaplah vika. dia akan terus mencari cara untuk menghancurkan hubungan arsen dan ayla. agar arsen bisa kembali ke pelukannya lagi.
*******************
__ADS_1
tepat pukul jam 13.00, kegiatan kuliah hari ini selesai. seperti biasa, ayla menunggu arsen di cafe cetarbaks seorang diri.
sungguh hening rasanya. karena hanya ayla sendiri yang menjadi customer satu satunya di cafe itu. apalagi, siang ini sedang turun hujan. mungkin mahasiswa atau yang lainnya lebih memilih berteduh di dalam kampus.
tapi tidak dengan ayla. karena dirinya merasa lebih nyaman di cafe itu sambil menikmati kopi hangat dan berbagai cemilan pastry yang tersedia disana.
dan juga sambil menunggu kedatangan arsen tentunya. yang masih mengikuti ujian akhir semester di kelasnya.
namun dalam setengah jam kemudian, ada seorang wanita yang juga datang ke cafe tersebut dengan payung biru di tangan kanannya yang sudah tertutup dan basah. yang lalu ia memesan cappucino hangat, lalu duduk di sudut ruangan dekat jendela. menikmati secangkir kopi sambil memandang air hujan yang membasahi kaca jendela itu.
sambil menyeruput secangkir cappucino di tangannya, matanya langsung menangkap sosok ayla yang tak jauh dari tempat duduknya. yang hanya berjarak 5 meja dari tempat yang ia duduki.
ia melihat wajah ayla dengan seksama sampai tak ingin mengalihkan perhatiannya dari sosok yang ia pandang tersebut.
kata wanita itu sambil menatap tajam dan sinis ke arah ayla.
namun ayla pun merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya, di sebrang ruangan tersebut.
orang itu adalah vika. yang mungkin saat ini menjadi rival nya ayla. namun ayla pun belum mengenali sama sekali siapakah orang itu. orang yang menatapnya seperti memendam kebencian kepada ayla dari sorot matanya.
namun setelah mereka beradu pandang dalam beberapa detik, vika memutuskan menghampiri meja ayla dengan membawa secangkir kopi yang ia pesan dan tas miliknya.
__ADS_1
vika memilih pindah dari posisi sebelumnya ke tempat ayla.
" hai, sorry nih. gue boleh duduk disini gak? soalnya gue suka rada takut gitu kalo duduk sendirian." kata vika dengan alasannya, sambil menarik kursi yang persis berada di depan ayla tanpa memperdulikan reaksi ayla yang terlihat kebingungan.
entah apa yang di pikirkan vika saat itu, yang tiba tiba memilih satu meja dengan rivalnya. mungkin saat ini yang ia pikirkan, ingin mengatur siasat jahatnya dengan memulai perkenalan nya dengan ayla.
"tanpa gue bilang iya juga lo udah duduk kan? jadi buat apa permisi!"
"sialan banget nih cewek. baru ketemu aja udah ketus gitu ngomongnya. lo liat ya, apa yang bakal gue lakuin sama lo. gue bakal bikin lo nyesel senyesel nyesel nya!"
gumam vika dalam hatinya yang sedang memendam amarahnya.
mungkin saat ini vika sedang mencoba mengontrol emosinya, supaya ayla tidak menjauhi dirinya. karena yang ia inginkan, menjalankan rencananya untuk mengancurkan hubungan ayla dan arsen.
karena menurut vika, kalau dirinya tidak bisa mendapatkan arsen, tidak ada satupun perempuan lain yang boleh mendekati arsen kecuali dirinya apalagi berpacaran dengannya.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa likes and love nya sayangku❤💛💚