
Raka dan Michel sudah lelah keliling Bogor enggak ketemu juga sama Sisil dan Viona, Raka ingin minum sambil ditemani sama j*l*ng disalah satu cafe, Raka dan Michel enggak melihat bodyguard langsung masuk saja kedalam cafe untuk minum dan melepaskan rasa lelahnya
" Untung mereka ke supermarket, kita bisa minum disini, lelah rasanya badan keliling Bogor tapi enggak menemukan istri kita." Ucap Michel langsung minum, air yang dituangkan wanita cantik.
" Mereka bisa juga kita bohongin, malam sendirian mana enak, tidur sama guling mati, enakan sama guling hidup" Goda Raka melihat perempuan disampingnya, yang selalu tersenyum manis.
Raka dan Michel langsung ajak olahraga perempuan disampingnya, Raka dan Michel yang baru mau meninggalkan tempatnya langsung kaget melihat bodyguard didepan mereka. Michel yang sudah setengah sadar berusaha untuk melewati dua bodyguard.
Buggghh
Bggghh
Buggghh
Buggghh
Tonjokan demi tonjokan diberikan bodyguard dikedua pipinya Michel dan Raka, mereka langsung jatuh karena enggak bisa menahan rasa sakit yang diberikan kedua bodyguard membuat para pengunjung bingung melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
" Bawa mereka, mereka bener bener enggak bisa ditinggal sendirian." Perintah Alan salah satu bodyguard
Alan dan Febry langsung gotong Raka dan Michel yang ternyata pingsan karena pukulan keras dan kondisi mereka yang sudah setengah sadar. Alan dan Febry membawa kedua bos-nya kedalam mobil.
" Mereka enggak bisa setia amat heran, enggak bersyukur punya istri yang sempurna cantik, pinter,dan baik. diabaikan begitu saja." Ucap Febry melihat kedua bos-nya yang pingsan dengan wajah babak-belur
" Emang enggak bisa mendapatkan istri yang sempurna, pantas dapat istri seorang j*l*ng biar jatuh miskin dan ditinggal." Ucap Alan kesal
" Yuk ke penginapan, biar kita juga istirahat" Sambung Alan
Dilain sisi, Viona dan sisil enggak nafsu makan, terus memikirkan anak anak mereka yang tiba tiba hilang, kedua baby sitter merasa bersalah karena anak majikannya bisa hilang begitu saja. Sisil dan Viona ngelamun di kamar masing-masing.
" Lagi lagi makanan enggak mereka makan juga?" Tanya bodyguard yang melihat kedua baby sister keluar dari kamar majikannya
" Iyah mereka enggak nafsu makanan sama sekali, jadi kwartir sama kondisi mereka." Ucap baby sister peduli sama kondisi nya Sisil dan Viona
" Kalian kenapa bisa ikut tidur sampai majikan kita kehilangan anaknya?" Tanya Bodyguard yang pura pura cemas
__ADS_1
" Kita juga enggak ingat kenapa bisa tidur bareng di kamar Eka dan Linda" Lanjut baby sister merasa bersalah
" Apa kita telefon tuan saja yah, supaya mereka lihat kondisi istrinya?" Tanya bodyguard tiba tiba
" Jangan mereka kan enggak minta juga, ya sudah kalian kedalam lagi temani bu Sisil dan bu Viona lagi." Perintah bodyguard yang mengambil kedua piring
baby sister langsung masuk kedalam kamar majikan nya, sedangkan bodyguard ke dapur dan melaporkan kondisi Sisil dan Viona.
Dilain sisi, Elma dan Eriko menemani kedua cucunya yang lagi minum susu formula, Eriko memijit keningnya saat membaca laporan dari Bodyguard yang menemani Raka dan Michel begitu juga dengan bodyguard yang menemani Sisil dan Viona.
" Mereka belum bisa menyelesaikan masalah dengan bijaksana, malam ini dua menantu pingsan dengan wajah babak-belur, anak anak enggak mau makan masih memikirkan anak tanpa melakukan apapun." Ucap Eriko pelan
" Mereka masih dikuasi sama ego, mereka punya uang tapi enggak bisa memanfaatkan untuk mencari keberadaan istri dan anak." Ucap Elma melihat suaminya seperti nya pusing
" Iyah sayang, untung bodyguard yang kita minta temani menantu kita, orang orang yang enggak ada rasa kasihan dalam menjalankan perintah." Lanjut Eriko, sejujurnya enggak tega mengerjain anak dan menantu. tapi tanpa dirinya ikut campur masalah anak anaknya enggak berakhir
" Yah sudah kita, ikut tidur saja ayah, besok bunda mau ajak cucu cucu bunda ke mall." Lanjut Elma, Elma ganti baju tidur.
__ADS_1