
Friska mengikuti langkah suaminya menuju kediaman temannya sendiri tidak jauh dari rumah mereka berdua.
Tidak ada hal yang mencurigakan hingga mereka berdua tiba di sana. Friska turun mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah temannya itu.
''Kak, ini rumahnya?" tanya Friska.
''Ya, kita akan menemui temanku sekaligus memperkenalkan diri mu kepada mereka.'' Friska mengangguk mengerti lalu mengikuti Frans masuk ke dalam.
Mereka berdua langsung disambut oleh sahabat Frans dan istrinya.
''Hai bro, sudah lama tidak bertemu,'' ucapnya.
''Ya, sudah lama memang kita tidak seperti ini,'' kekeh Frans.
''Siapa dia Frans?" tanya Dio.
''Dia istriku Dio,'' balas Frans.
Dio menatap Friska dari atas sampai ke bawah ada hal yang menarik baginya melihat istri Frans.
''Ayo silahkan masuk ke dalam,'' ucap Dio mempersilahkan mereka berdua.
Friska gugup lalu masuk ke dalam, tidak ada hal yang spesial rumah Dio hanya ada bangku lalu foto beberapa digantung di dinding.
''Kau masih betah seperti ini ya Dio?" tanya Frans.
''Ya, lebih enak sendirian tidak hari yang mengatur.'' Frans menerima minuman yang dibuat Dio.
''Silahkan Mbak,'' ucap Dio kepada Friska.
__ADS_1
''Terima kasih,'' balas Friska sambel menerima.
''Kapan kau akan kembali ke luar negeri Dio?" tanya Frans sekedar.
''Mungkin minggu depan aku akan keluar negeri Frans, memangnya kenapa?" tanya Dio.
''Tidak apa apa hanya saja kita kembali berpisah,'' tawa Frans.
''Hei, aku masih normal Frans jangan menggoda aku seperti itu.'' Friska tertawa kecil mendengar obrolan receh kedua pria di hadapannya ini.
''Frans aku ijin ke toilet ya,'' potong Friska.
''Ya sayang,'' jawab Frans.
Dio melihat Friska melangkah dia semakin tidak kuat menahan gejolaknya.
''Pertanyaan apa itu Dio? Friska adalah istriku tentu aku pernah menyentuh ya.'' Frans tertawa terbahak-bahak melihat wajah cemberut sahabatnya itu.
''Keterlaluan kau Frans,'' rutuk Dio.
Friska kembali dengan wajah yang terlihat kurang sehat lalu kembali duduk di samping Frans.
''Tunggu di sini sebentar aku mau ke toilet juga,'' ucap Frans.
''Ya,'' jawab Friska pelan.
Kini hanya mereka berdua berada di ruang tengah itu Dio melihat terus Friska hingga membuat wanita itu risih.
''Mbak, baik-baik saja kan?" tanya Dio.
__ADS_1
''Ya,'' jawabnya gugup sambil mengipas wajahnya menggunakan tangan.
''Panas ya Mbak?" tanya Dio.
''Tidak,'' ucapnya.
Dio memperhatikan Friska sama ke lama terlihat kepanasan bahkan keringat sudah membasahi keningnya.
Frans kembali dengan wajah yang sama seperti dialami Friska lalu duduk di samping istrinya itu.
''Kau kenapa sayang?" tanya Frans.
''Frans boleh kita kembali?" ucap Friska pelan.
''Kenapa memangnya?" tanya Frans belum menyadari apa yang terjadi kepada mereka berdua.
''Aku kurang enak badan Frans,'' bisik ya.
Frans tidak sengaja melihat senyuman Dio dia baru mengerti apa yang terjadi kepada mereka berdua.
''Dio. Ternyata kau yang melakukan ini kepada kami berdua,'' batin Frans.
''Dio bisa ambil air putih untuk istriku?" ucap Frans.
''Tentu,'' jawabnya cepat dan langsung berdiri.
Setelah memastikan Dio menuju ke dapur baru pun Frans bergerak untuk membawa Friska keluar dari tempat ini.
''Dio memasukkan sesuatu ke dalam minuman kita sayang, kita harus meninggalkan tempat ini kalau tidak sesuatu yang buruk akan terjadi.'' Kedua bola mata Friska terbuka lebar takut bercampur gemetar.
__ADS_1