
Malam semakin larut membuat alam semesta begitu gelap gulita ku rasakan, satu penerangan terlihat pada kornea mataku…
Mungkin pintu kediamanku tlah menanti kepulangan kaki ini, dia akan memberikan rasa aman pada jasat yang kumiliki dan mungkin saja kediaman itu akan menghilangkan perasaanku dari keresahan.
“Kita dah sampek rumah al, cepetan kamu masuk… ganti baju terus tidur ya biar kamu nggak sakit.” Ucap kak Adhit.
“he’em… makasih ya kak, udah nganterin aku pulang…… maap kalau aku sering banget ngerepotin kak adhit.” Jawabku.
Entah… dia hanya tersenyum mendengar ucapan dari bibirku, dan perlahan kakinya melangkah menjauhi ku menuju kegelapan,, aku tak mengerti apa maksudnya, dia begitu misterius. Tiap apa yang ia lakukan selalu saja membuatku penasaran, ketertarikan ku padanya semakin kuat, seakan ada gaya tarik atau gaya grafitasi bumi yang seakan membuatku tak bisa terbang bebas ke atas langit dan harus tetap berpijak pada tanah di bawah kakiku... Huufftt bingung, ahh… entahlah aku tak paham jadianya.
Sejalan dengan langkah kaki ku ini menuju ke sebuah kamar… tak sedikitpun pemikiran ini ku arahkan pada yang lain hanya pada kak adhit, pada sifat yang ia miliki, sifat yang ia tunjukkan padaku.
__ADS_1
****
Pukul 23.45 malam
Begitu cepat jam berdetak, entah sudah berapa lama mata ini terpejam. Kini aku benar-benar merasa tak bisa lagi memejamkan mata, bayangan kak adhit selalu menghantuiku, aku berusaha tuk memejamkan mata sejenak tapi sia-sia yang ku lakukan.
Aku tau aku tak bisa berpura-pura karena aku bukan actor atau artis yang bisa bersandiwara, aku adalah al, dan aku ingin jadi diri sendiri, jadi sosok al yang ku miliki sejak dulu. Dan itu bukan merupakan bakat yang terpendam, bukan !!!!
“wa’alaikum salam, lhoo al koq lom tidur…” sms kak adhit.
“aku nggak bisa tidur kak, aku ganggu kak adhit ta?” smsku.
__ADS_1
“nggak koq al, sama aku juga nggak bisa tidur ni… kayaknya badan aku panas, kenapa al kamu nggak bisa tidur??” smsnya.
“ya Ampun kakak sakit ta?, maap kak gara-gara aku kak adhit jadi sakit kayak gitu. Nggak tau kak tadi aku kebangun terus nggak bisa mejamin mata lagi…” sms ku.
“nggak koq al, bukan gara-gara kamu. Tapi emank aku orangnya kayak gini, kadang kalau kena air hujan badan aku panas… tapi nanti juga pasti sembuh koq kalau dah minum obat.” Sms kak adhit.
“ya udah, kakak minum obat… cepetan biar nggak tambah parah, terus kak adhit tidur yang nyenyak ya…?” sms ku.
Lama yang kuraskan, senyap dan sepi… seakan mataku ini menunggu datangnya pagi, sinar cahaya yang tak lagi membuat semua begitu gelap, menunggu sang penguasa dunia dan menunggu sebuah sinar kehidupan. Mungkin itu yang diharapkan mata ini. Ya !!!!!
Saat semua makhluk di bumi dapat melihat betapa indahnya jagat raya ini dengan sinar keemasan, yang kurasakan adalah rasa lelah, rasa kantuk yang begitu tak kuat ku menahanya.
__ADS_1
Aku pun tertidur lelap dan sangat tenang, seakan merasakan kenyamanan dalam tidur yang sangat panjang, terbius oleh kelelahan pikiran dan jasmaniku sendiri. Tak ku hiraukan apa yang telah terjadi dan apa yang sedang terjadi di sekitarku. Entah!!