SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN

SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN
Pekerjaan tambahan Dion dan Bayu


__ADS_3

Sisil diam diam mengirimkan WhatsApp ke Dion dan Bayu, Sisil juga mengajak Viona untuk ketemuan sama asisten asistennya. Michel yang melihat Sisil dan Viona rapih penasaran, Michel melihat Sisil membuang muka langsung sedih, begitu sulit berkata jujur ke Sisil.


" kalian mau kemana? aku temani yah sayang."Tanya Michel melihat Sisil yang merapihkan susu untuk Eka dan Linda.


" Kita mau pergi sama ayah dan bunda, sekalian mereka mau pulang. tolong jagain anak anak sampai kita pulang, kalian engga boleh ikut. soal alasan kita akan bilang ke mereka."Ucap Viona, Viona tahu apa saja yang dibicarakan Michel dan Sisil sampai membuat Sisil ingin ketemu Dion dan Bayu diam diam.


" Kalo aku boleh kan ikut, aku kangen jalan jalan bareng kalian lagi." Ucap Raka modus


" kamu juga enggak boleh ikut, sudah lah kalian saja sering pergi seenaknya, sekali kali kita juga bisa. yuk Vi sebelum ayah dan bunda curiga." Lanjut Sisil nahan emosinya


Sisil langsung jalan meninggalkan Raka dan Michel yang penasaran, Michel mendapatkan telefon dari Diana tentu langsung mengangkat nya. Michel mengajak Raka ke ruangan kerja untuk melihat Diana.


" Astaga, kenapa sih setiap nelepon selalu saja, dalam keadaan polos seperti itu sih. bikin pengen saja." Ucap Michel yang melihat tingkah nya Diana saat Vidio call


" kalo pengen kesana lah, masa cuma bisa melihat dari layar handphone saja." Goda Diana, Diana sambil memainkan gunung kembarnya.


" Tapi istri saya lagi ngambek lagi, pengen beneran deh, duh astaga." Lanjut Michel frustasi


" Apa saya dulu saja yah yang kesana, menggoda banget beneran deh pengen cubit gemes." Goda Raka yang matanya fokus melihat gunung kembarnya Diana


" Siapapun yang kesini, kita bakal bersenang senang bareng. sudah yah aku mau cari yang lain selama kalian enggak ada disini, sampai jumpa lagi ganteng ganteng ku." Goda Diana, Diana memakai bajunya dan mematikan telefon nya.


" Raka, saya mau kesana tahu, tapi Sisil masih ngambek, semalam Sisil nanya saya sudah pegang dan rayu perempuan berapa kali. saya engga sanggup berkata jujur, makannya Sisil semakin ngambek sama saya." penjelasan Michel, Michel merasa sakit kepalanya digetok sama Raka.


" Otak kok bisa mampet sih Michel astaga, semakin suram lah rumah tangga kamu." Ucap Raka kesal


" Enggak tega membuat Sisil semakin sedih, tapi saya engga bisa nahan nafsong, apa lagi pas kita melakukan kunjungan kerja. mana enak nahan nafsong kan." lanjut Michel bingung

__ADS_1


" Huff, kita juga engga bisa enggak kesana kan, kita jangan melakukan kesalahan lagi. ya sudah bilang saja sama Sisil kalo kamu mau melakukan kunjungan kerja lagi, jangan melakukan kebodohan lagi." lanjut Raka


" Iyah pasti Raka." lanjut Michel pasrah


Dilain sisi, Viona dan Sisil sudah mengantarkan, orang tuanya pulang dan mereka melanjutkan untuk ketemuan sama Dion dan Bayu disalah satu cafe, Dion yang melihat bosnya ajak ketemuan rahasia sudah menduga akan mendapatkan pekerjaan tambahan.


" Kalian ambil amplop ini, ini bonus awal pekerjaan tambahan dari kita, Dion kamu akan temani Michel melakukan kunjungan kerja kemana pun terutama ke kampus cinta, bersandiwara kalian ada dipihak mereka laporkan apapun yang dilakukan selama pergi. begitu juga dengan Bayu kamu ikut Raka kunjungan kerja, bersandiwara kalian ada dipihak mereka. dalam sebulan bonus kalian akan saya dan Viona tambah." Perintah Sisil dengan serius


" Bagaimana kalo mereka nolak dan curiga Bu?" Tanya Bayu bingung


" Soal itu, urusan kita, kalian jalanin saja keinginan kita. kalo diajak minum ingat jangan sampai setengah sadar, jangan melakukan kesalahan apapun. Bonus dari kita sangat menguntungkan buat kalian." Ucap Viona, Viona setuju sama ide Sisil, Viona cape berantem terus dan Raka selalu berkata bohong.


" Baik Bu, kalian menjamin pekerjaan kita di kantor dan bonus tetep berjalan. dengan senang hati kita jalankan perintah kalian." Lanjut Dion bahagia


" Kapan pun ditelepon harus siap ikut mereka, saya ingin tahu kegiatan mereka sampai mematikan handphone dan melakukan kesalahan." Lanjut Sisil, Sisil sudah cape percaya sama Michel, Sisil Belum mendapatkan bukti nyata perselingkuhan Michel.


" Siap laksanakan tugas Bu bos"Lanjut Dion dan Bayu barengan


" Perempuan kalo sudah curiga bahaya juga yah, rela mengeluarkan berapapun uang buat curigai suaminya." Ucap Dion bahagia, mendapatkan pekerjaan tambahan.


" Bu Sisil punya banyak uang, dengan mudah selidiki suaminya, lagian pak Raka dan pak Michel mencari masalah sama perempuan yang berduit." Ucap Bayu, Bayu walaupun baru kerja di perusahaan Michel, sudah tahu kebiasaan bos nya


" Kamu bener, Bu Sisil dilawan ya mana bisa." lanjut Dion


Dion dan dan Bayu, merasa bahagia mendapatkan pekerjaan tambahan darii Sisil dan Viona.


Dilain sisi, Viona dan Sisil belanja cemilan dan minuman segar, setiap malam bergadang buat kasih ASI buat anak anaknya. Sisil bener bener menikmati waktu belanjanya.

__ADS_1


" Kasian juga Raka dan Michel ngurus anak selama kita pergi." Ucap Viona sambil memilih buah buahan


" Biar tahu rasa, punya anak justru membuat mereka egois, bahkan melakukan olahraga panas sama perempuan lain. selama kita nifas dan menyusui kan tega banget." Protes Sisil semakin kesel sama suaminya.


" Mereka engga bersyukur mendapatkan istri seperti kita, dari awal kenal sampai sekarang. kita sama sekali engga pernah minta uang belanja sama mereka dan marah marah berlebihan karena kurangnya kasih sayang." Lanjut Viona semakin kesal


" Saya penasaran, perempuan selingkuhan mereka matre atau enggak yah." Lanjut Sisil penasaran


" mau cek pengeluaran mereka?" Tanya Viona


" Nanti saja, pas Dion dan Bayu selesai menjalankan misinya, baru kita cek rekening mereka. supaya semakin tahu pengeluaran mereka selama ini." Lanjut Sisil yang mendapatkan ide, buat mengumpulkan semua bukti perselingkuhan


Viona mengangguk faham, Sisil dan Viona melanjutkan belanjanya. keliling Mall


Dilain sisi, Raka dan Michel pusing mendengar tangisan anak anaknya, Raka dan Michel enggak bisa fokus untuk bekerja.


" Ah, mereka lama sekali sih perginya." Protes Michel kesel, anaknya nangis terus.


" Sepertinya mereka menghukum kita, buat ngurus anak selama mereka pergi. Ucap Raka berusaha mendiamkan Linda


" Maaf tuan tuan, nona kecil dan aden nangis karena laper, maaf mau kita kasih susu formula dulu." Ucap baby sister


" Bagus bawa Eka kasih susu, awas kalo bilang kita enggak bisa urus anak. kalian kita pecat." Ancam Michel dengan muka serius.


" Baik tuan, kalo begitu permisi." lanjut baby sister membawa Eka dan Linda ke kamar.


" Akhirnya tenang juga" Ucap Raka, Raka sama sekali enggak bisa ngurus anak

__ADS_1


" bener tenang Raka, ngurus anak kan tugas istri. sedang tugas suami ya mencari nafkah. Lanjut Michel kesel sekaligus bangga.


Raka yang mendengar ocehan Michel cuman anggukan kepalanya.


__ADS_2