
Michel dan Raka duduk di kamar anaknya, merencanakan mencari keberadaan anak anak mereka. berharap Eka dan Linda ketemu dengan selamat, walaupun terlambat ketemu sama Sisil dan Viona.
" Kita pasang foto foto anak kita, kita kerahkan semua anak buah kita mencari Eka dan Linda, kita akan siapkan satu milliar yang menemukan anak kita bagaimana?." Tanya Michel serius
" Ide yang bagus, dengan imbalan besar berharap anak kita ketemu dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun." Ucap Raka optimis
" Kita juga ikut cari anak kita, kita bawa istri kita untuk berobat dulu baru mencari anak kita. di panti asuhan atau dimana pun." Lanjut Michel yang ingin Sisil kembali sembuh
" Iyah sudah hayo." Lanjut Raka semangat
Raka dan Michel memandikan istri istrinya sendiri, sebelum berangkat berobat. Michel yang melihat istrinya polos seperti ini menjadi rindu akan olahraga panas yang dilakukannya sebelum ego menguasai dirinya. Michel dengan pelan memberikan sabun ke badannya Sisil. Michel bener bener menahan nafsongnya saat memberikan sabun di gunung kembar dan area sensitifnya Sisil.
" Tahan Michel, jangan ego lagi, jangan lepas kendali lagi. bagus bagus ketemu sama istri jangan bikin kesalahan lagi." Batin Michel memberikan semangat pada dirinya sendiri.
__ADS_1
tongkat saktinya Michel sudah berdiri membuat Michel merasa sesak menahannya, Michel berusaha keras untuk menahannya selama membersihkan badan istrinya. setelah selesai Michel memakaikan handuk kimono ke Sisil setelah selesai baru melakukan solo karir, Sisil cuman melihat apa yang dilakukan suaminya. Sisil bener bener enggak beraksi apapun melihat suaminya.
Dilain sisi, Raka memakaikan bedak tipis tipis dan lipsik ke bibirnya Viona, Raka baru pertama kali memakaikan bedak dan lipsik untungnya enggak tebel membuat Viona tetep terlihat cantik.
" Sudah wangi dan bersih waktunya jalan jalan sayang" Ucap Raka membantu viona pelan pelan jalan keluar dari kamar, Raka berhasil menahan nafsongnya selama memandikan Viona.
Raka dan Michel duduk dibelakang mobil bareng istri istrinya yang masih setia dalam diamnya, Raka mengecek pekerjaan nya melalui email. Raka tersenyum lega perusahaan dipegang sama Eriko tetep stabil begitu juga dengan perusahaan Michel yang terpaksa harus Eriko juga yang menjalankan nya, selama dua menantunya menyelesaikan masalahnya.
" Baik tuan" Ucap bodyguard melihat majikannya yang memperhatinkan.
Bodyguard dengan perlahan melajukan mobilnya, Michel diam diam ingin membawa istrinya untuk berobat dan mengharap kan bisa sembuh
Michel mendekati dokter dan ngobrol berdua sedangkan Raka menunggu Viona dan Sisil yang duduk di kasur.
__ADS_1
" Bagaimana dok keadaan mereka?" Tanya Michel penasaran
" Mereka bisa sembuh, kita berikan obat dan kalian perlahan membahas soal anak kalian, kalo pasien ngamuk atau nangis histeris berusaha keras untuk menenangkan nya. itu untuk memancing pasien untuk komunikasi sama orang sekitarnya, mereka memedam masalahnya sendiri. akhirnya seperti ini depresi" Ucap dokter melihat Sisil dan Viona
" Ya sudah dok, tolong berikan obat terbaik untuk istri saya dan saudara saya." Lanjut Michel pasrah
Dokter menuliskan resep dan memberikannya ke Michel, Michel memerintahkan bodyguard untuk menebus obat.
" Kalo kita memancing nya sekarang apa bisa dok?" Tanya Raka kwartir
" Jangan, nanti pasien enggak bisa pulang pak, lebih baik di rumah ngobrol berdua dan tahan emosi anda apapun yang dilakukan pasien jangan emosi." Lanjut dokter melihat Raka dan Michel
" Baiklah dok, kita pulang dulu permisi." Lanjut Raka ngalah, Raka dan Michel membantu Istri istrinya untuk jalan meninggalkan rumah sakit jiwa.
__ADS_1