
Eriko melihat istrinya bersantai di halaman rumahnya seorang diri, Eriko memeluk Elma dari belakang mencium leher belakang istrinya yang masih menggoda walaupun usia enggak Muda lagi.
" Sayang kenapa ada di sini, ayah cari bunda ternyata ada disini?" Tanya Eriko tangannya melingkari leher putih bersih istrinya
" Aku kangen anak anak ayah, entah kenapa perasaan bunda engga enak. dan sudah sebulan anak anak enggak hubungi kita dan enggak kesini." Ucap Elma pelan, Elma menahan nafsongnya saat tangan suaminya semakin turun kebawah
" Mungkin mereka sibuk sayang, mereka kan punya perusahaan dan kampus yang harus dijalankan setiap hari. apa lagi ke kampus cinta harus bulak balik kan." Lanjut Eriko, Eriko memainkan gunung kembar istrinya.
" Mungkin sayang, tapi bunda mau kerumah anak anak sekarang apa ayaah mau ikut." Lanjut Elma melihat suaminya
" Olahraga panas dulu baru jalan yah sayang, soalnya ayah lagi lemes butuh olahraga sayang." Goda Eriko membuat istrinya berdiri dan menghadap nya
" Dasar modus, bilang saja mau bunda heran sudah tua tapi masih semangat olahraga nya sih." Ledek Elma tangannya meluk suaminya
" Semakin tua tenaganya semakin luar biasa sayang." Lanjut Eriko dengan terkekeh
Elma turutin keinginan suaminya, Eriko langsung ajak istrinya ke kamar sebelum ketemu sama anak,menantu,dan cucunya.
Dilain sisi, Michel merasa pusing harus menjalankan dua perusahaan sekaligus, sekarang giliran Michel yang menghendel perusahaan. Michel suda berani membawa Diana ke apartemen dan perusahaan miliknya, selama Sisil pergi Michel masih aktif melakukan olahraga panasnya sama l*j*ngnya walaupun Dion selalu berusaha menasehati tapi dicuekin sama Michel.
" Sayang, tunggu di ruangan aku yah, sebentar lagi aku susul" Ucap Michel merangkul Diana, tangannya Michel m3r3m45 keras p4h4nya Diana.
__ADS_1
" Aaaahh, Iyah sayang, aku siap siap dulu yah." Desa han Diana mencium l3h3rnya Michel dengan mesra
Diana turun dari pangkuannya Michel, Diana selalu berusaha untuk enggak nyaman dan cinta sama Michel. Diana jalan ke kamar istirahat Michel.
Dilain sisi, Eriko dan Elma masuk kedalam rumahnya Sisil dan Viona, membuat ART yang melihat nyonya besarnya datang langsung pucat karena mereka tahu rumah tangga majikannya lagi bermasalah.
" Kalian sepertinya enggak seneng kita kesini, kasat kusut seperti itu." Protes Eriko sedikit kesal melihat ART dirumah anaknya enggak tenang
" Senang kok tuan besar, mana berani kita seperti itu sama kalian." Ucap bik Yem nunduk
" Sudahlah lupakan, mana anak anak kenapa rumah sepi sekali?" Tanya Elma penasaran
" Tuan Michel di kantornya sedangkan tuan Raka ke Makassar nyonya melihat kampus cinta." Ucap bik Maimunah nunduk
" Kalo nyonya lebih baik tanya tuan Michel saja, maaf saya takut salah bicara." Lanjut bik Yem bingung
" Ada yang engga beres, yuk ke kantornya Michel kalo begitu." Lanjut Eriko yang kesel
Elma ikutin suaminya jalan meninggalkan rumah, Eriko curiga rumah tangga anak anaknya enggak dalam baik baik saja. Elma melihat suaminya tegang berusaha tenang enggak mau suaminya semakin emosi. Eriko mengeluarkan handphone nya menghubungi seseorang, membuat Elma bingung dengan tindakan suaminya.
" Cari keberadaan Sisil dan Viona sampai ketemu, jangan pulang sebelum mendapatkan kabar dari mereka.dan alasan mereka enggak ada di rumah, tunggu perintah selanjutnya." Perintah Eriko sambil memijit kepalanya
__ADS_1
" Ayah kenapa harus mencari Sisil dan Viona, mereka pasti ikut sama suami masing-masing." Ucap Elma yang enggak tahu rencana suaminya
" Mereka enggak sama Michel dan Raka, kalo sama mereka tadi bik Yem dengan lancar kasih tahu kita tadi kan engga sayang." Ucap Eriko meluk istrinya tangannya memainkan gunung kembarnya Elma dengan lembut
" Aaaahh, Ayah yakin mereka pergi" Desa han Elma menikmati tangannya Eriko
" Yakin sayang, kita sekarang ke kantornya Michel cari tahu penyebabnya. tapi bunda jaga rahasia ayah mencari tahu keberadaan Sisil dan Viona." Lanjut Eriko, Eriko menji lat lembut l3h3rnya Elma yang masih Putih walaupun sudah ada sedikit kerutan faktor usia.
" Aaaahh, Iyah sayang, aku ikutin rencana ayah saja." Desa han Elma melihat Eriko
Eriko memberhentikan aksinya, mendengar suara handphone nya, Eriko memindahkan Elma ke pangkuannya.
" Diam diam ajak bodyguard yang menemani Sisil dan Viona, saya akan ketemu mereka setelah ini. jangan sampai mereka curiga." Ucap Eriko menutup telefon nya
" Ada masalah apa sayang, mereka pergi dari rumah." Ucap Elma penasaran, Elma melihat suaminya mijit keningnya.
" Setelah dari Bandung kita akan tahu semuanya sayang, dan keputusan sekarang ke kantornya Michel kepetusan yang tepat sayang." Ucap Eriko menahan emosinya
" Main rahasia sama bunda" Lanjut Elma cemberut manja
" Sabar sayang" Lanjut Eriko, Eriko mengelus lembut rambut istrinya
__ADS_1
" Yang dua selingkuh karena enggak mendapatkan jatah dan sering kesepian karena perjalanan dinas, dan yang dua mengabaikan suami karena terlalu mengurus anak mengabaikan suami yah jadi begini salah faham yang fatal. Sisil dan Viona engga tanya orang tua cara membagi waktu mengurus anak dan suami, pantas sebulan mereka enggak ke rumah." Batin Eriko pusing sama masalah rumah tangga anak anaknya, untung Michel dan Raka enggak bikin masalah baru dengan kebiasaan buruk mereka
Elma yang tahu suaminya merencanakan sesuatu cuman bisa diam dan berusaha engga kepo, Elma tahu Eriko dengan mudah memecahkan masalah dalam diamnya.