Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Fatamorgana yang Nyata


__ADS_3

21, 22, 23, 24, 25,,


januari, februari, maret, ah….


Angka dan huruf pada kalender kian lama kian cepat saja rasanya berganti,


membuat sempit keadaan.


apalagi mengingat usiaku yang lama kian termakan masa,


mungkin sebagian orang suka melihat usia mereka yang termakan masa dan meningkat seperti itu.


not me,,


bagi ku…


itu semua penderitaan!,


menyusahkan buatku,


masaku tlah habis!,


OMG..........!!!!!!!


18 tahun,


sebentar lagi umur ku bakal bertambah menjadi 18 tahun,,


rasanya berat!!!


seperti ada yang menambahkan, semacam timbangan yang terlalu banyak muatan, tak seimbang !!


Entah apa yang bakal aku terima nantinya,,


dia,,


bayangan,,


sosok,,


tak pernah sedikit pun muncul tapi terasa nyata dalam pikiranku..


****


kesepian demi kesepian tlah terisi oleh bayang-bayang yang selalu menghantui kehidupanku.


Sesosok pemuda yang tak pernah bisa terungkap dan tak pernah bisa aku jamah.


Tuhan, Tuhan, !!!


####


Di atas bukit yang tinggi berselimutkan kabut, lirih terdengar suara,,


bisikan,,


erangan,,


ah apalah,,

__ADS_1


tak paham telinga ini tuk menangkap sinyal-sinyal yang tak penting seperti itu.


Tapi…………


Lirih terdengar dalam lubang telinga ini suara perlahan, semacam bas dalam sebuah music yang menderu,,


siapa?


Dimana?


Ingin segera saja ku tengok asal suara itu,


ingin dan ingin.


####


Mungkin, semua insan punya kelemahan !!


tapi tak mungkin semua insan punya kelebihan,.


aku tak kan menyerah gitu aja,,


kan ku pastikan kaki mungil ini terangkat tuk berjalan mencarinya dan terus mencarinya.


uUps !!


hampir saja terlupakan…


suara itu?


Segera saja kaki ini berlari menghampiri atau mungkin sekedar tuk menengokkan aggota kepala sebagai pengobat rasa penasaran.


entahlah, benar-benar, sungguh aku tak menyangka……………


suara itu?,


suara itu?,


sosok pemuda?


Air hujan, o0h My god !!,


I can’t belive?, Really?


Tak berapa lama mungkin saja jam di dinding kehabisan detaknya sama seperti apa yang ku rasan atau……….


Entahlah aku tak pedulikan semuanya,


aku tak pedulikan !!


sungguh !!,


dia siratkan segores senyum di wajahnya yang sekarang benar-benar ku ketahui,,


bibir,,


Lesung pipi,,


Mata berlapiskan kaca,,

__ADS_1


helaian hitam,,


bahkan postur tubuh,


ah !!


rasanya seperti aku benar-benar sedang menemukan mutira bahkan mungkin intan dalam dasar laut.


Tapi kenapa?,


bibir ini seolah terkunci rapat atau sebuah beban yang sedang tersumbat,


OMG !!!


apa yang harus aku lakukan !!


aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini………….


Sungguh !!


rasanya ingin berteriak saja,


aku ingin dia pahami apa yang telah aku alami dan rasakan slama ini.


####


Terlihat di sampingnya, seorang yang benar-benar aku kenal, benar-benar aku pahami, benar-benar jadi sahabatku di sekolah.


Jerry…


tapi, yang tak bisa ku pahami “1”,


mereka berdua sedang berdiri bersama di depan pintu, di tempat perlindungan yang ku miliki, rumahku yang sederhana.


Mungkin sebelumnya aku tak pernah membayangkan seperti itu,


tak pernah berprasangka sejauh itu,,


mustahil !!


Perlahan lubang telinga ini seperti serasa menangkap angin bernada seperti sedang memanggil,


ah !!


seperti suara jerry,, entahlah.


“al, hello…………al, dari tadi aku manggil koq gak jawab..” hentak jerry mungkin yang keberapa kalinya ia bersuara.


“ah, maap……… jerry ada apa kesini, koq tumben ngajak siapa?”sahut ucapanku.


“o0h…..ini kakak aku al, yang kuliah di jogja pindah kuliah disini ntar,” jawab jerry yang mungkin atas jawaban itu membentuk kedamaian dalam batinku bahkan dapat menyelaraskan kehidupkanku nantinya, semoga saja…


“Kenalin ni,, namanya kak adhit, Adhitia pradigda. Kakak aku yang paling jelek tu sedunia, uhh……………” lanjut jerry


“Gak ah jer, malah bagi aku dia tu pangeran berkaca mata” ucapku lirih,


entah mereka berdua mendengar atau tidak.


“apa al?” tanya jerry

__ADS_1


“gak koq, yuk masuk…” ajakku.


__ADS_2