
Dua haripun tlah ku lewati dengan menutup mata, tak beranjak sedikitpun jasmaniku dari pembaringan, ku terkulai lemah, tak ku hiraukan siapapun yang memanggil. Rasanya aku tak bisa mengenali siapapun yang menghampiriku. Kosong!!!
****
Kini aku mulai membuka mata ini lagi. Tapi tetap saja aku tak bisa mempercayai dunia ini, tak akan dan tak akan pernah kembali ku percaya. Karena dunia ini tlah memisahkan ku dengan kak Adhit, seseorang yang aku cinta.
Berhari-hari tak mau aku memberikan sesuatu atau energy kepada jasmaniku ini, aku tak peduli… Aku tak pernah berpikir bagaimana aku bisa menerima semua ini, dan aku tak pernah berfikir tentang kematian. Siapa yang akan mati, kapan, dimana???
Tak pernah terpikir ketika semak, rumput yang mulanya berwarna hijau berubah menjadi coklat kekeringan. Mungkin seperti itu perasaan ku sekarang, tinggal menunggu terbakar atau terkubur bersama tanah liat yang bersahabat dengan jasad-jasad yang tak berguna lagi di atas bumi.
Dari jauh, dan entah dari mana terdengar oleh telingaku ini suara alunan musik, sebuah musik yang… entah tak bisa aku berfikir tentang lagu itu, mungkin di saat aku mencintaimu : dadali.
Am Em
Mengapa kau pergi, Mengapa kau pergi
F C
Di saat aku mulai mencintaimu,
Dm Am
berharap engkau jadi kekasih hatiku,
F E
Malah kau pergi jauh dari hidupku,
Am Em
Menyendiri lagi, Menyendiri lagi,
F C
Di saat kau tinggalkan diriku pergi,
__ADS_1
Dm Am
Tak pernah ada yang menhiasi hariku,
F E
Di saat aku terbangun dari tidurku,
Am Dm G C
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku,
F Dm E
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencintai dirimu,
Am Dm G C
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku,
F Dm E
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencinta
Am Em
Menyendiri lagi, Menyendiri lagi,
F C
Di saat kau tinggalkan diriku pergi,
Dm Am
Tak pernah ada yang menhiasi hariku,
__ADS_1
F E
Di saat aku terbangun dari tidurku,
Am Dm G C
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku,
F Dm E
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencintai dirimu,
Am Dm G C
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku,
F Dm E
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencinta
####
Bertambah tak menentunya hatiku, serasa meraung-raung kesakitan. Linangan demi linangan air mataku menetes kian deras tanpa adanya isakan maupun tangisan yang keluar dari bibirku yang bungkam.
Tubuhku serasa tersayat pisau, perlahan kakiku meringkuh kedalam pelukan tangan dan dadaku. Masih ku berbaring tak berdaya, tak sedikitpun aku menginjakkan kaki pada tanah di bumi ini, yang bagiku bumi ini telah merenggut seseorang yang benar- benar aku harapkan. Yang sungguh- sungguh aku impikan kebersamaan bersamanya, dan seseorang yang menjadi tujuan jati diriku.
Bagaimana bisa aku menuduh Tuhan tak adil,,
Bagaimana bisa aku mengolok Tuhan yang telah menciptakan ku dan kak Adhit.
Namun, Bagaimana bisa Tuhan merenggut kak Adhit yang telah ia ciptakan kembali padanya secepat ini.
Ini belum kiamat Tuhan !!!
Tapi kenapa rasanya semua sudah berakhir bagiku, rasanya sudah tertiup sangkakala di telingaku. Kenapa?? Kenapa?? Kenapa??
__ADS_1
Tak ada jawaban yang dapat siapapun berikan padaku. Sekali lagi, hatiku terus saja menyalahkan Tuhan, hatiku selalu bergeming, kenapa terjadi padaku, kenapa?? kenapa?? dan kenapa??