Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Tak Dapat RELA


__ADS_3

Sejauh mungkin aku berusah untuk berlari, sekuat kaki ini ku paksa tuk benar-benar berlari dari kenyataan yang mungkin baru saja ku dengar, karena aku tak mau itu benar- benar terjadi, aku cuma berharap pada Tuhan…


Semoga yang barusan aku dengar adalah fatamorgana, cuma hayalan dalam pemikiranku dan bukan kenyataan yang bakalan benar-benar terjadi nantinya.


Aku tak mau, aku tak mau kalau kak adhit pergi ninggalin aku, aku tak mau sendirian dan tak mungkin juga nantinya aku ikut bersamanya ke luar negeri.


Jauh disana, kak adhit mencari keberadaan ku. Mungkin dia tak akan tau dan tak akan pernah mengerti kalau aku benar-benar tak rela melepasnya pergi, dia berlari dari sudut ke sudut, dari tepi ke tepi. Meraung- raung memanggil - manggil namaku, mencari sosok ku.


“al, aku dapat beasiswa buat nerusin study ke luar negeri al…” teriaknya mencariku.


Handphone ku serasa bergetar, ternyata kak adhit berusaha menghubungiku, tak henti-hentinya ia calls. Tapi tak stupun aku mau mengangkatnya, aku bener-bener tak bisa nerima keadaan.

__ADS_1


“al, kamu kemana?? Please… angkat telpon ku al.” sms kak adhit.


Aku benar-benar tak mau mengangkatnya, tak mau memberikan kabar padanya dan memberikan kesempatan tuk dia berbicara padaku karena aku tau apa yang akan ia ucapkan padaku, kalau nantinya ia akan berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah S2nya karena mendapatkan beasiswa.


Aku tak sanggup mendengarnya. Sungguh !!!


****


Aku terus saja menyendiri, merenungkan semua, berbagai spekulasi muncul dalam pikiranku. Banyak sekali dugaan- dugaan dan alasan yang tak dapat benar- benar aku terima meski masuk akal dan demi kebaikan semua orang. Aku benar- benar merasa egois atas diriku sendiri, atas kehidupan orang lain yang sebenarnya belum sepenuhnya aku miliki.


Tapi akal sehatku tak memikirkan hal tersebut, keegoisanku lebih mendominasi atas keinginanku memilikinya dalam hidupku di banding menatap kenyataan yang menyakitkan.

__ADS_1


Berjam-jam bisa saja aku membiarkan jasad yang ku miliki ini terlunta-lunta tak terawat, tapi… mungkin masih ada kesempatan untukku berbicara kepada kak adhit, kalau sebenernya aku tak mau dia pergi karena aku sangat sayang padanya dan aku tak mau disini sendiri.


Pukul 12.00 siang, aku mencoba untuk menemui kak adhit.


Aku mencarinya ke rumah, kampus, tapi… aku tak menemukannya, kemana kak adhit, kemana dia??, kemana aku harus mencarinya lagi… kemana !!! mungkin sebaiknya aku hubungi dia, mungkin dengan cara aku call dia aku bakalan tau dimana keberadaannya sekarang atau sekedar sms mungkin.


Tak lama… aku berusaha menghubungi kak adhit, ternyata nomer handphonenya tak aktif, tak bisa dihubungi, kenapa ??? apa yang sedang terjadi, dimana seberannya kak adhit sekarang. Kenapa dia tak memberikan kabar sedeikitpun kepadaku.


Oh My g0d…… apa yang harus aku lakukan. Apa Tuhan !!! apa !!!


****

__ADS_1


Berhari-hari aku tak berhasil menemukan kak adhit, sedikitpun kabar jua tak kunjung datang padaku, sebuah kabar yang ku tunggu keberadaanya tentang kak adhit. Mungkin aku tlah merasa putus asa, sakit, aku sungguh tak ingin kehilangan kak adhit. Sungguh !!!


__ADS_2