
"Baik lah, acara seleksi kita tutup,,"
"Tunggu,, aku ingin ikut." Seru seorang pria muda kekar yang wajahnya tertutup topeng dengan pakaian serba hitam sambil membawa sebatang toya dan sebilah pedang hijau yang sangat indah.
"Baiklah, ini orang terakhir yang akan mengikuti seleksi." Baru saja Moderator berkata, Pria yang tidak lain adalah Si Topeng Hitam itu segera meloncat melakukan 9 macam tantangan dengan cepat.
Riuh rendah tepukan dan teriakan senang para penonton menggema di malam itu sampai mereka semua kembali ke tempat peristirahatan masing masing.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Satria, kami akan menyerang Pulau Bon besok, aku minta bantuan mu dan Kek Hafiz." Seru Prof Andi yang hari itu baru tiba di Kutai Barat.
"Paman, maafkan aku. Menurut ku, tidak seharusnya kita menyerang ke sana."
"Putri ku dalam bahaya Satria,," Potong Prof Andi.
"Andi, benar kata Satria. Coba kau bayangkan, berapa banyak nyawa yang akan melayang jika kau mengajak Pulau Bana menyerang mereka. Yang menculik putri mu dan putri Lina adalah beberapa orang pimpinan saja, patut kah kita menghabisi dan membantai seluruh penduduk Bon Island?" Seru Kek Hafiz yang membuat Andi terdiam sambil menunduk.
"Lalu, apa aku harus diam saja menunggu kabar Tiara yang tak tau dimana rimba nya?"
"Anak mu sudah besar Andi, mati hidup nya tergantung kuasa Tuhan. Kita serahkan saja kepada kedua anak itu. Jika Allah berkehendak, mereka akan selamat Andi."
"Maafkan aku Kek, Terimakasih atas nasehatnya." Seru Andi kepada Kek Hafiz dan Satria.
Prof Andi langsung bangun menghubungi Raja yang mengiyakan permintaan Kakak ipar nya agar penyerangan mereka di batalkan.
"Kita tunggu saja sebulan ini, kalau memang Tiara tidak pulang, baru kita cari ke sana."
"Baik Kak, " Seru Raja yang menutup telepon nya.
Beberapa lama nya, Prof Andi berdiam diri di situ. Dia banyak mendapat siraman rohani dari Kek Hafiz dan banyak pula saran saran dan kekuatan batin di dapatnya dari Satria dan juga Haji Ahmad.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Selamat pagi hadirin semua, sekarang kita akan menyaksikan lanjutan perhelatan akbar yang akan di isi oleh 10 orang terpilih. Peraturan pagi ini adalah, ke sepuluh orang ini akan bertarung berdasarkan hasil undian."
"Hei,, tidak adil,, mengapa mereka tidak saling di adu seperti kami tadi?"
__ADS_1
Teriakan seorang pemuda besar berwajah lucu yang tadi kalah oleh lawannya di babak pertarungan pertama menimbulkan suara bisik bisik yang mengeruhkan suasana di dalam gedung besar itu.
"Harap tenang, hadirin sekalian diharapkan tenang dan jangan gaduh." Ucap Moderator sambil berjalan cepat ke arah Ketua Bu.
"Baik lah hadirin sekalian, bagi siapa saja yang ingin menguji secara langsung tiga orang baru ini silahkan, jika tidak ada, maka keputusan penyelenggara menjadi keputusan mutlak." Seru Moderator sambil berjalan ke atas panggung tinggi itu.
"Kami ingin mencoba lelaki kurus itu."
"Aku ingin melawan si kakek tua."
"Kami ingin menguji Topeng Hitam."
Beberapa orang berseru sambil berdiri dari bangku nya. Mereka yang berdiri itu rata rata adalah orang yang gagal dalam seleksi tadi.
"Yang ingin menguji Kakek Pu berdiri di tengah. Yang tidak puas dengan Si Topeng Hitam sebelah kanan dan lainnya berdiri di kiri." MC berseru sambil mengarahkan mereka semua.
Di sebelah kanan berdiri 5 orang, di kiri hanya dua orang saja. Sedangkan di tengah tiga orang pria kekar menatap kakek tua itu.
"Baik lah, tes di lakukan satu persatu. Yang pertama melakukan tes adalah ...,"
"Aku yang pertama, kalian berlima majulah." Seru Topeng Hitam sedikit marah dengan nada sombong.
Dengan cekatan dan cepat, Topeng hitam mengeluarkan kemampuannya yang menakjubkan, serangan balasan yang di keluarkan oleh nya membuat dua dari lima orang itu terbanting dalam gebrakan gebrakan awal.
"Kurang ajar, siapa kau?" Seru pria bermuka bopeng menyeramkan.
"Aku Topeng Hitam. Majulah," Kembali Topeng hitam menyerang mereka dengan gerakan dahsyat.
Lengan nya yang kekar memukul ke arah kepala lawan di susul tendangan kaki ke belakang mengenai seorang penyerang lain yang ingin menyayat nya dengan senjata.
"Aauuggghhh,, Traakkkhh,," Golok di tangan yang menangkis pukulan ke arah kepala pria bopeng itu terpental dan patah.
Kaget lah mereka semua melihat ilmu beladiri Si Topeng Hitam yang mampu melawan lima orang bersenjata hanya dengan tangan kosong saja.
Setelah beberapa lama melakukan perkelahian, Si Topeng Hitam berkata keras,
"Rebah lah kalian semua,"
__ADS_1
"Buukkhh,, baaakk,, tuuukkkhh,, plaaakkhh,, praaakkk,,," Rebah lah kelima pengeroyok itu sambil mengaduh aduh kesakitan.
Ada yang sesak napasnya, ada pula yang kena tamparan dan gebukan di muka nya, seorang yang paling parah mengalami pecah kepala terkena tamparan di bagian kepalanya.
Untung saja Topeng Hitam tak mau membunuh mereka. Kalau tidak, tentu kelimanya akan tewas bergelimpangan.
"Topeng Hitam berhasil mengalahkan lawannya. Dia akan melaju ke babak selanjutnya, beri tepuk tangan yang meriah," Seru Moderator di iringi tepuk tangan meriah para hadirin yang menonton.
"Selanjut nya, silahkan kalian menghadapi Kakek Pu satu persatu." MC melanjutkan bicara nya.
"Maaf, Kakek istirahat saja, biar aku yang akan memberi hajaran kepada mereka. Hei, kalian majulah berlima melawanku. Aku mewakili Kakek ini." Seru pria lembut bersuara sedikit halus itu.
Melihat seorang pemuda yang masih bau kencur, kelima orang itu ingin memberi hajaran yang kuat kepada nya.
Sedikit pun mereka tidak menyangka bahwa pria tampan itu adalah seorang gadis yang sangat dahsyat ilmu nya.
Secara curang dan tiba tiba, mereka menyerangnya dengan sergapan kuat bersama sama.
"Mampus kau bocah tampan." Seru seorang yang paling beringas di antara lima orang itu.
"Haiiittt,, dengan loncatan indah, Karina yang menyamar tersebut meloncat tinggi ke atas membagi bagikan tendangan ke kepala lima penyerang itu hingga saling berbenturan akibat daya tolak tubuh mereka sendiri.
"Tuukk, tuuk, tuuuk, tuukk,, tuukk," Lima kali suara kepala beradu keras, dan kini kelima manusia sombong itu rebah bergelimpangan sambil melihat bintang bintang yang berputaran di mata mereka.
Tepuk tangan gegap gempita mewarnai kejadian itu.
"Baik lah, secara otomatis, Kakek Pu dan pendekar Kardi masuk 10 besar. Tibalah saat yang kita tunggu tunggu. Pertarungan mereka akan di gelar secara berbarengan dengan lawan masing masing di atas ring. Peraturan nya sederhana, siapa saja yang rebah tak dapat bangun, atau terlempar keluar ring, mereka di anggap kalah dan gagal."
Segera semua orang yang masuk 10 besar berdiri berhadapan di atas ring. Jiraiya atau Kakek Gu berhadapan dengan Ketua Bu. Mahesa dalam wujud Kakek Pu berdiri di depan Lai Tek. Topeng Hitam berhadapan dengan Tuan Muda Bu. Karina berhadapan dengan seorang pria tinggi besar berwajah tampan bernama Arnold dan terakhir seorang ahli gulat bernama Jitsuki dari Jepang berhadapan dengan Tamaya, seorang ahli beladiri Muay Thai bersenjatakan besi besar sepanjang dua meter.
Terjadilah pertandingan yang menegangkan dan kacau balau pada pandangan penonton biasa. Adapun hadirin yang memiliki ilmu silat tinggi dapat mengikuti kecepatan gerakan mereka semua dan sangat kagum melihat kehebatan kesepuluh orang pilihan itu.
Setelah lewat beberapa jurus, Tuan Muda Bu rebah pingsan, di susul oleh Lai Tek dan Ketua Bu. Tiga orang yang memenangkan pertandingan kini telah berada di bawah ring.
Kakek Pu, Kakek Gu dan Topeng Hitam berdiri memandang ke atas Ring. Karina yang menyamar setelah melewati 200 jurus dengan susah payah dapat juga mengalahkan lawannya dari Amerika. tinggal dua orang yang pada suatu ketika, keduanya saling memukul keras sambil menangkis, pukulan tersebut mendarat di tempat yang sama.
Pria gendut itu pingsan terkena tengkuk nya, begitu juga Tamaya yang nanar dan jatuh pingsan terpukul samping kepalanya dengan keras.
__ADS_1
"Baik hadirin sekalian, kini hanya tersisa empat petarung saja yang akan berhadapan. Kakek Gu akan berhadapan dengan Pendekar Kardi, Topeng Hitam akan menghadapi Kakek Pu. Selamat menyaksikan." Seru Moderator sambil duduk tertawa dengan puas.
Bersambung ...