
3,4,5 tanggal lima akhirnya datang juga… sekarang benar sebenar-benarnya kak adhit yang mulanya enjoy menjadi tegang dan salah tingkah mendapatkan surat pengumuman lomba, ia membolak-balik surat itu berulang kali tanpa membukanya.
Entah apa yang di lakukannya, aku tak mengerti tapi tingkahnya yang seperti itu cukup membuat hati ini semakin tertarik padanya, pada kepolosan yang kadang muncul pada diri kak adhit, lucu dengan tingkahnya yang kadang menggemaskan.
“kak, kakak kenapa sih… ayo0 donk cepetan di buka, aku kan juga pengen tau kak… gimana hasil lomba kemarin” ucapku.
Tapi… yang di lakukan kak adhit hanya nyengir, seperti orang gila… aku benar-benar tak paham denganya saat ini,, sesaat setelah itu dia lari entah kemana, aku tak bisa mengejarnya… OMG !!!
Apa yang sedang terjadi, ada apa gerangan dengan kaka adhit, sifatnya begitu aneh….. aku benar-benar tak sadar melihat sikapnya, akupun melamun, lama…. Lama…. Dan begitu lama.
Entah dari mana arahnya tiba-tiba sebuah kecupan tlah benar-benar bersandar pada pipi kananku, astaga… siapa ?? apa ini sungguhan.
__ADS_1
Aku tak bisa bangun dari lamunanku begitu saja tanpa ada bantuan, OMG.....!!! apa yang harus ku lakukan,, apa ??? apa !!!!!
“yeeeeeeee al, aku menang al, menaaaaaaang !!!” ucap kak adhit.
“aaaaaaaaaaaaaahhh kakak udah cium aku !!!” hentakku.
“uUpzZ… aaahhh aku nggak sengaja al, maap…” ucapnya.
Kini aku tidak dapat berkata-kata, meskipun sebenernya hati ini merasa senang, entah kenapa… mungkin aku begitu suka pada kak adhit, menjadikan diri aku tak bisa marah padanya malah menjadi senang karenanya.
Sekarang yang terjadi kak adhit begitu salah tingkah dan menyesali apa yang tlah ia lakukan, ia benar-benar meminta maaf padaku. Tapi aku tetap saja tak mau memperdulikannya, aku sengaja ingin melihat tingkah lakunya yang begitu lucu padaku,, tak hentinya meminta dan memohon maaf dariku yang sebenarnya aku tak marasa marah malah sebaliknya merasa senang.
__ADS_1
“yeeeeeeeeeeeeee kak adhit menang !!!!” ucapku smbil memeluknya.
“hah !!” ucapnya sambil terbengong-bengong melihat ku sedang memeluknya karena merasa senang.
Sejam kemudian kak adhit mendapat panggilan dari kantor mengenai hasil yang ia dapatkan, aku pun mengikutinya dari belakang dan sampai pada depan kantor… begitu lama pembicaraan yang ku dengarkan.
Pembicaraan antara kak adhit serta semua dosen yang sedang berada di tempat tersebut, entah slah atau benar yang sedang terdengar oleh lubang telingga ini, setelah mengikuti lomba ternyata kak adhit mendapatkan rekomondasi, ia mendapatkan beasiswa tambahan dari kampus dan kampus tetangga yang saling bekerja sama untuk mengirim kak adhit ke luar negeri untuk meneruskan kuliahnya sampai S2 disana.
Entah….. rasanya aku ingin sekali menangis mendengarkan itu semua, karena aku tak rela. Yang aku ingini cuma 1 kak adhit tetap bersamaku disini, bukan malah ia pergi ke negeri orang meskipun tujuannya untuk menuntut ilmu… kenapa harus ke luar negeri, memangnya kenapa??
Apa ada malasah di dalam negeri ini, sehingga teknologi dalam negeri tak secanggih yang ada disana.
__ADS_1
Ternyata negara ini masih lemah, cara berfikir mereka,, mereka menganggap luar negeri adalah yang terbaik, it’s number one !!, bullshit !!!!!!!