SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN

SETELAH PERNIKAHAN TTM CEO TAMPAN
Tenang sayang


__ADS_3

Sisil dan Viona diajak sama Intan dan Lulu masuk kedalam kamar masing masing, Viona yang masuk kedalam kamar langsung melihat sekeliling kamarnya. tiba tiba Viona nangis histeris dan pegang kepalanya, Intan langsung teriak memanggil Raka. beruntungnya bodyguard yang menemani Viona langsung lari memanggil Raka dan Michel yang ternyata Sisil nangis dan teriak histeris di dalam kamarnya. dua dokter yang menemani Sisil dan Viona langsung masuk ke kamar Sisil dan Viona. menenangkan kedua pasiennya.


" Tenang sayang, tenang yah sayang" Ucap Raka meluk Viona dari belakang


" Lepaskan, lepaskan." Teriak Viona, Viona pegang kepalanya yang mendadak sakit sekali.


Raka enggak mempedulikan keinginan istrinya, sampai dokter memberikan obat anti nyeri untuk kepalanya dan membuat Viona kembali tenang.


" Syukurlah Bu Viona, sudah tenang kembali. anda harus ekstra sabar pak menangani istri anda. dengan kondisi seperti ini memang pasien lebih sensitif dan lebih galak pak." Ucap dokter melihat Raka yang masih setia meluk istri nya.


" Iyah Dok saya mengerti" Ucap Raka berusaha santai.


" Lebih baik sekarang kita keluar dulu, biarkan istri anda istirahaat dan mandi. setelah itu baru kita jalanin terapi pertama kita nanti." Saran dokter


" Baik lah, mari ke ruang tamu lagi." Lanjut Raka, Raka mencium kepalanya Viona

__ADS_1


" Lulu tolong jaga baik baik ibu, kalo ada apa apa, tinggal panggil bodyguard ada didepan kamar." Perintah Raka melihat babysister anaknya


" Baik pak Raka" Ucap Lulu ramah


Raka melepaskan pelukannya dan jalan meninggalkan kamar diikuti sama dokter, Raka yang melihat istrinya ngamuk seperti tadi rasanya sangat sedih sekali. mental istrinya bener bener keganggu karena ulahnya dimasa lalu.


Dilain sisi, Michel bener bener diuji kesabarannya melihat Sisil ngamuk, Dokter langsung memberikan obat anti nyeri untuk menenangkan Sisil, Emosi Sisil lebih sulit di kontrol dibandingkan Viona. Michel yang melihat istrinya melamun langsung meluk Sisil dan mencium wajahnya penuh dengan penyesalan.


" Sayang maafkan aku, aku akan sabar membuat bunda sayang sembuh total." Batin Michel sedih


" Iyah Dok, mari kita ke ruang tamu." Ucap Michel, Michel mengusap wajahnya yang basah


" Intan, saya titip istri saya, kalo ada apa apa tinggal panggil bodyguard saja, bodyguard stanbay didepan kamar ini." Perintah Michel melihat Intan


" Baik pak, saya akan menjaga Bu Sisil dengan baik." Ucap Intan ramah

__ADS_1


Michel dan dokter langsung jalan meninggalkan kamarnya Sisil, Intan membantu Sisil untuk rebahan di kasur dan membiarkan Sisil untuk istirahat.


Dilain sisi, Elma dan Eriko melihat kedua menantunya duduk di kursi sambil ngobrol sama dokter, langsung menghampiri menanyakan kondisi Sisil dan Viona.


" Untuk saat ini, kita tunda dulu untuk mereka lihat anak anaknya, lebih baik besok saja. kasihan mereka kalo ngamuk lagi. untuk tidur pak Michel dan pak Raka harus sabar tidur di sofa dikamar kalian masing masing, jangan memaksa karena kasihan kalo tengah malam mereka ngamuk. ajak babysister untuk tidur menemani Sisil dan Viona. biarkan mereka tenang di malam hari." Perintah dokter melihat Michel dan Raka.


" Astaga, sekian lama enggak ketemu harus nunggu lagi Dok" Ucap Raka sedih


" Sabar lah bro, demi istri kita tenang tidur malamnya. baik Dok saya akan mengalah demi ketenangan Sisil." Ucap Michel pasrah


" Bagus kalian mau belajar sabar" Ucap Eriko melihat kedua menantunya yang pasti enggak mudah menahan nafsongnya.


" Kalo begitu kita pulang dulu, besok sore kita kesini, kita akan coba terapi pertama" Ucap dokter berdiri


Michel, Raka, Eriko,dan Elma. mengantarkan Dokter dokter keluar dari rumah dan menunggu sampai mobil dokter pergi dari rumahnya Michel.

__ADS_1


jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya


__ADS_2