
Viona yang sedang menemani anaknya bermain, angkat telefon dari Bayu, air matanya Viona meleleh mendengar saat ini Raka lagi tidur sama j*l*ngnya semalaman habis minum. Viona mendengar Raka memperlakukan wanitanya sangat kasar langsung ketawa mendengar nya.
" Saya akan handle email email yang masuk ke perusahaan, kamu seolah-olah kaget melihat tanda tangan saya, biar tahu reaksi Raka berani sekali dia masih olahraga panas bareng j*l*ng heran. dua Minggu lagi kita akan jebak mereka" Perintah Viona kesal, enggak menyangka yang enggak bisa nahan nafsong ternyata bukan Michel tapi Raka juga.
" Baik nyonya, kapan pun perintah anda pasti saya dan Dion jalankan nyonya, saya melihatnya juga jijik.." Ucap Bayu diseberang telefon
" Yah sudah Bayu, tunggu kabar dari kita saja. saya mau kendalikan perusahaan sebentar, biar Raka frustasi jadi suami enggak bisa berfikir lebih keras." Lanjut Viona kesal
Viona mematikan telepon nya, Viona langsung membuka email dan melihat ada proyek besar beberapa, langsung Viona bubuhkan tandatangan online. Viona tersenyum bahagia melihatnya.
" Kita lihat saja sayang, bagaimana paniknya kamu saat mereka hanya ingin bertemu sama aku." Ucap Viona puas
Viona langsung menyusul Sisil yang lagi bermain sama Linda dan Eka dihalaman belakang Villa.
Dilain sisi, Michel gelisah dalam tidurnya, Michel mengigau, membuat Diana kaget mendengar teriakannya Michel.
__ADS_1
" Sayang maafkan aku, jangan pergi jangan bawa anak kita, maafkan aku sayang jangan meninggalkan aku. Sisisisislll" Teriak Michel matanya terpejam
" Sayang kamu kenapa" Ucap Diana, Diana berusaha membangunkan Michel
" Istri aku, istri aku meninggalkan aku sayang aku engga siap bercerai dari dia dan kehilangan anak kita." Ucap Michel yang langsung duduk
" Yah sudah kalo kamu kwartir, lebih diperlebar pencarian istri kamu sayang, aku juga engga tega kamu tertekan karena rasa bersalah terus." Ucap Diana lembut, Diana membelai lembut rambutnya Michel, Diana berusaha untuk engga baper, sejujurnya Diana mulai mencintai Michel walaupun permainan ranjangnya kasar tapi selebihnya Michel orang yang baik membuat Diana mulai nyaman, Diana berusaha enggak merebut Michel
" Aku takut ayah mertua aku tahu sayang, selama sebulan pergi dia enggak tahu sama sekali masalah keluarga aku. tapi kamu bener aku sungguh tersiksa sama rasa bersalah ini." Lanjut Michel, tangan Michel m3r3m45 gunung kembarnya Diana tempat favoritnya
" Iyah kamu bener, kalo sudah baikan kemungkinan kita kunjungan kerja berdua kesini sayang, begitu juga dengan Raka. sudah baikan kita membuang j*l*ng kita, kamu harus siap resiko yah, ingat moto awal kalo bosan saya bisa buang kamu dan ini terakhir aku mungut kamu." Lanjut Michel perlahan menjalankan olahraga panasnya bareng Diana
" Aaaahhh aku tahu sayang, aku tahu resiko profesi aku sayang, lebih baik diperlebar pencarian sayang, kasihan istri dan anak kamu sayang. aaaahhh" Desa han Diana sambil meluk Michel menikmati pergerakan cepat pinggangnya Michel
" Terimakasih kamu pengertian sayang, orang baik seperti kamu kenapa memilih pekerjaan seperti ini sih." Lanjut Michel prihatin melihat Diana, tangannya Michel menari dengan kasar di badannya Diana.
__ADS_1
" Aaaaa, tuntutan hidup sayang, pekerjaan ini mempermudah aku mendapatkan uang banyak dalam sekejap. aaaahhh pelan pelan sayang di puternya." Desa han Diana menahan sakit sakit luar biasa
Michel enggak menjawab ucapan Diana, Michel semakin mempercepat permainannya, Diana yang berusaha menikmati permainan Michel cuma bisa pasrah bertahan.
Dilain sisi, Bayu yang menemani Raka di apartemen nya, cuma bisa melihat temen atasannya Teriak bingung karena ada beberapa proyek yang dikirim di email sudah di kerjakan sama Viona.
" Apa yang direncanakan Viona memberikan tandatangan ini, kamu kenapa sayang ngambek tapi ngerjain proyek yang besar sayang. Bagaimana ini" Teriak Raka frustasi, bingung sama yang dilakukan Viona.
" Anda harus mempelebar pencarian bu Viona, kerahkan keseluh Indonesia pak, anda engga kasihan sama istri anda yang sudah lama pergi pak." Ide Bayu, Bayu puas melihat Raka sesuai prediksi Viona
" Seperti nya harus, karena client maunya ketemu sama Viona, dalam email-nya CEO nya bilang kangen rapat sama bu Viona yang cantik." Lanjut Raka yang merasa panas istrinya di puji sama laki laki lain.
" Ya sudah kita buat selembaran pak, anda harus siap menerima amukan mertua anda kalo ketahuan. selama ini anaknya hilang." Lanjut Bayu sengaja memanas manaskan Raka
Aaarggghh
__ADS_1
Cuman teriakan yang bisa Raka lakukan, Raka bener bener frustasi sama masalah keluarga nya, dan pasrah sama amukan mertuanya