Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Bertemu dengannya


__ADS_3

Beberapa lama kemudian, suasana berganti menjadi ramai dan terjadi keributan.


Tukang angkot itu benar-benar meminta bayaran padaku yang tak membawa uang sepeserpun.


OMG…


Apa yang harus aku lakukan…


Entah,, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri kami yang sedang ribut dan berseteru.


Astaga…


Itu kak adhit, segera saja aku menundukkan kepala ini.


“Ada apa ini pak?” tanya kak adhit pada tukang angkot.


“Ini mas. Nona ini nggak bisa bayar angkot, padahal dia naik angkot punya saya, katanya dompetnya di copet.” Jawab tukang angkot.


“Apa bener itu mbk?” tanya kak adhit padaku yang entah dia tak mengetahui bahwa aku al.

__ADS_1


“Iya,” jawabku pada kak Adhit.


“Suara kamu?, lhoo al.” ucap kak adhit sambil menengokku yang sedang menundukkan kepala.


“Ya udah pak, ini saya bayar, ini adekh saya…” ucap kak adhit pada tukang angkot sambil memberikan uang kepada tukang angkot itu.


“Makasih mas, ini kembalianya” ucap tukang angkot.


“0h, nggak usa pak, buat bapak aja sekalian.” Sahut kak Adhit.


“Makasih mas” ucap tukang angkot


"Kenapa lagi pak, kan sudah saya bayar. bapak jangan ngomong jelek and sembarangan donk" bela kak Adhit


"Maaf mas kesel saya" ujar tukang angkot membanting pintu kendaraannya.


“Yuk al, kakak pengen ngomong ma kamu.” Ajak kak Adhit.


“Iya kak, makasih udah bantuin aku. Aku nggak tau lagi kalau seandainya tadi nggak ada kak adhit, mungkin tukang angkot tadi uadah mukulin aku.“ keluhku pada kak adhit.

__ADS_1


“Hmmmmmm…”, kak Adhit tersenyum.


“Lho0 al, sejak kapan kamu pindah kuliah disini, aku koq nggak pernah lihat kamu. Napa kamu nggak bilang ma aku kalau kamu pindah? Al, kenapa kamu nggak bales smsku waktu itu, apa kamu bener-bener marah ma sikap aku ke kamu?” tanya kak Adhit padaku.


“Aku… aku, bukannya aku marah ma kak adhit, tapi aku sedikit kecewa ma kakak, makanya aku nggak mau bales sms kak adhit dan itu juga jadi alasan kenapa aku nggak bilang ma jerry n kakak kalau aku kuliah di luar daerah dan sekarang aku pindah disini.” Jawab ku perlahan.


“Ya ampun al, aku bener-bener minta maap, aku minta maap banget ke kamu, aku nggak tau sampek segitunya perasaan kamu atas ucapan aku tempo dulu. Kamu tau nggak, jerry nggak mau kuliah disini gara-gara kamu tuh kuliah di luar daerah n nggak ngasih kabar sama sekali ma dia, jerry ngganggep kamu tuh udah nggak mau jadi sahabatnya dia lagi. Jerry kuliah di luar pulau al, ikut bunda ma ayah.” Ucap kak Adhit dengan penuh keseriusan.


“Iya kak, aku maapin koq… “ ucapku pada kak adhit.


Perlahan, terlihat goresan senyum di wajah kak adhit. Entah, aku tak tahu pertanda apa itu…


OMG…


Jangan lagi ada perasaan seperti dulu, sosok pemuda berkaca mata. Sungguh!!


“Oya, aku harus masuk kelas dulu sekarang, sampai ketemu nanti siang.” Ucapku sambil berlari menghindari kak Adhit, menghindari perasaan yang mungkin akan timbul di hati kalau aku berlama-lama dengan sosok kak Adhit.


“Ta,,,tapi al, al, tunggu?.“ Kata kak adhit terbata-bata.

__ADS_1


****


__ADS_2