
Raka dan Michel merasa kehilangan Sisil dan Viona, suda seminggu Sisil dan Viona pergi dari rumah tanpa ada kabar sama sekali. Raka dan Michel dua puluh empat jam mencari keberadaan istri istrinya, Dion dan Bayu sepakat untuk ketemu membahas nasip bos bos mereka.
" Aneh yah, kenapa bu Sisil dan bu Viona pergi enggak kasih kabar ke kita yah. terakhir hubungi saya buat transfer bonus saja." Ucap Bayu penasaran
" Sama saya juga, cuman di hubungi kasih tahu bonus sudah masuk dan handphone Bu Viona sudah enggak aktif. apa sedrop itu perasaan mereka, enggak membiarkan kita tahu keberadaan mereka." Ucap Dion sambil minum
" Sepertinya sih, sekarang pak Michel dan pak Raka. seperti orang enggak jelas meninggalkan perusahaan dan kegiatannya mencari keberadaan istrinya, giliran dirumah dicuekin dan dibohongi terus menerus bahkan dengan teganya selingkuh." Lanjut Bayu enggak mengerti sama pola pikirnya Michel dan Raka
" Entahlah Bayu, saya juga bingung kalo perusahaan kelamaan ditinggal, ada saja kan client yang mau ketemu langsung sama bos. sekarang kita dibikin pusing dan sibuk begini." Lanjut Dion bingung
Dion dan Bayu berusaha profesional dan membuat perusahan enggak rugi, Dion dan Bayu asisten. yang enggak pernah dilibatkan sama sekali urusan pribadinya Raka dan Michel.
__ADS_1
Dilain sisi, Raka dan Michel keliling Mall dan salon berharap istri istrinya ada di Mall, lagi lagi pencarian yang gagal. Raka merasa lemes memutuskan untuk masuk mobil, Raka dan Michel enggak nafsu makan karena memikirkan keberadaan Sisil dan Viona.
" Raka nomor baby sister atau nomor bodyguard yang menemani Sisil dan Viona, apa sudah kamu hubungi?" Tanya Michele lemes, Michele sama sekali enggak nafsu makan
" Nomor mereka juga enggak aktif Michele, saya sudah enggak tahu lagi harus bagaimana mencari keberadaan Viona dan anak saya." Ucap Raka sedih, bingung, dan menyesal.
" Mereka bener bener, mematikan handphone. mereka pergi sampai kapan yah? saya ditinggal seminggu sudah sakit seperti ini" Lanjut Michelle yang semakin lemes
" Entahlah, tapi kita sudah terlalu laama mengabaikan perusahaan. bisa bahaya kalo ayah sampai tahu kita lagi dijauhi sama istri istri kita." Lanjut Raka, Raka baru sadar Viona sudah pergi selama tujuh hari.
Raka memberikan jempol tanda setuju, Raka dan Michelle memutuskan untuk tidur sebentar didalam mobil.
__ADS_1
Dilain sisi, Sisil dan Viona jalan jalan ke Mall yang ada di kota Bandung, Sisil ingin belanja kebutuhan sehari-hari dan beli kebutuhan anak. Viona yang lagi asik milih milih baju buat Linda jadi ada kerinduan yang dirasakan sama Raka, semenjak punya anak Raka enggak pernah ajak ke Mall lebih memilih kunjungan kerja dan ketemu sama selingkuhan nya.
" Vi, kamu kenapa sedih begitu?" Tanya Sisil bingung
" Andaikan Michelle dan Raka bisa seperti itu yah Sil, ada waktu memanjakan istri dan anak jalan jalan ke Mall pasti menyenangkan." Ucap Viona memperhatikan satu keluarga yang lagi asik memilih baju anak
" Suami kita terlalu egois Vi, mana mau mengerti jalan jalan atau tentang lainnya. saya enggak tahu mau Sampai kapan lari seperti ini Vi, banyak proyek yang dibatalkan karenna Raka dan Michelle enggak bisa datang ke kantor." Lanjut Sisil, Sisil kwartir sama kondisi kantor.
" Masih ada ayah, kalo ayah tahu pasti kondisinya enggak akan seperti ini, nanti deh kita hubungi Dion dan Bayu tanya kondisi suami kita." Lanjut Viona, Viona melanjutkan belanja baju anak anak
Dilain sisi,Dion melihat email sungguh frustasi karena banyak client yang membatalkan kerjasama karena Raka enggak pernah masuk kerja, Dion bener bener pusing sama kondisi kantor dan kwartir akan mengalami kerugian.
__ADS_1
" Masa sih menghubungi pak Eriko, kasihan juga pak Raka dan pak Michel tapi perusahaan butuh tindakan nih. aaarrrgghh masalah pribadi yang membuat Raka dan Michelle enggak profesional sama sekali." Teriak Dion kesel, Dion mengusap wajahnya dengan kesal
Dion berusaha untuk membujuk beberapa perusahaan untuk melanjutkan kerjasama walaupun enggak ada pimpinan perusahaan, Dion enggak ingin perusahaan mengalami kerugian.