SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Menemukan Frans


__ADS_3

Friska udah bersiap mereka langsung menyewa taksi untuk menuju ke bandara.


Sampai detik ini Friska masih belum mendapatkan jawaban dari Frans mengenai masalah yang sedang menimpa ya.


Pria itu lebih banyak diam di dalam pesawat sambil menatap keluar.


''Mas?" panggil Friska halus.


''Kenapa?" Friska tidak jadi bertanya karena seorang pramugari mendekati mereka berdua.


''Pak, kopi anda.'' Frans langsung menerima ya.


''Terima kasih,'' ucap Frans.


Friska kembali diam memilih memejamkan kedua bola mata ya karena keberangkatan mereka berdua lebih cepat dari dugaan ya.


Frans menerima sebuah pesan dari Lady kalau Dio masih mengejarnya sampai ke ujung dunia sekalipun.


''Dio hanya menginginkan Friska, setelah itu kau dibebaskan Frans.'' Frans tidak habis pikir dia benar-benar terjebak karena ulahnya dahulu.


''Semua memang karena uang, tapi kenapa tiba-tiba aku menolaknya kemarin padahal uang sudah di depan mata,'' umpat ya.


''Mas, kenapa wajahmu keringatan?" Friska langsung mengusap wajah Frans terlihat pucat.

__ADS_1


''Friska, kalau sesuatu terjadi kepadaku nanti kalau tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Frans tiba-tiba.


''Mas bicara apa?'' tanya Friska terkejut.


''Aku tidak tahu nanti bagaimana kita hidup di tanah air Friska sementara di negeri orang aja kita sudah terancam,'' keluh ya.


''Mas, kalaupun ada yang menyakiti kita berdua jangan khawatir Tuhan pasti menolong hambanya yang kesulitan.'' Frans tidak menyukai jawaban Friska dia seperti baru mendapatkan hidayah.


''Capek aku bicara denganmu Friska.'' Frans langsung membuang wajahnya ke samping sambel melipat kedua tangan ya.


Butuh waktu beberapa jam sampai ke tanah air mereka berdua langsung turun tergesa-gesa.


Tidak seperti penumpang yang lainnya terlihat santai namun berbeda dengan Friska dan Frans.


''Mas, kita di mana tinggal sekarang?" tanya Friska pelan.


Friska hanya mengikuti Frans saja perasaan yang masih tidak enak mengenai perpindahan mereka saat ini.


''Ayo itu rumah kita sekarang!" Friska terkejut mereka kembali ke rumah mereka dahulu.


Namun tidak secantik dulu lagi karena tidak ada yang merawat perasaannya sedih.


''Mas serius kita tinggal disini sekarang?" tanya Friska.

__ADS_1


''Ya, Dio mana mungkin mencari kita ke sini sementara rumah ini sudah lama tidak berpenghuni.'' Frans begitu percaya diri sekali dan masuk ke dalam.


Friska melihat sekeliling rumah penuh dengan rumput tinggi sampai di dalam banyak debu.


''Friska, di luar jangan kau bersihkan biar seperti itu.'' Friska mendekati Frans sedang memainkan ponsel ya.


''Kenapa memangnya Mas?" tanya Friska.


''Dio nanti curiga kalau kita membersihkan rumah ini.'' Friska mengangguk mengerti lalu mereka berdua mulai membersihkan rumah.


''Mas, seandainya aku dulu tidak keguguran kita sudah menjadi orang tua sekarang ya,'' lirih Friska.


''Jangan ingat lagi masalah itu Friska, pikirkan keselamatan kita sekarang.'' Friska mengusap air matanya tiba-tiba keluar tanpa diundang.


''Ya mas,'' sahut Friska.


Tidak lama kemudian ponsel Frans kembali berdering kali ini nomor tidak dikenal masuk.


''Halo?" ucap Frans.


''Hai Frans!" Frans terkejut mendengar suara pria sampai sekarang ini tidak bisa dilupakan ya.


''Dio?!" pekik Frans.

__ADS_1


''Aku akan menemukanmu Frans, Friska adalah milikku sampai kapanpun dia akan jatuh ke tanganku ingat itu.'' Frans melihat Friska sedang mengusap keningnya penuh keringat.


''Aku tidak akan pernah memberikan Friska kepada pria itu sampai kapanpun tidak akan pernah,'' batin ya.


__ADS_2