
Michel menggendong Eka dan Raka menggendong Linda masuk kedalam rumah, sedangkan Sisil dan Viona jalan disamping suami masing masing sedangkan barang bawaan dibawa baby sister dan bodyguard
" Selamat datang kembali di rumah kita semua." Ucap Michel bahagia
" Rindu saat istri cantik aku hamil" Ucap Raka melihat Viona
" Rindu atau modus nih sayang" Goda Viona, Viona juga merasakan kerinduan yang sama, Rindu dimanja selama sembilan bulan mengandung, tengah malam ditemani bergadang cuman karena laper bawaan bayi.
" Bisa jadi modus, tapi beneran aku rindu sayang, setiap pulang kerja aku selalu bawa banyak makanan dan minuman untuk temani kalian bergadang. apapun dibelikan untuk kita berempat makan bareng." Lanjut Raka, Raka bahagia selama kehamilan Viona enggak pernah ngidam aneh aneh
" Saat menyenangkan, boleh kan nambah sayang" Lanjut Michel melihat Sisil penuh harap
" Usia Eka baru mau dua tahun sayang" Tolak Sisil, Sisil enggak mau terlalu cepat menambah momongan
__ADS_1
" Tapi kalo gol,bagaimana sayang?", Tanya dan Goda Michel
" Kalo gol yah itu hadiah sayang, harus dijalankan sayang. yah sudah aku enggak akan program penunda momongan, tergantung gol atau enggaknya saja yah." Lanjut Sisil pasrah, Sisil juga merasakan kerinduan dimanja dan lebih disayang selama hamil.
" Kalo bunda bagaimana?" Tanya Raka melihat Viona
" Yah sudah sama saja, tergantung gol kapannya yah, tapi aku enggak akan ikut program apapun yah, biar alami saja dapatnya." Ucap Viona dengan tegas
Viona dan Sisil cuman bisa senyum bahagia melihat Michel dan Raka bahagia karena niatnya mendapatkan ijin dari istrinya.
Dilain sisi, Elma melihat kamar bermain cucu cucunya, Eriko Yang faham akan kesedihan istrinya berusaha menenangkannya.
" Ikhlas yah bunda, konsekuensi pernikahan bunda, jauh dari orang tua. datang sebisa mereka dan jangan egois mengatur mereka selalu kesini. kalo bawa Linda dan Eka bisa kita ke sana buat jemput dan nginep beberapa hari kesini. tapi enggak bisa selamanya." Ucap Eriko, Eriko merangkul bahunya Elma
__ADS_1
" Seperti kita dulu yah, orang tua aku pasti merasakan kesedihan seperti ini. jauh dari anak,.menantu, dan cucu cucunya." Ucap Elma lirih
" Iyah sayang, kita enggak bisa banyak ngatur, kalo kangen kita bisa kesana sayang. dan bulak balik rumah dan rumah mereka." Lanjut Eriko, Eriko membalikan posisi berdirinya Elma
Eriko enggak menghilangkan Kesempatan untuk menyambar dan langsung ciuman panas, ciuman yang selalu menjadi candu sama Eriko, Eriko ingin lebih dari ini. Eriko dan Elma masuk kedalam kamar bermain, dan melanjutkan ciuman panasnya.
Dilain sisi, Michel memerintahkan tukang kebun untuk mengubah halaman samping dan belakang rumahnya, Michel ingin pemandangan baru dirumahnya, ada. binatang peliharaan kelinci, kuda, dan ayam. Michel juga ingin menanam beberapa bunga hias dan pohon buah buahan, untuk kegiatan Sisil dan Viona, ada juga permainan anak ayunan dan perosotan. Michel ingin sekali anaknya betah bermain di rumah dan enggak ingin memberikan Eka handphone saat Sisil sibuk atau tidur begitu juga dengan Michel. Michel enggak ingin anaknya kurang bermain diluar lebih memilih nonton di handphone yang mengurangi waktu bermainnya.
"Terimakasih sayang, mau merubah halaman rumah lebih menarik sayang dan ada wahana bermain buat anak kita dan Linda. bunda bahagia sekali terimakasih sayang" Ucap Sisil manja melihat Michel
" Sama sama sayang, aku perlahan merubah lebih baik sayang, kalo kamu suka aku sangat bahagia." Ucap Michel, Michel mencium keningnya Sisil
"Sama sama ayah sayang" Lanjut Sisil manja
__ADS_1