
****
Satu menit tlah berlalu,, bergantikan dengan satu jam,.
tak henti-hentinya dan tak bosan-bosan pula mata ini menatap sesosok pemuda dalam dunia nyata dan bukan lagi sebagai halusinasi ataupun fatamorgana.
Dalam pandangan ada sedikit harapan, sebuah harapan yang mengharap dia mengeluarkan sebuah suara bernada bas yang di tujukan tuk menyapa ku sebagai masa pengenalan pertama kami.
Huft,, sungguh !!
benar-benar tak ada kata sedikitpun kluar dari ucapan bibirnya,,
seperti batu...
keras kepala,,
angkuh,,
judes,,
tak ramah lingkungan.
OMG…..
tapi kenapa aku jatuh hati padanya,, pada pandangan pertama pula,
o0ch sangat memperhatinkan !!!
####
Dua jam pun berlalu, mereka akhirnya berpamitan pulang.
Tak ada kesan yang aku bisa dapatkan,,
hanya terdiam seperti batu,,
benda mati,,
patung,,
arca,,
entahlah………
umpatan demi umpatan ku lontarkan dalam hati.
****
__ADS_1
Kini, aku lebih tak percaya lagi, sesosok pemuda itu….
Ternya mempunyai sifat yang dingin, kaku.
Sosok yang misterius yang rasanya ingin sekali ku kenal dasar kepribadian serta suatu rahasia di balik tabir raut wajah yang begitu ramah namun tak selaras dengan sikap yang dia miliki,,
aku yakin sifat yang sebenarnya dia miliki tak seperti itu,,
aku yakin !!
####
mungkin esok, saat sang fajar muncul ke permukaan bumi dan kegelapan berlari meninggalkan bumi…
aku ingin bertemu kembali yang ketiga kali, empat, bahkan mungkin seumur hidup aku, semoga tak sekedar ucapan di bibir…
“met pagi para penguasa jagat raya!!”
ku awali hari ini menyertai bangkitnya cahaya keemasan dari ufuk timur,,
mungkin ini hari kesempatan tuk terbentuknya harapan yang ku miliki,,
satu langkah kaki kan benar-benar menjadi awal hidupku, dan beribu langkah kaki kan menjadi crita yang sempurna bagi prasaan batin dalam jasmani ini.
~
mendengar,,
serta merasakan kehadiran sosok yang selalu menghantuiku dalam bola mata ini,,
saat ini juga…
adhitia,.
sebuah nama yang tak begitu mempesona.
Terlihat ramah namun begitu angkuh prasaannya.
Mengecewakan,
sungguh !!
tak dapat di tebak.
####
“assalamu’alaikum……” mungkin ucapan salam cukup tuk mengawali keberanian jasad ini dalam menghadapi situasi dan sosok yang begitu asingnya.
__ADS_1
“wa’alaikum salam,” dengan sedikit coret senyuman terbentuk pada sebuah bibir yang mungkin kaku tuk mengucapkan beberapa kata-kata bahkan kalimat.
“da pa al, nyari jerry ta kamu?” lanjut ucapan dari bibir kaku itu.
Entah....
aku benar-benar terkunci rapat mendengar suara bas yang perlahan kluar pada bibir kak adhit,,
jasmaniku bergetar,,
jantungku berhenti berdetak,,
nafasku,,
terasa penuh sesak.
“a…a…ku, cari kak adhit, bukan jerry.”
huft....
begitu lega rasanya batin ini setelah terucap kalimat dari bibir yang benar-benar serasa tersumpal.
“o0h,, da pa al, kamu cari aku, apa ada hal yang penting?” tanya kak adhit yang mungkin belum benar-benar aku kenal.
“aku pengen kenal kak adhit, itupun klo kakak enggak keberatan nerima tawaran aku yang ingin mengenal sosok kakak.” Ucapku perlahan.
####
Namun, lontaran sebuah senyuman manis yang aku dapatkan.
Mungkin itu pertanda baginya tuk mempersilahkan ku mengenal jati dirinya,
atau…
mungkin sebaliknya, entahlah...
aku benar-benar mati gaya di depannya saat ini,.
~
kelopak mata di balik lapisan kaca terlihat berkedip seperti memberikan sinyal kepada mataku tuk searah pandangannya.
“hehehe, lucu juga kamu al, sosok makhluk sepertimu ingin mengenalku yang mungkin hanya seorang pengembara yang tersesat!!"
" aL,. coba lihat dirimu… jilbab yang menjulur ke seluruh jasat yang bergerak, tatapan mata indah yang berkilau, bahkan wajah manis yang mungkin tak pernah terjamah bahkan tersentuh oleh kulit makhluk yang lain, sungguh anggun ciptaan tuhan.” Ucap kak adhit yang mungkin tak ku mengerti makna dari ucapan itu, bahkan ku tak bisa memahaminya.
“maksud kakak apa?” tanya ku dengan rasa penasaran.
__ADS_1