
Viona dan Sisil mendengar dengan cermat keinginan suaminya, sejujurnya Sisil sangat sedih sekali kampus cinta yang masih baru harus dijual karena masalah pribadi, tapi Sisil enggak ingin Michel terlalu sibuk bekerja sampai lupa waktu sama anak dan istri di rumah.
" Maafkan aku sayang, bukannya egois dan enggak profesional sayang, tapi ini untuk kebaikan kita juga sayang." Ucap Michel lirih
" Kita bangga punya kampus sendiri, tapi kalo kita enggak ada waktu sama kalian untuk apa dipertahankan, Jadi keputusan final kita yah dijual ke dinas terkait sayang." Ucap Raka merasa enggak enak hati.
" Aku setuju sayang, aku ikut saja apa baiknya untuk keluarga kita." Ucap Viona senyum manis.
" Terimakasih sayang" Lanjut Raka, Raka meluk Viona merasa lega
" Yah sudah aku juga setuju, aku enggak ingin ada masalah lagi.apa lagi bikin kalian selingkuh lagi." Lanjut Sisil, Sisil berusaha ikhlas sama keputusan suaminya.
" Yah sudah, aku proses semuanya yah sayang" Lanjut Michel merasa enggak tega
__ADS_1
" Biar keluarga besar ayah yang melanjutkan" Ucap Eriko tiba tiba muncul
" Ayah" Ucap Sisil,Michel,Raka,dan Viona bersamaan.
" Ayah enggak akan biarkan kampus itu dijual, biar om nya Sisil dan Viona yang akan mengambil alih kampus itu, karena ayah bangga sama proyek pertamanya Sisil. makannya mau membantu kalian." Lanjut Eriko, Eriko bangga sama anak kandungnya yang mau berusaha lebih berkembang dari perusahaan miliknya.
" Terus sebagai CEO utama atau wakil CEO?" Tanya Michel, Michel harus tahu posisinya
" Terus kita ketemunya kapan? Serah terima kepemilikan kampus, yah ampun dia yang beli tapi statusnya wakil sungguh baik sekali ayah" Puji Michel enggak menyangka
" Terserah kalian maunya kapan, sudah jangan difikirkan soal itu, yang penting kalian sudah dapat solusi masalah kalian." Lanjut Eriko lega, walupun sedikit kecewa mengorbankan apa yang dikerjakan sama Sisil dulu.
Sisil dan Viona nurut saja keinginan ayah nya, yakin apapun yang dilakukannya pasti yang terbaik untuk mereka.
__ADS_1
Dilain sisi, Elma, Intan, dan beberapa ART di rumahnya Michel membuat kue untuk suami dan anak anaknya. Elma sudah lama enggak bergelut di dapur akhirnya masuk dapur juga, sedangkan Eka dan Linda main sama bodyguard yang dibawa sama Eriko dan Elma.
Bu, kapan nih nambah cucu? biar semakin rame rumah ini?" Goda Intan, intan sangat bahagia mendapatkan majikan yang bersahabat seperti Elma
" Tergantung anak anak teh, kapan pun mereka siapnya, melihat mereka akur saja jauh lebih bahagia teh dari pada nambah cucu lagi." Ucap Elma terus terang
" Kalo itu juga saya bahagia nyonya besar, dari pada melihat nona Sisil dan nona Viona banyak melamun, sedih,dan marah marah. mending akur seperti ini dan soal anak nomor kesekian yah nyonya anak satu saja sudah lengkap rumah tangga anak anak nyonya." Lanjut Intan nyengir kuda
" Itu yang lebih penting" Lanjut Elma setuju
Elma terus mencetak kue dan mengovennya, Elma juga membuat jus untuk keluarga besarnya.
Hai guys, maaf yah untuk novel ini akan segera tamat, nanti saya akan bikin kelanjutannya, di novel berikutnya. yang penasaran cerita awal Sisil, Viona, Michel,dan Raka. bisa baca kembali * TTM CEO tampan* disitu menceritakan awal mulanya pertemuan mereka, keseharian mereka, sampai akhirnya komitmen bareng.
__ADS_1