Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Menua dalam Penyesalan


__ADS_3

Berhari-hari pula aku mengurung jasad ini di sebuah ruangan kosong, kadang tertawa sendiri dalam tangis yang menyakitkan terjadi padaku. Kadang… menangis dalam jeritan ku lakukan tanpa henti dan tanpa sadar.


Aku butuh ketenangan terlebih lagi aku sungguh membutuhkan kak Adhit, sesosok pemuda yang bernama Adhit Pradigda yang aku butuhkan dan aku benar-benar membutuhkannya.


Tak ada yang lebih dari itu yang selalu aku harapkan, dan apa apa yang di bandingkan dengan apa yang bisa terjadi. Mungkin lebih baik saat itu aku merelakan kak adhit untuk menuntut ilmu dan bukan malah seperti ini, sungguh tak akan rela sampai kapanpun.


Aku tak mau menerima kenyataan bahwa kak Adhit tlah benar-benar meninggalkan ku dan memilih hidup bersama Tuhan, itu tak adil buat aku, tak akan pernah adil… mungkin memang benar, dunia ini, kak adhit, dan semua yang ada bukan milik aku, tak akan pernah jadi milik aku walaupun Cuma sejenak.


****


Pada beberapa titik, aku tau ada sesuatu yang akan memisahkan aku dan kehidupan aku dan ini akan menjadi sesuatu hal yang menyakitkan bahkan, kecelakaan atau penyakit usia tua, dan itu bukan pilihan, itu adalah sebuah tragedy, mungkin sebuah tragedy menuju proses kematian.


Tapi seenggaknya kenapa Tuhan tak memberi ruang kebahagiaan sebelum aku benar-benar dapat merasakan tragedy itu… apa memang keadilan Tuhan sudah tidak ada !! kemana?? Dimana?? Kalau pun mereka bersembunyi, aku mohon jangan jadi pengecut !!!

__ADS_1


Aku benar-benar merasakan kegilaan, sampai saat ini masih saja terasa dalam hati ini, mungkin aku masih mengingatnya. Dua setengah tahun aku berada dalam rumah sakit, bukan terbaring tapi mungkin bisa dikatakan menggantungkan nyawa… yaa… tanpa kehadiran sosok pemuda dalam kehidupan aku dan sampai sekarang tak pernah sedikitpun ada walau meskipun seandainya seperti setitik debu. Rasa yang akan nantinya tertempel di dinding selaput hati aku.


Ku tekatkan hidupku dalam kesendirian, meski nantinya kesepian demi kesepian ku rasakan setiap saat, tapi tetap saja hatiku hanya membutuhkan sosok pemuda yang tiada lagi ku angani suatu saat nanti. Dia... Sosok pemuda berkaca mata, Sosok pemuda cinta pertamaku, Sosok pemuda dalam setiap fatamorgana impianku. Dan Dia.... Sosok pemuda yang menjadi tujuan atas bersyukurnya ku diberikan kehidupan ini.


Namun tak lagi..


Tak akan ada lagi rasa syukurku padaNya, bersama menghilangnya sosok pemuda yang ku impian. Ku siap menyia- nyiakan hidup yang tinggal tulang belulang ini.


####


Maaf,,


Mungkin hanya itu yang bisa aku bisikkan kepada kalian, Yaa kalian begitu berharga untuk kehidupan bumi ini. Untuk semua orang dan bagi orang yang mempunyai sosok dalam kehidupan masing-masing, aku harap bisa menjaganya sepenuh hati dan selalu berdoa.

__ADS_1


Jangan pernah gunakan ego yang ada pada jiwa ini, biarkan ego itu tetap selalu tidur. Maka tak akan sedikitpun mengganggu kehidupan kita.







..................................Tamat.............................

__ADS_1


**Terima kasih teman- teman sudah membaca karya pertamaku..


Maaf jika masih ada banyak kesalahan dalam penulisan. Aku akan berusaha lebih baik lagi dan belajar dari kesalahan- kesalahan yang sudah ada sebelumnya**.


__ADS_2