SEPASANG KSATRIA PEDANG

SEPASANG KSATRIA PEDANG
Kemenangan Cinta Aneh


__ADS_3

Pagi itu, matahari telah naik agak tinggi ketika Jiraiya mendarat di Pulau Bon dimana pulau itu telah kembali di jaga oleh pasukan berbaju merah.


Ketika Jiraiya mendarat, dia berpesan kepada Rapit untuk menunggunya di sekitar tempat itu. Tak lama kemudian, beberapa orang berpakaian merah datang mengepung nya.


"Aku datang bukan mencari permusuhan." Seru Jiraiya berdiri sambil menatap mereka semua.


Tak lama kemudian, seorang pria bertopeng berpakaian hitam tiba di situ. Tangan kanan nya memegang pedang dan tangan kirinya memegang tongkat TOMITU.


"Mau apa kau kemari pria lemah?" Tanya lelaki bertopeng tersebut.


Dengan senyuman di wajahnya, Jiraiya menjawab,


"Aku mau bertemu dengan Karina."


"Dia tak ingin bertemu kau."


"Kalau begitu sampaikan permintaan maaf ku padanya. Selamat buat kalian berdua, semoga kalian berbahagia. Tolong jaga pulau ini baik baik, jika aku dengar kalian melakukan kejahatan, maka aku akan datang menghajar kalian." Seru Jiraiya yang ingin berbalik pergi.


"Siiiuuuutt,, Traaanggg,,," Bunga api berpijar ketika pedang di tangan Topeng Hitam bertemu dengan pedang Jiraiya.


"Hei, mengapa kau menyerang ku?"


"Kau pria lemah. Tak pantas untuk gadis itu. Hiiaatt,, trrriinnnggg,," Kembali pria bertopeng menyerang dahsyat.


Para pasukan berbaju merah telah banyak berdatangan di situ. Mereka membentuk lingkaran besar sambil menyaksikan pertarungan dahsyat itu.


"Berhenti,," Seru Jiraiya yang berdiri tegak melanjutkan kata katanya.


"Aku tak ingin merebut Karina darimu. Meski aku cinta dia, aku rela jika dia bahagia dengan mu."


"Itu karena kau masih mempunyai gadis bernama Tiara itu kan? Ayo lawan aku sampai seorang di antara kita tewas dan bisa memiliki Karina." Seru Si Topeng Hitam.


"Aku memang ingin menemui Tiara, bukan untuk menikah, tapi untuk mengatakan bahwa aku selamanya tak akan pernah menikah."


"Kalau kau takut, bilang saja, jangan banyak alasan."


"Aku tak takut siapa pun. Kalau saja kau bukan pria yang di pilih gadis yang aku cintai, tentu kau telah mampus dari tadi." Seru Jiraiya mulai terpancing emosi nya.


"Buktikan,,, Haaaiiit,,,"


Kembali pedang dan tongkat baja itu menyerang Jiraiya. Kali ini, Jiraiya pun balas menyerang tanpa rasa sungkan lagi.


Terjadilah pertarungan yang sengit antara Topeng Hitam yang tidak lain adalah Ardian melawan Jiraiya yang mati matian mengerahkan kemampuannya hingga akhirnya, tampak perlahan lahan, Ardian terdesak dan suatu ketika, Jiraiya memutar kedua pedang nya dengan cara yang sangat aneh.


Itulah jurus terakhir dari kitab warisan kakeknya. Putaran aneh bergantian dari kanan kiri, kiri ke kanan itu membuat kedua senjata si Topeng Hitam terpental hingga terlepas dari tangan nya.


Melihat tongkat yang tertancap di tanah, Ardian segera berlari menendang tongkat itu ke arah Jiraiya dengan luncuran kencang sekali.


Dalam sepersekian detik Jiraiya berpikir, jika dia mengelak, maka otomatis tingkat TOMITU itu akan mengenai prajurit baju merah di belakangnya.


Secepat kilat Jiraiya menyarungkan sepasang pedang nya dan menangkap Toya TOMITU tersebut.

__ADS_1


Berbarengan Tongkat yang berada di tangan Jiraiya, seluruh pasukan baju merah berlutut setengah tiang dengan lutut kanan menempel tanah dan kaki kiri di tekuk berdiri sambil berseru serentak,


"Ketua." Kaget lah Jiraiya dengan kelakuan Si Topeng Hitam yang ikut berlutut.


Dari balik semak semak, Karina keluar dari persembunyian nya.


"Jiraiya,"


"Karina, apa ini?" Tanya Jiraiya bingung.


"Perintahkan dulu mereka, karena mulai hari ini, mereka semua hanya akan mendengar perintah mu." Seru Karina dalam pakaian indah terlihat sangat cantik.


"Kalian bangun dan bubar lah." Seru Jiraiya masih agak bingung.


"Mari Ketua, kita masuk ke dalam." Ajak Topeng Hitam yang kini telah membuka topengnya dan tersenyum ramah.


Jiraiya berjalan saja sambil memegang tongkat TOMITU mengikuti Karina dan pria tampan baju hitam itu.


"Jiraiya, sebenarnya, Topeng Hitam yang bernama Ardian ini adalah adikku yang dulu di culik oleh mendiang Ketua Bu."


"Ah,, benarkah? Jadi,, kemarin dulu,, aku,,"


"Ya, kau telah salah sangka. Saat kau melihat kami berdua, saat itu aku baru menceritakan keadaan sebenarnya kepada Ardian." Seru Karina.


Kembali Karina menceritakan tentang riwayat kehidupan nya secara lengkap kepada Jiraiya yang kadang malu, kadang sedih meski masih tampak senyuman wajar dari wajahnya.


"Kalau begitu, maafkan aku yang begitu bodoh,"


"Tidak ada yang perlu di maafkan. Mengapa kau kembali ke sini? Kau pasti sudah di jelaskan oleh Mahesa kan?"


"Lalu, mengapa kau bisa datang kemari setelah kejadian itu?"


Kini, Jiraiya yang menceritakan segala pengalamannya mulai dari hari dia mengalami cemburu buta hingga hari ini.


"Pasti Mahesa salah mengira. Memang aku mengambil jalur ke Nusantara, tapi kemudian aku berbalik ke Racha Yai menenangkan diri bersama Luoyi."


"Mungkin saja."


Mereka makan siang bersama di pulau itu. Kemudian, Jiraiya yang telah selesai makan dan istirahat, mengajak Karina ke Kutai Barat.


"Mengapa kita harus ke sana?" Tanya Karina.


"Pagi ini, ayah, ibu dan Luoyi berangkat ke Kutai Barat untuk menyampaikan pesan ku kepada Tiara dan keluarganya."


"Bagus lah kalau kau melamar dia lebih dulu dari aku, aku sangat kasihan dan sayang melihatnya. Apa lagi mendengar kisah hidupnya yang memilukan."


"Bukan pesan melamarnya, tapi memutuskan untuk tidak menikah selama hidupku."


"Apa? Ardian, kau tinggal di sini dulu ya, kami akan segera berangkat sekarang juga." Seru Karina seraya mengambil Toya TOMITU dan memberikannya kepada Ardian.


"Baik Kak, hati hati lah kalian." Seru Ardian yang mengantar kedua orang itu ke belakang pulau.

__ADS_1


Dengan menunggang Rapit yang berenang di lautan dengan cepat, Malam harinya mereka tiba di Kutai Barat dimana Gulikan bersama Nyonya Mei telah menunggunya di sana.


"Assalamualaikum."


"Wa alaikum salam. Masuklah Jiraiya." Seru Satria yang duduk di samping Kek Hafiz bersama seluruh anggota keluarga lainnya.


"Siapa kau?" Tanya Kek Hafiz kepada Karina.


"Saya Karina,"


"Siapa ayah dan kakek mu?" Kembali Kek Hafiz bertanya.


"Kardinar nama ayah, Karnadi nama kakek. Kakek siapa? Kenapa menanyakan ayah dan kakek?" Seru Karina sedikit tidak senang.


"Aku Kek Hafiz Nak, mungkin kau tidak mengenal,,"


"Kakek? Kakek suami nya Nek Ina?" Seru Karina mulai terbawa perasaan nya.


"Ya, kau,, cucu ku." Kek Hafiz menggapai Karina dan memeluknya.


Setelah keharuan mereka mereda, segera Satria berkata,


"Perkenalkan, aku Satria, Jika kau cucu kakek, maka aku dan istriku masih sepupu mu Karina."


"Anda, pendekar siluman tanpa tanding itu?" Seru Karina penuh rasa kagum.


"Jangan mengatakan hal itu Karina, dengan kakek saja aku masih jauh sekali."


"Sudahlah, sekarang aku ingin mengatakan keputusan keluarga Prof Andi, mereka menerima pengunduran dirimu Jiraiya." Seru Gulikan dengan penuh kerut merut pada mukanya.


"Ah, ayah, aku tidak jadi mengundurkan diri. Apakah Mahesa tidak mengatakan apa apa?" Tanya Jiraiya penasaran.


"Hingga saat ini, aku belum jumpa Mahesa. Dia tidak berada di sini." Seru Gulikan.


Jiraiya tertunduk, menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antara dia dan Karina sehingga dia mengambil keputusan yang salah. Sekarang dia merasa sangat menyesal.


"Karina, memang jalan kita sudah begini."


"Apa kau masih mau membuat keputusan yang salah?" Tanya Nyonya Mei.


"Tidak, sekarang aku tidak akan membuat keputusan apa apa lagi. Biarlah semua berjalan sebagaimana adanya."


Saat itu pukul sembilan lewat sedikit ketika Jiraiya dan Karina yang sedang duduk di ruang besar rumah Haji Ahmad dikejutkan oleh kepakan sayap Candu.


"Mahesa." Seru Jiraiya.


"Kami telah menjemput Ardian Kek." Luoyi berkata girang.


Masuk lah seorang pria tampan berbaju hitam dengan memakai topeng ke ruang besar itu.


Prof Andi dan keluarganya bersama Alvina serta ayah ibunya baru saja kembali dari pasar berbelanja di temani Bu Sari. Mereka semua akhirnya di jelaskan bahwa kejadian kejadian itu hanya lah ujian untuk mengetes bukti keteguhan hati mereka.

__ADS_1


Ujian apakah itu? Nantikan keterangan lengkap nya di Cerita DOKTER PSIKOPAT.


Bersambung ...


__ADS_2