Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"

Sesosok Pemuda Dalam Kehidupan "AL"
Luka yang tak berlalu


__ADS_3

Mungkin seminggu tlah berlalu,,


hilang bersama prasaan yang benar-benar ku tak menyangka kan terasa di hati,,


tak sakit memang tapi seenggaknya terasa sedikit kekecewaan di batin dalam jasad ini.


Di ruang yang kosong,.


penuh dengan benda-benda yang entah kadang tak berarti lagi nilainya,


namun...


kadang benar-benar di butuhkan oleh anggota jasmani ini.


####


Di sudut sebuah kamar, terlihat sebuah benda yang bentuknya berkilap,


mungil,


kecil,


lucu.


“siapa ni, nomor baru? Rasanya aku tak pernah kenal,” ucapku dengan mengambil handphone di atas meja kamar.


Ku dapati di dalamnya sebuah sms singkat dari sebuah nomor baru, setelah ku buka, ternyata isinya sebuah permintaan maaf dari seseorang.


Orang yang pernah memberi kekecewaan di batinku, sebuah ucapan yang tak ku mengerti makna serta maksud yang tersembunyi di dalamnya.


“assalamu’alaikum al, sebelumnya aku minta maap klo sms ku ini menggugah ragamu yang mungkin sedang tenang dimana kau berada, mungkin tak kan ku lihat lagi goresan senyum di raut wajahmu jikalu aku tlah menyakiti hatimu dan tak meminta sebuah permohonan yang setulusnya dari lubuk hatimu, maka dari itu, al aku benar-benar minta maap ma kamu atas ucapan ku tempo dulu, adhit”


Entah,,

__ADS_1


apa yang ada di pikirannya sekarang,.


dia layangkan sebuah sms permintaan maaf, dan entah dari mana ia mendapati nomor aku.


Jerry mungkin,. ya…


pastinya jerry yang tlah memberikan nomor handphone ku ke kak adhit.


Ah,,


apa yang harus aku lakukan sekarang… membalas smsnya


atau…


menganggapnya tak pernah ada di memoriku tentang sesosok pemuda yang ternyata tlah ku kenal kini.


“huft,, mending handphone ini aku ungsikan aja, bentar lagi kan aku ujian akhir sekolah, aku mau hadepin kelulusan, aku harus belajar!!” ucapku sambil mematikan benda elektronik mungil yang ku pegang.


Di saat seperti ini, mungkin yang lebih baik dan yang harus ku lakukan adalah berdiam diri mendengarkan music atau menidurkan sejenak jasmani serta batin yang terasa lelah ini.


Tepat pukul 6 pagi,,


entah kenapa aku ingin sekali melangkahkan kaki ini menuju sebuah tempat yang dapat memperlihatkan ku sebuah keindahan ciptaan Tuhan yang masih tersisa di dunia ini.


Dalam kesendirian lagi-lagi fatamorganaku muncul kembali, kambuh,


bangkit dari persemayamannya.


Entahlah,,


bayang-bayang sosok kak adhit kini aku rasakan,


meskipun tlah ku ingkari dari prasaan ku ini dan tlah ku coba hapus dari kediaman dasar hati kecil dalam jasmani ini,

__ADS_1


nonsense !!


sangat mustahil dalam sekejab menghilang tanpa bekas.


****


Sesaat saja berada disini, jasad ini merasakan lelah,


mungkin karena pengaruh yang bertolak belakang antara fatamorgana dan kenyataan.


Bagai kutub utara dan kutub selatan, tak kan pernah menyatu…


huft...


pikiranku serasa melayang,


suram,


gelap,


kelam,


peredaran darah terasa mendidih,


mungkin memang pulang jalan terbaik.


merebahkan kelelahan jasmani dan rohaniku di pembaringan kenyamanan,, menemui beberapa orang yang spesial lebih penting dibanding dengan lamunan.


keluarga...


dimana dapat ditemukan jika ku melangkah pulang,. tak akan lagi ada fatamorgana saat berkumpul bersama, dibanding dengan menyendiri kesedian akan selalu menyerang.


"aku benci hari minggu, tak ada teman, tak ada kegiatan" umpatku sembari berjalan,

__ADS_1


tiupan angin menemani jalan pulangku, membuat juluran kain panjang di kepalaku melambung ke udara. melayang- layang seperti daun di ujung ranting.


"pulang jalan terbaik" gumamku dalam hati.


__ADS_2