Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
ayah yang asik


__ADS_3

tibalah arsen di rumahnya bersama ayla. memang saat ini ayahnya sedang ada di rumah karena lagi cuti kerja. arsen berniat mengenalkan ayla kepada ayahnya. agar mereka bisa mengenal satu sama lain dan bisa menjadi akrab layaknya seperti calon mantu.


arsen membuka pintu rumahnya dengan kunci cadangan yang ia selalu pegang ketika sedang keluar rumah.


ketika pintu terbuka, ayahnya yang sedang terduduk di sofa ruang tamu langsung menoleh ke arah mereka yang masih terdiam di depan pintu.


"walaikumsalam sen."


"oiya assalamualaikum yah." kata arsen sambil menghampiri ayahnya lalu mencium tangan.


"walaikumsalam. nah gitu dong ngucap salam biar gak dikira maling."


"iya maaf, oh iya kenalin ini ayla. satu kampus satu jurusan dan satu hati sama aku." sahut arsen sambil terkekeh.


"silahkan duduk dulu, nanti ayah suruh bi eti bikinin kalian minum."


"gak usah yah, biar arsen aja yang panggil bi eti. ayah sini aja yang nemenin ayla. sekalian ajak ngobrol ya yah. tapi jangan di galakin ya."


katanya sambil tertawa kecil.


"ayah galak nya kan cuma sama kamu doang. karena pinter boong. yaudah sana, panggil bi eti sekalian bikinin kopi buat ayah juga ya."


sementara ayla hanya terdiam dan sesekali tersenyum melihat percakapan mereka. sebenarnya, ayla merasa sedikit canggung saat dirinya duduk berhadapan dengan ayahnya arsen sendirian.


akhirnya ayla di hadapkan dengan ayahnya yang sedang asik membuka lembaran demi lembaran majalah yang ada di depannya.


"kamu udah lama kenal arsen?" kata ayahnya yang sedang membuka percakapan diantara mereka.


"udah lumayan lama om, ya sekitar setahun lebih kalau dihitung dari awal perkenalan."


"oh gitu." jawab ayahnya singkat masih sambil mengamati majalah otomotif nya itu.


namun setelah itu hening. tidak ada muncul pertanyaan di antara mereka berdua. baik dari ayla maupun ayahnya.


"duh awkward banget rasanya cuma berduaan doang sama ayahnya. mana gue bingung lagi mau tanya apa. gue harus nyari topik pembicaraan nih kayaknya." gerutu ayla dalam hati.


"eh iya om, adiknya arsen kemana ya? kok udah jam segini keliatan."


"adiknya lagi kursus masak. katanya mau ikut masterchef indonesia. tapi yah, mudah mudahan aja. soalnya dia goreng telor ceplok aja suka takut kecipratan minyak."


ayla tertawa mendengar jawabannya.

__ADS_1


ternyata ayahnya arsen mempunyai sisi humoris meskipun terlihat dingin dan sedikit sangar. namun cukup menyenangkan bila mengobrol dengannya.


"ini arsen kok manggil bi eti nya lama banget ya, apa jangan jangan bi eti lagi di mesir. jadi dia nyusul dulu kesana."


"hah? bi eti lagi ke mesir om?"


"ya mungkin. abis si arsen disuruh manggil bi eti buat bikin minum kok lama banget. kayak dia aja yang bikin. takutnya kamu kelamaan nunggu nya la."


"eh gak apa apa kok om. kalo ngobrol sama om sih gak bakal bete. yang ada saya ketawa terus nih dari tadi." kata ayla sambil melemparkan senyum kepada ayahnya.


"oh iya, kamu itu cuma deket sama arsen atau emang kalian udah pacaran?"


"saya udah pacaran sama arsen om."


namun beberapa detik kemudian, arsen datang dengan membawakan nampan yang berisi minuman untuk di hidangkan ke mereka.


"loh kamu yang bikin sen, bi eti kemana? kata ayahnya sambil meraih secangkir kopi dari nampan nya.


" bi eti ke mesir kali."


"loh itukan kata kata ayah. jangan kamu tiru dong."


"kan like father like son. aku kan sayang ayah. karena ayah adalah pahlawanku." kata arsen sambil melingkarkan tangannya ke leher ayahnya.


arsen dan ayla tertawa dengan ucapan ayahnya.


ayla bersyukur karena ternyata ayahnya semenyenangkan dan seasik ini. karena saat mereka masih di jalan, arsen memberitahukan kalau ingin membawanya ke rumah untuk mengenalkan kepada ayahnya mumpung beliau sedang tidak ada kegiatan.


karena ekspetasi ayla tentang ayahnya arsen, ayahnya akan jutek dengannya atau malah tidak asik dan kaku di ajak ngobrol, namun ternyata beda 180° derajat dari ekspetasi nya itu. meskipun dari awal ayla sudah grogi dan takut melihat muka ayahnya yang sedikit sangar.


"oh iya kalian ngobrol berdua aja dulu. ayah mau telpon ibumu kapan pulang dari rumah eyang.


om tinggal dulu ya ayla."


"iya, baik om" kata ayla sambil tersenyum ke arahnya.


"ay, kamu tunggu sini dulu ya, aku juga mau ambil charger. hp ku low.


" yaudah yang, tapi jangan lama ya."


lalu arsen berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil charger yang ada di atas meja belajarnya. baru saja ia ingin membuka pintu kamar, terdengar ayahnya memanggil dari ruang keluarga.

__ADS_1


"sen sini dulu deh. ayah mau ngomong." panggil ayahnya sambil tangannya mengisyaratkan agar duduk di sebelahnya.


"kenapa yah, perasaan dari tadi ayah udah ngomong."


"ayah mau ngomong depan ayla gak enak. apalagi pas tau ayla udah jadi pacar kamu.


kamu itu kenapa sih sen, seneng banget gonta ganti cewek. perasaan dulu ayah gak begitu."


"ah itu sih perasaan ayah aja kali. lagian gonta ganti gimana sih yah? kan pacar aku cuma ayla."


"ah masa sih? lah, waktu ayah gak sengaja ketemu kamu lagi mau nonton di mall sama cewek itu siapa? pacarmu kan?"


"ya ampun yah, itu sih udah lama kali. sebelum aku kenal ayla. tuh kan ayah mulai ngawur. aku gak pernah main main sama ayla yah. malah setelah aku lulus kuliah dan aku bisa cari uang sendiri, aku mau ngelamar ayla." kata arsen dengan tampang seriusnya.


"yakin kamu bisa cari uang sendiri, gak minta minta sama ayah lagi?"


"yakin seribu persen. malah kalau ayah gak percaya, aku bisa loh nyari uang sambil kuliah."


"yaudah kita liat aja. kamu bisa apa enggak. tapi jangan sampai ganggu kuliahmu ya.


ya udah gih sana.kamu temenin sana si ayla lagi deh. ngapain sih disini."


"lah kan ayah tadi manggil aku suruh kesini. gimana sih? untung aja ayah, orang tua aku."


"kalau ayah bukan orang tua kamu, mungkin kamu gak bisa punya mobil ya sen."


"ya makanya, aku sayang ayah. nanti suatu saat arsen yang membelikan semua keinginan ayah dan ibu."


"amin ya nak. oh iya, pesan ayah satu lagi. jangan kamu merusak kehormatan perempuan sebelum adanya pernikahan yang sah ya nak. karena lelaki sejati tidak akan merusak. malah ia akan menjaga wanitanya yang ia sayang."


DEG.....


seketika arsen merasa tertampar mendengar nasehat ayahnya. mengingat ia telah mengambil "mahkota" nya vika lalu meninggalkannya begitu saja. malah ia melakukan hubungan intim itu lagi saat menjalin hubungan pacaran dengan ayla.


namun ucapan ayahnya menyadarkan arsen. bahwa memang sepantasnya ia memperlakukan ayla dengan baik. meskipun ia tahu, ayla pun sudah tidak virgin lagi.


arsen dan ayla sebenarnya sama. sama sama pernah berbuat demikian.


sejujurnya arsen mengajak ayla ke bandung pun selain merayakan anniversary hubungannya yang ke satu tahun, namun arsen juga ingin mengajak ayla "tidur bersama" dengannya. mengingat ayla pun sudah tidak virgin lagi. jadi tidak ada yang perlu di permasalahkan sesudahnya nanti.


namun ia tersadar, apa yang akan dia lakukan nanti, adalah perbuatan yang sangat salah. jadi arsen pun berniat mengajaknya ke bandung bersama adiknya. Tyas.

__ADS_1


arsen pun berniat memesan 2 kamar untuk dirinya dan 1 lagi tyas dan ayla. agar ayla tidak merasa kesepian. dan juga tyas juga bisa mengenal pacar kakak nya itu.


karena kalau hanya arsen dan ayla hanya berduaan ke bandung dan masuk hotel, pasti pikiran arsen sudah mengarah ke "ranjang" bersama ayla.


__ADS_2