SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN

SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN
amarah sisil


__ADS_3

Raka yang enggak ingin perselingkuhan Raka dan Michel ketahuan, Raka berusaha untuk mencari cara memberitahu Michel rencana Sisil.


" sayang aku ke toilet dulu yah, mau ikut." goda Raka melihat istrinya sibuk kerja


" enggak sayang, nanti saja, lagian tadi kan sudah." ucap Viona yang enggak faham sama keinginan Raka


Raka langsung ke kamar mandi, Raka menelfon Michel. dengan pelan Raka menceritakan semuanya, betapa kagetnya Michel saat mendengar perkataan Raka.


" aaarrrgghh sial, jadi Budi tadi menjebak dan sialnya pas saya lagi olahraga panas. Sisil pasti marah besar." teriak Michel kaget


" jangan pecat Budi, bisa bisa Sisil semakin marah. cepatlah pulang, jangan sampai Sisil tahu kalo saya kasih tahu semua, saya enggak mau perselingkuhan yang kita lakukan ketahuan sama mereka." ucap Raka pelan


" baik lah baiklah, saya pulang sekarang, sialan Budi." teriak Michel semakin kesal.


Raka langsung menghampiri Viona yang masih bekerja, Raka masih. mencintai Viona masih ingin melanjutkan pernikahan nya, urusan nafsong yang enggak bisa dikendalikan membuat Raka dan Michel dengan seenaknya mencari wanita lain setiap perjalanan dinas dan saat saat emosi sama Viona


dilain Sisi, baby sister membantu Sisil memasukkan baju bajunya kedalam tas, begitu juga dengan baju Eka. Sisil yang masih ingat telefon tadi merasa jijik dan enggak menyangka sama kebiasaan buruk suaminya selama nikah.


" dari kapan sayang kamu melakukan olahraga panas seenaknya, menjijikan sekali kamu sayang." batin Sisil dengan sedih dan kecewa


" maaf Bu, semuanya sudah siap, apartemen sudah dibersihkan, isi kulkas sebagian kita bawa Bu." ucap baby sister melihat Sisil enggak tega.


" hayo kita jalan" ucap Sisil menghapus air matanya


Sisil menggendong Eka sedangkan baby sister membawa barang barang, saat dibawah Sisil melihat bodyguard yang lagi duduk dibawah dan menghampiri nya.


" bersiaplah, kamu ikut saya, ada pekerjaan yang harus kamu lakukan." perintah Sisil


" baik nyonya, saya akan berkemas." ucap bodyguard yang melihat bawaan majikannya


Sisil, bodyguard,dan baby sister langsung jalan ke apartemen Sisil. Sisil memberitahu viona kalo dirinya lebih cepet ke apartemen, Sisil engga sanggup melihat baju bajunya Michel


" kalo ada tuan datang ke apartemen, kamu usir, kalo maksa kamu lebih paksa lagi usir tuan." perintah Sisil, Sisil males ketemu sama Michel

__ADS_1


" baik nyonya" ucap bodyguard yang faham majikannya lagi berantem.


dilain sisi, Raka menjemput Michel di bandara, Raka menceritakan semuanya lagi. betapa bodohnya Michel melakukan kesalahan sefatal ini.


" kamu harus berjuang mendapatkan maaf dari Sisil, dan cari alasan untuk mendapatkan maaf." ucap Raka, Raka yang engga mau melihat Sisil dan viona nangis. tapi kenyataannya membuat dua orang yang disayangi nya terluka


" pasti Raka, saya kira Budi telefon emang urusan penting ternyata suruhan Sisil. lagian ngapain sih Sisil ke kantor." ucap Michel kesel


" awalnya sih Viona yang ke kantor karena saya di telefon enggak ada respon, akhirnya Dion yang minta viona datang ke kantor. dan Sisil dari pada bosan ke kantor kamu." lanjut Raka yang lupa minta bantuan sama asistennya


" enaknya kamu enggak ketauan Raka, harusnya kamu juga nih biar kompak apesnya." lanjut Michel dengan terkekeh


" enak saja, yang bodoh siapa yang harus ikutan siapa. makannya kalo lagi begituan ngapain angkat telefon sih, ingat jangan bikin masalah negur Budi apa lagi mecat dia." lanjut Raka semakin kesal


Raka mengantarkan Michel ke apartemen Sisil, Michel melihat bodyguard didepan pintu masuk berusaha masuk tapi di tahan sama bodyguard


" apa hak kamu melarang saya masuk" bentak Michel kesal


" tapi ini semua salah faham saya mau jelasin ke istri saya." lanjut Michel berusaha masuk tapi Michel didorong dengan paksa


" maafkan saya, saya cuma jalani tugas saja tuan." lanjut bodyguard menatap Michel yang keras kepala


" Raka bagaimana ini, saya enggak mau Sisil marah." lanjut Michel takut


" biarkan Sisil tenang dulu, besok kita kesini lagi." ucap Raka yang enggak ingin membuat keributan


Michel nurut keinginan Raka untuk pulang, Michel dan Raka ke kantor jemput Viona yang sudah siap siap pulang kerja.


plak" satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipinya Michel, Viona yang melihat Michel mendekati nya langsung menyambut dengan tamparan.


" Viona, kenapa nampar saya, apa salah saya Vi." ucap Michel nahan keselnya


" masih tanya apa salah kamu hah" bentak Viona penuh amarah

__ADS_1


" lagi ngapain kamu tadi, pas Budi nelefon kamu hah, begini kegiatan kamu kalo lagi kunjungan kerja." bentak Viona lagi, semakin kesal melihat Michel seperti orang bodoh.


" yang selingkuh kamu doang atau ada yang ikutan." sambung Viona melirik Raka


" aku, aku beneran kerja sayang, aku enggak berani mendua sayang." ucap Raka berusaha santai, Viona sudah mulai curiga karena kebodohannya Michel kebongkar


" oke aku percaya, tapi kalo ketahuan ikutan juga. aku akan kembali ke rumah bunda dan ayah." lanjut Viona berusaha percaya sama suaminya


" terimakasih sayang sudah percaya sama aku, aku berusaha setia." lanjut Raka meluk Viona dengan rasa takut


" salah faham Viona, masa saya tega mengkhianati istri sendiri." ucap Michel berusaha meyakinkan Viona


" setiap kunjungan kerja, kamu dan Raka selalu mematikan handphone. saya dan Sisil selalu berusaha berfikir positif kalian kerja dengan baik, walaupun emosi dan kalian berangkat kerja seenaknya tengah malam jalan. kita berfikir positif dan saat Sisil mendengarkan suara menjijikan itu, apa kamu fikir Sisil salah faham dengarnya. Sisil lospeker pembicaraan kamu dan Budi, Suara itu kedengaran dengan baik dan jelas. apa itu salah faham" lanjut Viona berusaha menahan suaranya untuk enggak marah berlebihan


" apa salah kalo istri kamu marah, jawab Michel." sambung Viona semakin nahan amarahnya


Raka membiarkan istrinya marah ke Michel, karena Raka tahu kedekatan Viona dan Sisil seperti saudara.


" maafkan saya" lanjut Michel dengan nunduk, menyesal enggak bisa menahan ego dan nafsongnya.


" saya dan Raka enggak akan membantu kamu, untuk membujuk Sisil biar kamu sendiri yang berjuang untuk meluluhkan kepercayaan istri kamu sendiri." lanjut Viona yang kecewa sama Michel,dan sejujurnya Viona enggak sepenuhnya percaya Raka enggak punya selingkuhan. selama kunjungan kerja ke kampus cinta.


" iyah sayang, aku enggak akan ikut campur." lanjut Raka memeluk Viona


" jangan begitu dong Viona, jangan enggak peduli begini." lanjut Michel memelas, tapi diabaikan sama Viona.


Viona langsung merapihkan meja kerjanya, Raka yang bingung sama posisinya akhirnya pasrah memilih ikutin keinginan istrinya. Viona langsung keluar dari ruangannya dan menuju keluar kantor.


" sabar bro, berjuang lah demi mendapatkan kata maaf dari Sisil, sementara waktu jangan ke kampus cinta dulu." ucap Raka nepuk bahunya Michel


" sialan, enaknya perselingkuhan kamu aman" ucap Michel menyesal


Viona yang melihat suaminya ngobrol sama Michel, penasaran apa yang mereka obrolkan tapi Viona berusaha untuk tenang.

__ADS_1


__ADS_2