Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Situasi yang Berbeda


__ADS_3

~


“Kak adhit?” ucapku saat melihat sosoknya.


Entah kenapa dia melintas kembali dalam kehidupan ku yang sekarang??


Apa rencana Tuhan sebenarnya??


Hidupku??


Hubunganku dengannya??


Tak ku pahami akan hal ini semua!!


OMG…


Hampir benar-benar terlupakan olehku, sebelumnya jerry dulu pernah bilang kalau kak adhit tahun ini pindah bangku kuliah di daerahku, dan sekarang jadi teman sekampusku.


Bodoh!!,


aku bodoh !,


aku bodoh !,

__ADS_1


Kenapa tak terpikirkan sebelumnya, sebelum perpindahan bangku kuliah lalu,, sekarang udah benar-benar terlambat. Ini pertengahan semester 6, tak akan mungkin aku berpindah bangku kuliah lagi, itu tak akan mungkin ku lakukan.


Tapi yang terpenting sekarang, dia tak mengetahui perpindahan kuliahku yang kini sekampus dengannya, meski tak sama study tapi seenggaknya aku bakal selalu melihatnya. Ah, itu membuatku sulit tuk melupakan perasaan yang pernah ku rasakan.


Dengan sekantung coklat dan sebiji es krim dalam genggaman telapak tangan ini, sambil berjalan pada pijakan tanah, menghampiri sebuah benda yang terbuat dari besi, benda yang mampu melaju kencang, perlahan, bahkan tak dapat bergerak bila manusia tak menggunakan akalnya tuk mengemudikan benda besi tersebut.


Car?,


Mungkin bisa di bilang seperti itu atau kendaraan roda empat kata orang-orang tua jaman dulu. Dalam bahasa yang kalian pahami sebut saja mobil.


Eits!!, tapi jangan salah paham dulu…


Aku menaikinya bukan karena itu kendaraan pribadiku, aku hanya menumpang pada seorang supir yang memang menggunakan benda itu tuk mencari selembar atau bahkan berlembar-lembar kertas yang sangat bernilai.


Tukang angkot mulai membunyikan klakson sebagai tanda akan di lajukannya kendaraan umum yang dimilikinya.


****


Akhirnya, setelah aku sabar ikut serta dalam kendaraan, aku tahu kalau disaat itu ada orang laki-laki yang berbadan besar dan slalu memperhatikan gerak-gerikku….


Ternyata laki-laki itu mulai mendekatiku, tapi tak berkata satu kata pun. Akhirnya laki-laki berwajah dingin itu turun dari angkot. aku bermaksud untuk membayar angkot tersebut, ternyata dompetku sudah hilang.


Astaga…

__ADS_1


Lki-laki berwajah dingin itu adalah COPET……


OMG…


Aku benar-benar bingung, gugup, bagaimana nantinya aku menbayar jasa tukang angkot yang ku naiki… di depan mata, bangunan kampus begitu dekat terlihat.


upsS!!!,


“waktunya turun neng, ini kampus neng di depan.” Ucap tukang angkot padaku.


“Ooh, iya pak sebentar…” jawabku padanya.


DuUh…


Apa yang harus aku lakukan Tuhan, apa yang harus aku berikan padanya sebagai pengganti jasa yang tlah ia brikan padaku, dan bagaimana cara ku tuk bicara kepada tukang angkot tersebut kalau aku tidak sanggup tuk membayar jasa yang di berikannya padaku.


“ Berapa ongkosnya pak?.” Tanyaku pada tukang angkot.


“5000 aja neng,” jawab tukang angkot padaku.


“maap pak, saya nggak bisa bayar angkot sekarang karena tadi dompet saya di copet, gimana ya pak?.” Keluhku pada tukang angkot.


“waah,, nggak bisa gitu dong neng, rugi nanti, saya gimana harus setor… masak anak kuliahan nggak bisa bayar!! Bayar pake apa juga bisa.” Desak tukang angkot padaku.

__ADS_1


“ya Tuhan, aku pasti kan berdosa jika aku tak membayar tukang angkot yang ku naiki.” Ucapku dalam hati.


“waaaaaaaah,, ayoo neng jangan banyak alasan, ayoo cepat bayar!!!!!” teriak tukang angkot padaku.


__ADS_2