SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Riko Tiba-tiba Muncul


__ADS_3

Friska menitikkan air matanya ia tidak menyangka untuk kedua kalinya Frans melakukan hal yang sama terhadap dirinya.


Wanita itu berlari kencang meninggalkan club yang dipenuhi orang-orang putus asa.


Friska terus lari menuju ke rumah ya hendak mengambil pakaian serta sisa uang hasil gaji ya dahulu bekerja di restoran.


Setibanya ia mengemasi secepat kilat agar Frans keburu tidak datang. Hampir sepuluh menit Friska siap pergi namun langkah ya terhenti melihat Frans datang bersama dengan pria asing.


"Istriku ada di dalam, kalian boleh membawanya!" ujar Frans.


"Aku tidak akan mengampuni mu Frans, tega sekali kau melakukan ini kepadaku," batin Friska.


Friska memilih bersembunyi antara rumput panjang sambil mengendap keluar.


Dia begitu berharap Frans dan sekelompok ya tidak menemukan dirinya.


Sriet, suara ranting patah mengalihkan pandangan Frans, dia langsung bergegas ke sana.


"Mas Frans jangan sampai melihat ku," gumam Friska.


Friska melempar ranting mengalihkan Frans ternyata tidak berhasil justru membuat Frans semakin penasaran.


"Siapa di sana?" panggil Frans.


Friska langsung keluar dari persembunyiannya lari ke arah jalan raya.

__ADS_1


"Mas Frans sampai kapan pun aku tidak sudi jadi wanita sewa," ucap Friska.


"Dari mana Friska tahu? Apa jangan-jangan dia?" Frans langsung mengejar Friska dia tidak mau Boy marah kepadanya.


Friska menoleh ke belakang dia tidak melihat Frans lagi hingga ia bisa bernapas lega sedikit.


"Aku harus ke mana sekarang? Frans tidak akan berhenti mengejarku," batin Friska.


Sebuah mobil hitam berhenti tepat depan Friska hingga wanita itu mundur ancang-ancang hendak lari.


"Friska ini Riko!" Riko mengeluarkan kepalanya agar Friska tidak takut.


"Riko?! Kau sedang apa di sini?" tanya Friska heran.


"Kamu juga sedang apa di sini sampai membawa tas segala?" Friska terdiam dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


"Mas Frans, aku harus lari," ucapnya.


"Kau mau ke mana Friska?" tanya Riko heran.


"Riko maaf aku harus pergi," ucap Friska.


"Tunggu! Naik ke mobilku aja, jangan takut aku tidak akan menggigitmu," canda Riko.


Friska bimbang akhir ya masuk ke dalam mobil karena Frans semakin mendekat.

__ADS_1


"Tunggu Friska!" sayang ya Friska sudah jauh Frans terlambat selangkah.


"Bagaimana sekarang bos?" tanya anak buah Boy.


"Siapa yang membawa si Friska?" ucapnya sambil mengingat plat nomer mobil itu.


"Mobil ya tidak asing bos, saya sepertinya pernah lihat tapi tidak tahu di mana," tambah ya.


Frans juga merasakan hal itu tapi dia tidak bisa berpikir jernih saat ini.


"Aku akan kejar kau Friska," batin Frans.


Friska baru bisa bernapas lega karena sudah jauh dengan Frans. Dia tidak sangka Frans yang baik bisa berubah semengerikan itu.


"Friska boleh kau ceritakan pria yang mengejar mu itu siapa?" tanya Riko penasaran.


"Dia suamiku Riko," jawabnya sesenggukan.


"Kalian bertengkar?" tanya Riko lagi.


"Ya, aku lari dari rumah karena mas Frans hendak, hendak." Friska tidak jadi melanjutkan ceritanya karena air mata itu terus keluar.


"Maaf seharusnya aku tidak bertanya," bisik Riko.


Friska seolah lupa kenapa Riko tiba-tiba muncul di hadapannya. Hingga tanpa di sadari Friska, Riko membawa ia ke kediamannya.

__ADS_1


"Rumah siapa ini Riko?" tanya Friska baru sadar ketika memasuki gerbang utama.


"Rumah ayah dan ibuku, Friska." Friska melotot tidak percaya Riko yang dia kenal ternyata konglomerat.


__ADS_2