Selingkuhan terbaik

Selingkuhan terbaik
ayla tahu vika


__ADS_3

"jadi kamu.... kamu mulai jatuh cinta sama vika? apa benar begitu?" tanya tania dengan penuh harap.


"iya kak. aku mulai mencintai adik kak tania pada saat itu. tapi semuanya sudah hancur sia sia. kebersamaan aku dan vika selama ini sudah tidak ada gunanya lagi. dan mungkin hari ini, adalah hari terakhir aku bakal ketemu sama kak tania juga. karena aku sudah tidak ingin berurusan apapun mengenai vika dan aku juga gak akan menginjakkan kaki ku di rumahnya lagi.


aku rasa semua sudah jelas, cuma itu doang kan yang mau kak tania sampaikan sama aku? dan kayaknya sudah gak ada hal penting lagi yang perlu di omongin. sayapermisi dulu kak."


"tapi sen... tunggu!" kata tania sambil mencegah arsen untuk tidak pergi."


"apalagi sih kak? udahlah semua udah berakhir! aku mau balik. atau kak tania mau aku anterin pulang?"


"gak perlu sen. aku bisa pulang sendiri. tapi gimana perasaan kamu ke vika sekarang? apa masih ada rasa sedikit cinta untuk vika?"


"gak ada, dan gak akan pernah ada lagi! oiya dan satu lagi, aku harap kak tania menjaga rahasia ini. jangan sampai vika tahu kalau aku sudah memergokinya." kataku sambil bergegas keluar pintu cafe dan meninggalkan kak tania seorang diri. aku pun juga meninggalkan secangkir kopi yang masih setengah cangkir lagi yang belum sempat ku habiskan.


"tapi kenapa di rahasiakan?" kata kak tania dengan setengah berteriak karena aku sudah berlalu darinya namun tidak sempat ku jawab.


perasaan aku hancur pada saat itu. kebersamaan ku bersama vika kini sudah tinggal kenangan.


mungkin saja, aku bisa melupakan sosoknya. tapi tidak untuk kenangannya.


di setiap sudut tempat yang pernah kita datangi, kini hanyalah sebuah cerita. kita pernah bercengkrama disana, bahkan memadu kasih di sebuah hotel mewah untuk sebuah kenikmatan duniawi. kita lakukan semua itu bersama.


tapi bodohnya, aku sangat percaya diri kalau vika pun masih suka denganku dan mencintaiku.

__ADS_1


mungkin itu sebuah karma untukku, karena dulu aku telah menolaknya saat ia menyatakan perasaan sayangnya padaku dan menawarkan dirinya untuk menjadi kekasihku, tepat setelah aku berhasil menidurinya di hotel selepas acara ulang tahunnya berlangsung.


tapi mau bagaimana lagi, perasaanku yang dulu mencintainya kini berubah menjadi benci.


aku benci di khianati. meskipun dulu aku menolaknya, bukan berarti aku bisa dekat dengan semua wanita yang aku mau. meski begitu, hanya


vika lah yang selalu bersamaku. dan hanya vika juga yang selalu menemaniku kemana pun dan kapan pun. karena aku tidak ingin menjalin kedekatan dengan wanita lain.


memang aku salah karena pernah menolaknya. karena yang ku rasakan pada saat itu, perasaanku hanya sekedar kagum padanya. tapi seiring berjalannya waktu dan kedekatan kita berdua yang makin intens dan intim, perasaan sayang itu muncul begitu saja dari hatiku.


namun, pada saat itu aku yang malah menjadi orang yang tersakiti.


terima kasih vika, karena kau dulu telah mengisi hari hariku dan memenuhi nafsu ku.


sesampainya arsen dan ayla di hotel


"duh nyebelin banget sih! aku sebenernya masih pengen ngabisin malam ini di cafe tadi sayang. karena aku bisa nikmatin pemandangan kota bandung yang indah banget dari atas sana. aku tuh bosen tau, ujung ujungnya balik ke kamar lagi, dan kamar lagi." kata ayla sambil memanyunkan bibirnya karena sedikit rasa kesal karena harus ku akhiri acara makan malam di cafe yang kini mungkin menjadi tempat favoritnya.


namun aku harus segera bicarakan tentang semua ini kepada ayla. agar ayla bisa berhati hati dengan vika karena niat jahatnya untuk menghancurkan hubunganku dengan ayla.


"gini sayang, ada yang pingin aku omongin sama kamu. maaf karena aku udah ngajak balik ke hotel meskipun kamu masih betah disana."


"ya tapi kan, kamu bisa omonginnya disana. biar aku bisa sambil melihat pemandangan."

__ADS_1


"iya nanti kita bisa balik lagi kok setelah ini. tapi kasih aku waktu sebentar saja buat bicara."


"emang apa yang mau kamu omongin sen, apa ada sesuatu tentang hubungan kita?"


"jadi gini ay, kamu tau kan tadi di cafe itu aku habis menerima telepon dari seseorang?"


"oiya sayang, dia siapa? jadi kamu ngajak aku kesini karena mau ngomongin yang tadi nelpon kamu di cafe itu?"


"iya ay, makanya aku ajak kesini. biar aku ngobrol nya sama kamu lebih tenang. di cafe itu terlalu bising. jadi sebenarnya, yang menelponku itu, adalah vika. kamu tau, vika itu siapa?"


"enggak. dia siapa kamu?"


lalu aku ceritakan pada ayla, secara detail tentang sosok vika. mulai dari awal perkenalan kami sejak semasa SMA termasuk awal kedekatan hubungan aku dengannya, dari sebuah hotel saat acara ulang tahunnya dan sampai pada akhirnya, berakhirnya hubunganku dengan vika.


meskipun awalnya ayla merasa cemburu karena vika pun pernah menjadi yang spesial di hidupku, namun aku meyakinkan kepada ayla, bahwa semua tentang vika hanyalah masa lalu dan tidak akan pernah menjadi masa depan. karena masa depanku hanya ingin dengan ayla. aku ingin hidup dengannya. bahagia bersama anak anak kita nantinya bersama ayla.


"jadi kamu pun pernah melakukan hubungan intim dengan si vika itu? ya meskipun begitu berarti skor kita sama. tapi kamu harus janji padaku, untuk tidak berhubungan lagi dengannya! kalau sampai itu terjadi, bukan hanya aku meninggalkanmu, tapi aku akan meninggalkan kota ini dan melanjutkan pendidikan ku di luar negri."


"pasti sayang, aku akan komitmen dengan janjiku dan dengan hatiku. tapi ada yang harus kamu tau hal lagi tentang vika?"


"apa itu?"


"vika satu kampus juga dengan kita"

__ADS_1


"WHAT???!!!!!!"


__ADS_2