
POV arsen
^^^^^^^^^^^^^^^^^^
"Kamu mau kemana sayang?" Kataku sambil melajukan mobil yang ku kendarai.
"Ya terserah kamu aja deh, kamu mau bawa aku kemana, aku sih ngikut aja."
"Bener nih terserah aku? Kalau gitu, kita balik aja ya ke hotel. Kita nikmatin malam ini yang panjang, dan bermain main di kamar kamu, sayang."
"Apa sih kamu! Mulai mesum deh." Kata ayla dengan tatapan muka sebal.
"Yang penting mesum nya cuma sama kamu doang. Lagian, gimana aku gak mau mikir mesum terus coba, kalau kamu aja terlalu cantik. Apalagi baju yang selalu kamu pakai, bikin nafsuku naik." kataku sambil melirik ke arah rok ayla yang sedikit naik tersingkap, yang hampir memperlihatkan CD-nya.
Ayla menyadari lirikan arsen dan langsung menutupi bagian pahanya yang terbuka dengan tas nya.
"ngapain sih di tutupin segala? Kan aku juga udah liat semuanya. Yang aku khawatir, kalo misalkan ada cowok lain, yang menatap kamu dengan tatapan nafsu juga. Jujur nih ay, aku sedikit keberatan kalau kamu tampil dengan busana sexy tiap kali kalo keluar. entah keluar sama aku atau enggak. Sejujurnya aku gak suka ay. aku gak mau kamu jadi tontonan pria lain."
"Kamu kenapa sih sayang? Kenapa jadi permasalahin baju aku segala. kan kamu tau, dari dulu sebelum aku kenal kamu juga, aku suka banget pake baju yang sexy sexy. Karena aku ngerasa, lebih cantik dan pede aja kalau aku pake busana yang sexy."
"Ay kamu tuh udah cantik, kamu adalah perempuan yang paling cantik yang aku kenal. Aku cuma gak mau ay, kalau pria pria di luar sana, ikutan nafsu kalau liat kamu."
"Udah deh sayang, kita bahas yang lain aja. lagian aku tampil gini juga buat kamu."
kata ayla dengan memanyunkan bibirnya tanda ia mulai bete dengan pembahasan ini.
Aku pun tak ingin menggubris lagi ucapannya. Karena aku takut, dia malah makin bete padaku. mungkin memang ayla lebih nyaman tampil terbuka seperti itu. dan aku harus memaklumi itu.
Semoga saja dia dilindungi dari godaan pria hidung belang di luar sana.
Kalau sampe ada yang mengganggunya, pria itu tentu saja akan ku hajar.
Ayla hanya punyaku. dan tentu saja aku akan selalu melindungi dia dengan sangat baik.
Aku melajukan mobilku ke cafe yang terkenal dengan rooftop nya. untuk menikmati city light Kota Bandung yang sangat menawan bersama dengan wanita yang juga tak kalah menawan.
Sepanjang perjalanan kami hanya saling diam, namun sesekali aku menggenggam tangannya, dan dia pun membalasnya.
Sampailah kami ke cafe tersebut. Lalu aku memarkirkan mobilku dulu sebelum masuk ke cafe itu. Ayla pun juga merapikan rambutnya sebelum keluar dari mobil, meskipun tidak terlihat berantakan sama sekali sebelumnya.
Sesampainya di cafe itu, kami memilih tempat duduk yang menghadap view langsung pemandangan kota bandung.
Sungguh indah sekali.. Ayla pun meraih ponsel dari tas nya untuk memotret pemandangan city light kota bandung yang indah pada malam itu.
Sambil menunggu pesanan kami datang, dan ayla yang masih sibuk dengan foto fotonya, mendadak aku di kejutkan dengan panggilan masuk dengan nomer yang tak di kenal.
__ADS_1
Awalnya aku ragu, untuk menjawab telepon itu. Namun takutnya itu menyangkut hal penting, akhirnya ku jawab teleponnya. dan terdengar suara wanita di ujung sana.
"Hallo sen"
"Ya, ini siapa?"
"Kamu dimana sayang, aku kangen"
"WHAT?!!! Apa dia bilang??? Sayang??? sejak kapan aku punya pacar lagi selain ayla. Tentu ayla lah satu satunya pacarku." Gumamku dalam hati.
"Maaf mbak, salah sambung!"
aku langsung saja menutup teleponnya. meskipun aku tahu, mungkin yang baru saja menelepon ku itu adalah vika.
Tapi dari mana ia tahu nomer baruku, padahal setelah aku tidak lagi dekat dengannya, aku langsung saja mengganti nomerku dengan nomer yang baru karena vika selalu saja menerorku.
Ya, vika suka menerorku. banyak drama yang ia buat saat aku tak lagi ingin bersamanya.
"Siapa yang nelpon sayang?" tanya ayla saat sudah tak lagi sibuk memotret.
"Gak tau. salah sambung."
.
aku dan ayla tengah menyantap makanan yang sudah terhidang di meja kami, sesekali dia menyuapkan steak nya kepadaku.
Ternyata vika masih saja belum puas menggangguku.
Namun kali ini, aku harus bicara sama dia.
"Ada apa?!"
"uhh.. gahar banget sih sayang.. sama seperti di ranjang waktu itu."
"Mau lo apa? gue lagi sibuk."
"Beneran kamu nanyain mau aku apa? Mau aku kamu putus dari ayla. dan balik ke pelukanku lagi sayang."
"Gue gak mau dan gak akan pernah mau! Karena gue mau nikahin dia."
"Gak usah halu ah sayang, kamu kan jodoh aku. Atau gini aja, mending aku kirimin foto kita ke ayla aja ya, yang waktu itu kita lagi asik ciuman di rumah kamu. kamu enggak lupa kan sayang?
atau aku bantu deh, supaya kalian bisa putus secepatnya."
"Brengsek!!"
__ADS_1
Dengan cepat aku matikan teleponnya.
Ayla yang dari tadi melihatku dengan wajah kebingungan. dan sepertinya ia ingin mencoba bertanya sesuatu namun terlihat ragu.
"yang nelpon siapa sayang?" tanya ayla dengan hati hati
"Buruan di habisin makanannya ya sayang, ada yang mau aku ngomongin. kita ngobrol di kamar kamu aja nanti."
"Hmm..okay."
Acara makan malamku bersama ayla seketika hancur karena gangguan dari vika. Mood ku langsung buruk setelah menerima telepon darinya. Mungkin ayla pun juga harus tahu tentang ini. agar ia bisa berhati hati dengan wanita itu.
Ya, ayla pun harus tahu tentang ini. Kalau vika adalah mantanku. meskipun aku belum pernah menyatakan perasaan apapun padanya. Ya, anggap saja dia mantanku. Karena dulu, aku dan vika pun pernah melakukan hubungan intim tanpa ada status atau ikatan apapun.
Namun sejujurnya, aku pernah merasakan jatuh cinta kepada vika. Aku meninggalkan vika bukan tanpa alasan.
Jauh sebelum mengenal ayla, aku pernah hampir saja menyatakan perasaanku kepada vika.
Dulu, aku pernah datang menemui vika di rumahnya. sambil membawa sebucket bunga mawar merah untuknya. dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaanku padanya.
Perasaan cinta itu muncul, mungkin karena aku sudah sering terbiasa dengannya. Aku sering keluar makan malam dengannya, mengajaknya nonton, sampai aku dan vika pun sering check in di hotel, hanya untuk "bersenang senang" dan memenuhi hasrat seksual ku bersamanya.
Semakin sering dan semakin intens pertemuanku dengan vika, tanpa sadar rasa cinta itu datang padaku.
Aku pun menganggap vika saat itu juga memiliki rasa cinta itu. Rasa cinta yang hanya di tujukan padaku.
Namun nyatanya aku salah. aku keliru. karena saat aku telah sampai di pintu rumahnya, aku melihat dari kaca jendela seperti ada vika dengan seseorang, yang sedang duduk di ruang tamu dengan posisi saling berhadapan.
Ya, aku melihat itu dengan jelas dari kaca jendela rumahnya. untung saja, tirai jendela sedikit terbuka agar memudahkanku untuk mengintip mereka.
Aku sangat penasaran dengan siapa vika disana. apalagi jarak diantara mereka sangatlah dekat.
Ternyata vika tengah asyik bersama seorang pria. namun siapakah dia? karena setahu aku, vika hanya mempunyai seorang kakak perempuan dan tidak mempunyai adik.
Atau apakah pria itu pacar barunya?
.
.
selamat membaca readers❤
ditunggu part selanjutnya yaaa
pantengin terus kelanjutan cerita dari "SELINGKUHAN TERBAIK"
__ADS_1
jangan lupa di pencet love nya buat nambahin ke koleksi favoritmu agar bisa dapet notif update an part selanjutnya, dear.
jangan lupa, kritik dan saran nya juga yaa❤❤❤