
Michel dan Raka mengevaluasi kinerja dosen dan pemasukan kampus cinta selama setahun, Michel mengingat kesibukan setiap kunjungan kerja dan sadar kurang waktu kebersamaan bareng Sisil dan anaknya.
"Raka, apa sebaiknya kampus cinta, ruko, dan kos kosan kita jual saja." Ide Michel mendadak
" Loh kenapa dijual? Kan masih baru kita rintis lagian menguntungkan juga kan Michel?' Tanya Raka kaget sekaligus bingung
" Saya sadar, waktu dan perhatian bareng Sisil dan Eka berukurang, kunjungan kerja selama seminggu sekali belum lagi kunjungan kerja proyek proyek dari perusahaan yang enggak bisa kita tinggalkan. membuat waktu semakin sedikit untuk istri.rentan perselingkuhan lagi kan" Lanjut Michel pelan
" Yah sudah bicarakan juga sama Sisil dan Viona, mau bagaimana pun itu juga kan punya mereka kan. proyek yang Sisil inginkan supaya punya proyek bareng kita sebelum menikah kan." Lanjut Raka pasrah
" Yah sudah besok saja kita bahas sama mereka, pasti mereka akan setuju sih." Lanjut Michel percaya diri
" Yah semoga saja sih, walaupun disayangkan yah dijual karena urusan pribadi." Lanjut Raka
Raka melanjutkan mengecek cctv diruangan bendahara dan kasir pembayaran mahasiswa. sedangkan Michel fokus membaca laporan laporan dari rektor kampus
Dilain sisi, Sisil dan Viona sedang bermain sama anak anaknya, Sisil dan Viona sangat rindu bermain sama. anaknya selama sakit sama sekali enggak ketemu sama Eka dan Linda.
__ADS_1
" Saya bahagia Bu, sembuh total seperti ini.tuan muda selalu menanyakan keberadaan nyonya dan tuan, nyonya besar selalu sedih setiap mendapatkan kabar nyonya selalu nyakitin tuan Michel." Cerita Intan terus terang
" Iyah Intan, Alhamdulillah saat saya sembuh semuanya kembali normal, walaupun awalnya kesel sama tuan tapi yah sudah lah. yang penting tuan sadar dan mau berubah lebih baik enggak masalah.demi Eka tetep punya orang tuanya utuh." Lanjut Sisil, Sisil enggak bisa bayangin kalo dirinya dan Michel bercerai pasti kehidupan anaknya akan berbeda kurangnya kasih sayang
" Iyah nyonya, makannya tuan besar membantu bikin tuan muda sadar akan kesalahannya. dan mau mencari keberadaan Aden Eka dan nona kecil." Lanjut Intan
" Kamu tahu ayah saya merencanakan semuanya? Tanya Sisil penasaran
" enggak sama sekali nyonya, tahunya setelah nyonya masuk kerumah sakit karena kecelakaan, tuan besar bawa Aden Eka dan nona kecil Linda ke rumah sakit. dan tuan Michel enggak tahu sama sekali" Lanjut Intan menceritakan semuanya
Dilain sisi, Viona membuatkan kue untuk cemilan Eka dan Linda, cemilan untuk Viona, Sisil, Raka, dan Michel. Viona ingin sekali menikmati cemilan saat matahari terbenam dan menikmatinya di halaman belakang rumah, Deket kolam renang.
" Nyonya mau saya bantu?" Tanya Bik Sum
" Tolong cetak saja yah Bik, saya mau buat khusus suami saya, bibik cetak kuenya buat Michel dan Sisil saja yah." Ucap Viona, Viona semenjak sembuh lebih banyak memasak dari pada berdiam alias berleha leha
" Baik nyonya" Lanjut Bik Sum, Bik Sum membuat cetakan kue nastar sesuai selaranya. sedangkan Viona mencoba mencetak bentuk love beberapa cetakan. setelah selesai dimasukan kedalam oven.
__ADS_1
Dilain sisi, Raka bermain sama Linda dan Eka dikamar bermainnya, Michel yang rindu sama Eka menyusul Raka.
" Istri kita pada kemana sih?" Tanya Raka penasaran
" Sisil di halaman belakang lagi nyiram bunga, sedangkan Viona bikin kue." Ucap Michel, Michel duduk didekat Eka
" Terus kita main sama anak saja nih." Protes Raka pura pura
" Yah biarin lah, waktu kita kan lebih banyak bekerja, kalo sudah mulai kerja waktu kita berkurang juga." Lanjut Michel sadar diri
" Yah enggak enaknya seorang ayah begitu, tanggung jawab mencari nafkah otomatis berkurangnya waktu bersama keluarga kecilnya." Lanjut Raka sedih
" Konsekuensi Raka, tapi harus bisa bagi waktu juga walaupun capek enggak bisa mengabaikan istri dan anak. bisa bisa merajuk duh bahaya ternyata." Lanjut Michel menyesal
" Betul betul" Lanjut Raka singkat
Raka dan Michel membuat bentuk mobil mobilan dari tanah warna warni, Raka dan Michel baru merasakan betapa sulitnya menjaga anak
__ADS_1