
Di perempatan jalan terlihat sesosok pemuda.
Pemuda yang membawa sebuah payung, dia nampak seperti ingin sekali menjemput seseorang, tapi entah siapa aku tak tau,, karena yang terlihat tak begitu jelas di selaput mataku karena air hujan membasahinya.
Perlahan demi perlahan sosok pemuda itu berjalan menuju arahku.
“al, bandel banget sih!!.
waktu pertama kali kita ketemu dan sekarang juga kamu suka banget ya dengan air hujan, sampai-sampai kamu mengizinkan mereka membasahi tubuh kamu.” Ucap pemuda itu yang ternyata kak Adhit yang sedang menghampiriku dan menjemputku dengan sebuah payung.
“Lhoo kak Adhit koq disini, kakak dari mana, koq tau kalau aku hujan-hujanan??” tanyaku padanya yang sedang berusaha memayungiku.
“Tadi kebetulan aja aku lewat, terus aku liat cewek jalan dari toko sambil makan es krim… siapa lagi kalau bukan kamu al, cewek di daerah sini yang suka makam es krim di jalan.” Jawabnya.
__ADS_1
Akupun melamun, di bawah teduhnya payung yang terpegang oleh tangan dari sosok pemuda yang dulu pernah ku bertemu dengannya. Ku mengingat di saat pertama kali dan dalam kesempatan sekarang masih sama, saat hujan turun aku tlah bersamanya.
Entah,, mungkin ini yang dinamakan takdir Tuhan. Yang menentukan sebuah pertemuan, dalam kehidupanku kisah cintaku. So sweet,, hehehe……
“Kak aku pengen hujan-hujanan, aku nggak mau di payungin… kakak pulang aja ntar sakit lho kalau lama-lama kena suhu hujan kayak gini. Sana pulang… anak mama,,” ucapku.
“Eh, siapa bilang anak mama. Aku nggak bakal sakit koq kalau kena hujan sekalipun, kalau kamu mau hujan-hujan aku juga mau ikut kamu aja… biar kamu tau kalau aku tuh bukan anak mama.” Ucap kak Adhit yang tak terima ejekan dariku.
Selama berjam-jam kita berdua berada dalam derasnya air hujan. Air terus saja mengguyur tubuh kami dengan bertubi- tubi seakan tak akan ada habisnya air yang telah tumpah.
****
OMG…… I’m afraid……
__ADS_1
“al, kamu kenapa???” tanya kak adhit padaku.
“Aku takut gelap kak, aku pengen pulang… aku takut di sini snagat gelap. Aku membutuhkan cahaya…” jawabku
“Iya… aku anterin pulang ya al,, ayo0…??” ajak kak adhit.
Di tengah-tengah hujan angin begitu dingin ku rasakan. Badanku terasa menggigil kedinginan, hatiku ketakutan, gelap dan dingin… aku benci semua itu… aku benar-benar membencinya, mereka membuatku sulit untuk bisa hidup dan aku benar-benar membutuhkan orang lain.
“Ya Ampun al, kamu kenapa… kamu kedinginan ya?? kamu jangan takut ya.. aku disini koq akan ngelindungi kamu. Sini al, aku bakal peluk tubuh kamu biar nggak kedinginan… kita jalan sama-sama, pelan-pelan aja… kamu nggak usa takut al, nggak akan ada yang ngancam nyawa kamu selama ada aku disisi kamu” ucap kak Adhit.
Entah apa yang tlah di ucapkan kak adhit, sekedar ucapan agar aku tak merasa takut atau sebuah pesan dari lubuk hatinya untuk ku.
Malam itu aku benar-benar merasa aman berada di sisinya, apalagi dalam hangat pelukan sosok yang selama ini ku kagumi,, aku cinta kak Adhit.
__ADS_1
****