
WhatzZ !!! saat itu juga bola mataku ini menatap searah bola mata kak adhit, sungguh aku tak menyangka kalau itu memang benar-benar kak adhit dan bukan sekedar halusinasi yang kumiliki.
Aku pun tersenyum, seperti seorang yang tak mempunyai dosa apa-apa. Karena yang kurasakan saat ini rasa bahagia yang tak pernah ku bayangkan bakal aku rasakan.
Really !! mataku tak bisa berbohong, meskipun mulutku terasa tersumpal tak henti-hentinya mata ini menatap wajah kak adhit yang sedang barada dalam posisi mencubit pipiku.
“Kamu cantik ya al, meskipun dalam keadaan kamu berada dalam rumah. Tak pernah sedikitpun kerudung yang kamu pakek terlepas.” Ucap kak adhit sambil melepas tangannya dari pipiku.
Aku Cuma hanya bisa terdiam mendengarnya, aku tak tau harus berkata apa?? Setelah itu aku memakan es krim yang di bawakan kak adhit untukku, ehmm kalau aja tiap hari dia datang membawa es krim apa lagi coklat, bakal jadi penjual es krim nanti lama-lama, hehehee…
“Kakak nggak sibuk ta sekarang?” tanyaku.
“Nggak koq al, semua udah selesai… senin besok aku mau brangkat, aku udah nggak sabar ni, pengen berangkat sekarang. Hehehe” ucapnya.
__ADS_1
“Iya,” jawabku dengan berat hati.
Saat esok tiba,sebuh pesan singkat tlah dikirim oleh kak adhit untukku, sebuah pesan yang menyuruh jasmani ini mengantarkan kak adhit ke bandara. Menuju ke sebuah pesawat yang akan mengantarkannya ke masa depan, ke sebuah kesuksesan.
08.00 angka yang muncul pada jam tangan milikku, ku lihat kak adhit mengenkan pakaian yang begitu rapi, terlihat sangat tampan, tak seperti biasanya.
Entah kenapa setiap saat ia selalu tersenyum, tersipu malu dan bahkan tertawa sendiri… setelah dirasa jam menunjukkan pukul 08.30 kak adhit pun bergegas bersiap-siap karena pesawat akan landas pukul 09.00 tepat.
“al, aku berangkat ya… moga kamu relain aku pergi”ucapnya.
Entah kenapa?? Hati aku merasakan sakit atas apa yang telah terucap oleh bibirnya, sungguh aku tak bisa dan tak akan rela gitu aja.
Sejenak aku menatap mata kak adhit, aku tak bisa lagi menahan air mata begitu derasa ku rasakan mengalir di pipiku, dan segera saja kaki ini berlari menjauhi kak adhit tanpa berkata sepatah kata apapun, aku tak peduli apa yang nantinya bakal terpikir dalam otak kak adhit melihatku berlari darinya seperti itu.
__ADS_1
Tapi aku benar-benar sakit !!!!
“al, al, tunggu al, kenapa??”teriak kak adhit.
“Aku nggak bisa kak, aku nggak bisa !!!” teriakku padanya.
Kini… jauh sudah langkah ku dari kak adhit, entah aku tak tau keadaan kak adhit dan aku benar-benar tak mau tau tentang keberangkatannya.
Sungguh !! pesan singkat pun saat itu juga sampai pada inbox di handphoneku, kak adhit ??
“al, aku minta maap… aku nggak tau apa yang kamu rasain sekarang. Karena kamu pergi gitu aja tanpa ngasih penjelasan ke aku. Aku berangkat al, mungkin buat sementara handphone ku bakal mati sampai aku bisa membeli nomer baru disana. Setelah sampai disana aku bakal langsung hubungin kamu koq al, bye… putri cantik.” Smsnya.
Sedikitpun aku tak mau dan entah tak ada keinginan untuk memjawab pesan singkat dari kak adhit. Aku hanya ingin menangis, karena aku ingin kak adhit tak jadi berangkat dan menemuiku serta menemaniku setiap saat disini. Tapi apa !!! satu jam, dua jam aku menunggunya, ia sama sekali tak datang padaku.
__ADS_1