
~
“sekarang hari minggu al, biasanya anak-anak SMA menghabiskan hari dengan belanja atau sekedar jalan-jalan dengan teman sebayanya.” Ucap kak adhit yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.
Segera saja kaki ini berlari meninggal kan sesosok kak adhit yang benar-benar tak aku mengerti, entah kenapa dan apa yang tlah terjadi pada perasaan batinku.
Ingin rasanya ku menangis,,
tapi kanapa??
Tanpa alasan yang jelas, dan....
kenapa ucapan kak adhit seperti itu pada ku, kenapa ia begitu detail menilai jasad yang ku miliki ini?. tersirat rasa malu yang benar amat sangat ku tahan dari perkataannya.
terus saja ku berlari sejauh pandangan matanya dan pandangan mataku,,
jauh di antara pohon- pohon yang saling berjajar menemani jalan setapak dan batu- batu kerikil yang tercecer ditanah.
Jantungku yang berdegup menambah kegelisahan serta amarah yang seakan meluap bak ombak stunami yang ingin meratakan daratan luas.
####
di antara larian kaki mungilku yang sesekali tersandung juluran kain panjang yang ku kenakan. bayangan selalu saja mengikuti kemana ku berlari, padahal yang ku ingin hanyalah menyendiri,,
menenangkan hati,,
menenangkan rasa malu,,
rasa emosi dari kebodohanku,,
__ADS_1
Siapa sebenarnya dia?,
apa kemauannya?,
begitu juga dengan ku,,
apa yang sedang terjadi padaku,
diriku,,
prasaan yang ku miliki,,
bahkan otak pemikiranku?,
aaaaach,...
ingin rasanya ku berteriak sekencang mungkin agar hilang semua beban dan semua yang tlah terjadi padaku.
aku benar-benar tak berdaya,,
aku sungguh makhluk lemah.
####
Sesampailah jasad ini tepat di depan bangunan tua,. bangunan yang begitu kokoh serta menjulang ke langit biru, bangunan yang nampak terkikis jaman namun tetap indah layaknya masih tetap pantas tuk di tinggali insan manusia.
di antara gundukan dan tumpukan cadas- cadas besar, rumput liar ikut menghiasi keindahan alam yang sedikit membuat hatiku tenang.
ku terdiam sesaat,,
__ADS_1
umpatan- umpatan kecil mulai menggerutu di bibirku,, rasa penyesalan datang bergemuruh,, mataku berkaca- kaca seakan air mata ini tumpah, tapi tak ada alasan untuknya keluar dari kornea mataku,,
aku tak akan membiarkan itu terjadi, karena untuk apa menangisi kejadian yang tak paham akan kebenarannya.
masih ku tak percaya pada situasi ini,
tapi...
hatiku terlanjur tergores,,
sekecil apapun goresan itu, luar biasa sakitnya yang ku rasakan, melebihi tertusuk pisau.
kalau saja ada seseorang yang memiliki keajaiban, ku berharap bertemu dengan dia,,
akan ku teriakkan padanya
"tolong hilangkan ingatanku !!"
Mungkin kejadian ini, kejadian yang tak ku pahami nggak akan mudah hilang begitu saja dalam memori ini.
siulan burung, menemani kesendirianku yang terduduk di atas batu,, waktu demi waktu ku lewati dengan lamunan kosong.
mungkin satu menit tak cukup tuk ku berpikir jernih, butuh ratusan, bahkan ribuan menit tuk ku memapah hatiku menerima kelapangan dada bahwa ini hanyalah sebuah kesalahan dan kebodohanku semata.
****
ku mulai beranjak dari batu yang mungkin 240 menit yang lalu ku duduki,,
dengan berjalan tenang serta perlahan layaknya seorang ningrat yang meninggalkan kediamannya,, anggun tanpa tapakan suara kaki menuju kediaman kehangatan yang sedari kecil buatku nyaman menyinggahinya.
__ADS_1
Mungkin,,
seorang laki- laki paruh baya, atau seorang wanita paruh baya sudah menungguku disana, menungguku sangat lama seiring langit jingga perlahan mulai menaburi birunya atmosfer bumi.