
08.00 malam.
Kesekian kalinya jam di dinding berputar,, yang kerap kali ku pandang sekarang menunjukkan angka. Sebuah angka yang menghitung sebuah waktu.
Malampun semakin malam.
Sebuah pesan singkat muncul dari benda elektronik kepunyaanku.
“Sms?? dari kak Adhit… emmhh di buka apa nggak ya… koq tumben dia sms aku, ada apa, apa ada hal yang penting?!” gumamku.
Perlahan ku buka pesan itu, mungkin ini adalah pesan singkat yang ke-2 ku dapatkan dari kak adhit. Pesan singkat yang pertama ku dapatkan, waktu dulu dan mungkin sudah beberapa tahun yang lalu.
“Assalamualaikum al, maap kalau aku mengganggumu malam-malam… al, besok kamu brangkat kuliah naek pa? jangan naek angkot lagi al, bahaya… mending kamu bareng aku aja. Aku kan bawa sepada ntar aku bonceng kamu koq,, gimana kamu mau ta??” sms kak Adhit.
Mungkin agak kaget, tapi… rasanya hati ini tak mau mengelak, tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini.
__ADS_1
Mungkin kapan lagi aku bisa dekat dengan kak adhit kalau ku lewatkan kesempatan ini begitu saja. Dengan tak segan lagi ku balas pesan singkat itu.
“Hu’um kakak bener banget, naek angkot emang nggak aman kak, tapi mau gimana lagi aku nggak punya kendaraan lain buat pergi ke kampus. Umh,, kalau kakak nggak keberatan aku mau koq.” Sms ku.
“iya al, aku nggak keberatan sama sekali, malahan aku seneng kamu nggak nolak aku ajak brangkat bareng. Biar aku ada temannya… hehehe” sms kak Adhit.
Aku hanya bisa tersenyum membaca balasan sms dari kak adhit, dia begitu baik tak seperti pertama kali ku bertemu dengannya,, ternyata apa yang ku fikirkan slama ini benar, di balik sifat judes serta semua sifat keburukan yang ia miliki, dia adalah sosok yang penuh perhatian dan baik, cakep. Hahahaa !!!!
****
Aku kerkemas-kemas untuk kegiatan rutinku setiap hari, kuliah yang kadang membuatku penat tapi kadang membuat hati ini berbangga entah kanapa??
Sejam kemudian kak adhit muncul di depan rumahku, hari ini ku liat ia sangat senang, entah kenapa aku tak tau perasaan yang ia rasakan sekarang tapi…
Aku juga merasa senang hari ini, mungkin kesenanganku melebihi perasaan kak adhit. Mungkin !!!!
__ADS_1
Waktunya kita berdua brangkat ke sebuah kediaman masa depan, bangku kuliah tlah menantiku dan kak adhit, meskipun kelas kita berbeda. Kak adhit begitu pandai, pintar dalam segala bidang.
Apalagi bidang bangunan… dia bercita-cita menjadi seorang arsitektur, tangannya cekatan dalam hal gambar-menggambar.
“Kak aku masuk kelas dulu ya?” ucapku pada kak adhit.
“Iya, nanti pulangnya kita bareng lagi ya al…” jawab kak adhit.
"Iya kak, nanti aku bakal nunggu kakak kalau kuliahku kelar duluan" cengir ku
"Oke, nanti tunggu aja di Gajebo atau di kantin" ucap kak Adhit
Kamipun berpisah di depan pintu ruang E16 yang merupakan tempatku mengasah dan menerima ilmu yang lebih tinggi di bandingkan murid SMA atau mata pelajaran umum. Dan hanya berfokus pada satu bidang saja,,
Yaaa....
__ADS_1
Mata perkuliahan, jurusan yang telah ku pilih untuk ku pelajari menyeluruh. Ibarat menyelam ke dalam laut biru untuk melihat terumbu karang, meski mengorbankan udara di permukaan. Sama halnya menghabiskan dan memeras otak ini untuk mempelajari sampai dasarnya dan titik fokus sebagai pengorbanan waktu.