
Eriko dan Elma membicarakan sebenarnya terjadi kenapa kedua anaknya bisa sampai stres, dokter memaklumi apa yang dilakukan Eriko sebagai orang tua dan menyayangkan tindakan Eriko membuat mental anak anaknya terganggu karena anaknya dianggap hilang.
" Terus baiknya bagaimana Dok? apa kita bikin seolah-olah cucu saya ditemukan sama orang bayaran atau kita yang menyerahkan dibelakang anak anak kita?" Tanya Eriko melihat dokter
" Lebih baik dibelakang anak anak anda saja pak, supaya emosinya enggak terlalu berlebih-lebihan, saat menantu anda menceritakan anaknya ketemu saya akan mendampingi pak kwatir anak anak anda ngamuk atau nangis histeris pak." Saran dokter, dokter faham segala resiko yang akan terjadi.
" Baik lah Dok, kalo itu yang terbaik. mungkin besok atau lusa kita akan ketemu sama menantu kita. terimakasih atas konsultasi nya dokter, dan terimakasih sudah mau membantu." Ucap Elma lega, karena masalah anaknya sebentar lagi selesai.
" Sama sama, Kalo begitu saya permisi dulu, kalo ada apa apa telepon saya saja. permisi." Lanjut dokter berdiri
__ADS_1
Elma dan Eriko mengantarkan dokter sampai masuk kedalam mobilnya, Eriko dan Elma langsung masuk kedalam rumah dan melanjutkan main sama Eka dan Linda.
Dilain sisi, Raka dengan sabar dan pelan pelan suapin Viona, terkadang Viona enggak merespon ucapan Raka, terkadang nangis seolah mengingat sesuatu membuat kepalanya Viona terasa sakit. akhirnya Raka memanggil dokter yang merawat Sisil dan Viona. karena Sisil melakukan hal yang sama membuat Michel menyerah dan kwatir.
" Kalian harus sabar, kalian kan tahu istri kalian amnesia itu artinya ketika apa yang kalian lakukan pernah terjadi dimasa lalu mereka akan mengalami sakit kepala. itu hal yang wajar buat Pasien amnesia, kalo ngamuk kondisi mental mental mereka terganggu lebih mudah marah dan ngamuk." Penjelasan dokter panjang kali lebar, Dokter melihat Raka dan Michel.
" Oh kalo mereka sakit kepala kemungkinan mereka ingat masa lalu yah dok, maafkan kami yang enggak ngerti dok" Ucap Michel sedikit lega.
" Oh seperti itu Dok, terimakasih sudah kasih tahu kita, jadi tahu apa yang harus dilakukan." Ucap Raka melihat Viona yang pingsan karena dikasih obat penenang
__ADS_1
" Ya sudah saya kembali ke ruangan saya permisi" Lanjut dokter langsung pergi begitu saja, Raka duduk kembali disampingnya Viona sedangkan Michel duduk disampingnya Sisil. Michel merasa bersalah sama istrinya
" Sayang, bangun sayang, aku janji akan selalu ada di samping kamu selama sakit" Ucap Michel sedih, Michel mencium keningnya Sisil
" Ternyata begini yah rasanya merawat istri yang sakit, selama pernikahan saya enggak pernah merawat Viona kalo lagi sakit, saya selalu mengabaikan kondisi Viona dan sekarang baru ngerasain ngerawat istri sendiri ternyata enggak mudah." Ucap Raka panjang kali lebar, Raka mencium tangannya Viona
" Kita belum nelefon ayah kalo ketemu sama mereka, tapi kondisinya seperti ini bagaimana yah?" Tanya Michel bingung
" Kita coba rawat sendiri dulu selama sebulan, sambil menunggu Operasi kaki nya Sisil dan Viona sudah sembuh baru kita bilang, apa lagi mereka amnesia. untungnya amnesia lagi begini kalo kondisi normal beban batin untuk diri kita sendiri kan." Lanjut Raka lega dan jugaa prihatin
__ADS_1
" Saya ikutin saja saran kamu, bagaimana baiknya, yang penting istri saya bisa kembali sehat." Lanjut Michel sedih dan pasrah
Michel dan Raka membersihkan badannya Sisil dan Viona, Michel dan Raka selalu berusaha membuat istri istrinya tetep bersih walaupun lagi sakit seperti ini.