SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Mengembalikan Uang


__ADS_3

Friska sampai sekarang belum menyadari apa yang terjadi kepada Frans.


Terlalu banyak gerak-gerik mencurigakan dari pria itu kadang pulang sampai malam.


Frans benar-benar lelah dengan kehidupan mereka saat ini tidak baik. Di mana-mana dia melihat anak buah Dio berusaha untuk mencari keberadaan mereka berdua.


''Apa aku lebih baik menyerah saja ya?" batin ya sambil melihat wajah Friska yang damai dalam tidur ya.


Friska menggeliat merasakan sentuhan Frans namun tidak bangun.


Kembali pesan masuk ke dalam ponsel Frans kali ini dia melihat wajahnya bersama dengan Lady tidur bersama.


''Lady?!" pekik ya langsung berdiri hingga membuat Friska bangun karena terganggu oleh gerakan Frans.


''Mas, ada apa?" tanya Friska sambil mengusap wajahnya.


''Lady. Beraninya kau mengirim foto ini kepadaku?" ucapnya tidak sadar.


''Siapa Lady, Mas?" tanya Friska sambil mengumpulkan tenaga ya.


''Bukan urusanmu Friska, lebih baik kau tidur sekarang!" ujar ya.


''Tapi Mas kenapa belum tidur? Sebentar lagi subuh Mas?" tanya Friska halus.

__ADS_1


''Tidur Friska, jangan membantahku!" Friska ketakutan melihat wajah Frans yang terlihat menakutkan.


''Ya Mas.'' Keadaan terpaksa Friska berusaha untuk memejamkan kedua bola mata ya.


Dia melihat Frans sudah seperti seorang gila mondar-mandir sambil memegang ponsel ya.


''Mas Frans sebenarnya apa yang kamu tutupi dariku?" gumam Friska.


''Lady jangan pernah mengirim foto ku lagi, awas saja!" peringat Frans.


''Aku disuruh Dio sayang, lumayan aku mendapatkan uang tambahan.'' Lady tertawa terbahak-bahak di sana.


''Lady, Dio mereka membuat rumah tangga aku hancur. Friska jangan sampai dia melihat semua ini.'' Frans langsung menghapus semua pesan yang dikirim Lady.


Pukul lima pagi Frans meninggalkan rumah diam-diam tanpa sepengetahuan Friska.


Namun wanita itu sudah lama bangun karena curiga melihat Frans terlalu banyak menyimpan sebuah rahasia.


Friska diam-diam mengikuti Frans dari belakang hingga langkahnya berhenti di sebuah rumah atau lebih pantasnya dikenal club.


''Ngapain Mas Frans ke sini?" gumamnya.


Banyak muda-mudi menari-nari di bawah lampu yang berwarna-warni. Bau minuman menyengat di mana-mana beserta dengan asap mengepul udara.

__ADS_1


''Hai cantik, mau berdansa denganku?" tawar seorang pria asing.


''Maaf aku tidak tertarik,'' tolak Friska langsung meninggalkan pria itu.


Friska terus mengikuti Frans hingga masuk ke sebuah ruangan jauh lebih sunyi.


''Apa yang kau inginkan Frans? Sudah lama kita tidak bertemu semenjak bersama dengan Dio?" Friska terkejut mendengar obrolan Frans dan pria asing.


''Aku butuh dana Boy, aku baru saja tinggal di sini bersama dengan istriku,'' ucap Frans.


''Apa jaminan ya Frans, kau tahu bisnisku kan?" kekeh ya.


''Istriku!" Friska terkejut bukan main mendengar jawaban Frans.


''Dulu juga kau mengatakan itu sampai Dio rela mengeluarkan uang begitu banyak untuk hanya seorang istrimu yang saat itu sedang mengandung.'' Frans merasa bodoh saat itu namun saat ini dia benar-benar serius.


''Kali ini aku serius Boy, istriku tidak hamil sekarang dan kau bebas melakukan apapun kepadanya!" Boy tertawa terbahak-bahak mendengar penawaran Frans.


''Tapi dia sudah tidak suci lagi Frans, harganya pasti turun!" ujar Boy.


''Kau pasti sudah tahu membuat harganya Boy, saat ini aku benar-benar butuh uang banyak agar bisa meninggalkan negara ini lagi.'' Tanpa berpikir panjang Boy mengeluarkan uang yang nilainya begitu fantastis.


''Istriku yang akan mengembalikan semua uang ini Boy, pria manapun tidak akan ada yang mau menolaknya.'' Boy tersenyum puas dia memang tahu betul mengenai istri Frans.

__ADS_1


__ADS_2