
Michel dan Raka yang masuk kedalam kamar rawat Sisil dan Viona, mendapatkan tatapan maut membuat Raka dan Michel berusaha tenang. Raka dan Michel berusaha mendekati istri istrinya dan mencium keningnya Sisil dan Viona. tiba tiba rambutnya Raka dan Michel dijambak sama istrinya begitu saja membuat Raka dan Michel berusaha sabar.
" Sayang maafkan aku, pasti kamu ingat masa lalu yang enggak enak lagi." Ucap Michel berusaha memeluk Sisil enggak peduli istrinya cakar tangannya walaupun sakit.
" Kenapa yang selalu muncul kenangan yang engga enak sih sayang, kenapa enggak yang happy happy saja. bikin kalian ngamuk lagi,au sakit sayang." Protes Raka berusaha untuk terus memeluk Viona yang terus memukul kepala Raka
Dokter yang melihat Raka dan Michel menahan diri membiarkan istri istri ngamuk tanpa bersuara, langsung merasa enggak tega, dokter langsung memberikan obat penanganan membuat Sisil langsung melepaskan tangannya dan langsung jatuh pingsan. dokter langsung jalan cepat menghampiri Viona memberikan obat penenang juga.
" Alhamdulillah mereka pingsan lagi, maaf yah sayang." Ucap Raka mencium keningnya Viona
__ADS_1
" Ada perlu apa dokter kesini?" Tanya Michel melihat dokter
" Saya mau bahas operasi kaki Sisil dan Viona, kondisi fisik mereka stabil dan siap untuk menjalankan operasi?" Tanya dokter melihat Raka dan Michel
" Kalo bisa besok enggak masalah dokter." Ucap Raka, Raka ingin Viona bisa jalan kembali
" Saya setuju dokter, soalnya kita ingin cepet pulang dan keluarga kecil kita bisa secepatnya kumpul lagi." Lanjut Michel, Michel berdiri disampingnya Raka
" Saya heran dok, kenapa yang diingat mereka masalah keluarga dok, enggak pernah melihat mereka ketawa selalu nangis bahkan ngamuk dokter" Lanjut Michel penasaran, Michel masih merasakan kepalanya sakit habis di tarik Sisil
__ADS_1
" Begitu besar kesedihan yang mereka alami, apa lagi Sampai istri kalian stres seperti ini kan. walaupun mereka hilang ingatan tapi serpihan masa lalu yang mereka ingat hal hal yang membuat mereka sedih, marah,dan kecewa. jadi jangan heran mereka selalu ngamuk. saya selalu berusaha memberikan obat amnesia dan obat stres mereka. tapi setelah operasi kondisi mereka stabil setelah operasi, perlahan kita akan sembuhkan amnesia dan stresnya dengan ketemu lagi sama anaknya." Penjelasan dokter membuat Raka dan Michel kembali merasa menyesal karena masa lalu, selama melahirkan sikap Raka, Michel, Sisil,dan Viona. berubah semuanya mementingkan ego, Viona dan Sisil yang merasa lelah mengurus anak mengabaikan kebutuhan suami dan kurang perhatian. begitu juga dengan Michel dan Raka yang enggak mau gantian mengurus anak, sampai rumah yang diinginkan minta jatah merasa cape seharian kerja, enggak dikasih kasih dan istri dianggap cuek akhirnya mencari perempuan lain.
" Saya mengerti dok, kita setuju besok operasi dan setelah operasi Kondisi mereka stabil kita akan sembuhkan dua penyakit mereka sekaligus." Lanjut Raka harap harap cemas
" Yah sudah saya pamit dulu, ingat jangan bikin istri kalian sakit demi kelancaran operasi besok." Lanjut dokter, dokter langsung keluar
" Semoga bisa saja dok, mereka melihat kita saja langsung ngamuk dan nangis." Lanjut Michel frustasi
" Bagaimana bisa enggak membuat mereka enggak sakit kepala dokter" Lanjut Raka frustasi
__ADS_1
Raka dan Michel pasrah buat besok istri istrinya di operasi, Raka dan Michel jalan ke tempat tidurnya Viona dan Sisil ikut tidur dan memeluk istrinya masing-masing.
Sambil tunggu new episode jangan lupa Votenya yah semuanya, biar saya semakin semangat bikin next episodenya 😘😘😘😘