
####
Kini, sang raja dunia tlah terbangun dari tidur panjangnya dalam kegelapan.
Sama seperti mata ku yang terbuka dari pejaman sejenak dalam gelap…
ku hampiri sebuh kayu berbentuk persegi panjang tertempel di dinding sebuah bangunan sebagai alat bantu penglihatan,
mungkin yang biasa orang namakan sebagai jendela…
sejajar dengan mata searah pada pandangan kedepan, hijau terlihat begitu menyejukkan.,
pematang sawah di luar jendelaku yang pastinya setiap pagi kan selalu terlihat oleh pupil pada mata ini.
####
Pukul 7 tepat, waktunya jasmaniku terbangun dari pemalasan-pemalasan yang menempel sebagai rasa kantuk dalam gelap gulitanya dunia.
Saatnya tuk kaki mungil ini melangkah kearah sebuah bangunan keramaian yang banyak orang menganggap sebagai tempat tuk mencapai masa depan,
sekolah!
Ya….
####
Kini derap lagkah tlah melewati batas kediaman sebuah bangunan.
Dalam jarak pandangan terlihat segores senyum bapak-bapak tua di raut wajahnya.
__ADS_1
Ayah !
sebutan yang pantas untuknya,,
jauh searah ufuk barat terlihat seoarang pemuda yang nampaknya tak asing bagi kornea mata ini..
siapa?
Ah mungkin prasaan atau selintas pemikiran ku saja.
Entahlah……
****
Tlah habis langkah ini dari kediaman sebuah bangunan yang satu dan kini bergantikan dengan bangunan yang lain dan berbeda..
Teriakkan suara dari sebuah bibir semacam erangan, mungkin seorang gadis kecil yang sedang memanggil atau hendak menyapa,.
ku rasa semilir anggin membantu suara itu tuk sampai pada sebuah lubang telingga yang mungkin tertutup rambut.
Entah siapa dan kepada siapa suara itu di tujukan.
Kepedulian ku serasa tak mau menampakkan diri, what ever!!
####
Sejenak ku angkatkan kepala ini tuk menengok sang awan yang kian berjalan mengikuti kemana langit pergi, tampaknya mereka selalu bersama.
Di saat bumi terliat terang maupun di saat bumi terlihat gelap, huft…
__ADS_1
jikalau aku menjadi seekor burung pasti kan timbul rasa iri melihat awan dan langit di atas sana berdua sedangkan aku hanya dapat terbang di samping mereka sebagai pihak ketiga.
Haha lucu,, pemikiran yang bodoh.
Pastinya itu tak kan terjadi,
karena aku hanyalah seorang gadis yang menumpangkan hidup pada dunia dan mungkin pula aku adalah beban bagi bumi selagi jasad ini dapat bergerak kesana-kamari.
****
Dengan berjalan perlahan demi perlahan berusaha memasuki sebuah bangunan keramaian, kaki dan hati ini ku paska tuk menerima keributan demi keributan dalam kesepian yang ku rasakan.
Sebuah balok kayu mungkin tlah menantiku tuk singgah di atasnya dan menerima semua pengajaran yang mungkin kan di berikan seorang yang bisa di katakan berjasa dan sangat mulia di hadapan dunia.
Guru,,
sebutan yang cocok untuk seorang pengajar, karena kata orang guru itu adalah sebuah kata,, yang jikalau di perpanjang menjadi
“di gugu dan di tiru”,
entahlah itu semua kata orang.
Apa yang menjadi kata orang, kadang terasa benar,, dan sebenar- benarnya keadaan mestipun itu bukan kenyataan yang sebenarnya.
Menyebar luas dan tertanam di benak para manusia yang percaya akan hal itu sejak dulu kala.. ya Nenek MOYANG mungkin !!!
tapi,, kata GURU cukuplah pantas dikenang sebagai kebaikan yang hakiki yang senantiasa mengajarkan sesuatu hal,, pengalaman,, ide- ide,,
bisa dikatakan sebuah ilmu pengetahuan yang tertulis dalam sekumpulan BUKU...
__ADS_1