SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Kebodohan Frans


__ADS_3

Riko sama sekali tidak menaruh curiga kepada Frans dan langsung menerima benda itu karena tidak mau harus seorangpun masuk ke dalam kamar Friska.


''Kau boleh kembali ke bawah jangan pernah datang ke sini lagi,'' ucap Riko sampai memperhatikan penampilan Frans.


''Baik Tuan,'' jawab Frans dengan perasaan yang begitu kecewa gagal untuk menemui Friska.


Riko mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam menemui calon istrinya itu.


Sebanyak tiga kali pintu kena ketuk akhirnya Friska keluar dengan wajah yang terlihat kusut.


''Hai, boleh aku masuk ke dalam?" tanya Riko sambil menyebarkan senyumannya.


''Kau mau apa datang di sini nanti orang-orang melihat kita?" pekik Friska.


''Kita sebentar lagi akan menjadi suami istri dari untuk apa takut,'' kekeh Riko langsung main masuk ke dalam.


Dari kejauhan Frans melihat itu semuanya hatinya sakit karena Friska mendapatkan perlakuan yang baik dari pria lain.


''Apa yang kurang dariku sampai Friska meninggalkanku,'' lirihnya pelan sambil memejamkan kedua bola mata.


''Hei, kenapa diam di sini semua orang sedang bekerja,'' tegur kepala pelayan.


''Maaf, aku akan melakukannya,'' ucap Frans gugup.

__ADS_1


Dia nyaris ketahuan sedang menyelinap masuk ke sini dan bergabung dengan orang-orang yang ada sana.


Di kamar utama Friska kerepotan melihat Riko dari tadi tidak mau keluar dari kamarnya.


''Keluar Riko aku mau istirahat,'' kesalnya.


''Kita tidur bersama ya,'' bisik Riko sampai membayangkan hal fantasy bersama dengan Friska.


''Jangan berpikiran aneh Riko, aku tidak mau melakukan itu.'' Pria itu tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Friska.


''Aku tidak akan melakukannya kecuali kau sudah siap, apalagi belum ada sebulan engkau mengalami operasi.'' Friska menjadi sedih seharusnya bulan ini adalah momen terindah untuknya dan Riko.


''Maaf Rik, aku bukan wanita sempurna,'' lirihnya.


''Jangan merasa seperti itu, ayolah sebentar lagi kita akan menikah,'' kekeh Riko.


''Bagus sayang, kalau begitu aku keluar ya.'' Wajah Friska kelihatan memerah karena Riko menyebutnya dengan kata sayang.


Setelah keluar baru Friska bisa bernafas lega karena dari tadi Riko terus mengganggu.


''Pria itu sepertinya kuat bagaimana nanti kami melakukan hubungan yang lebih?" Pikirannya berkelana ke mana-mana membayangkan hal itu terjadi kepadanya bersama dengan Riko.


Friska langsung masuk ke dalam selimut tidak sanggup membayangkan itu kepadanya.

__ADS_1


Dia sudah pernah berpengalaman bersama dengan Frans namun berbeda dalam Riko.


"Aku tidak mungkin menjerit untuk kedua kalinya, Riko sudah tahu kalau aku sudah tidak utuh lagi,'' batin ya.


Tiba-tiba Friska menjadi sedih seharusnya dulu dia menyerahkan itu kepada Riko bukan Frans. Namun nasi sudah menjadi bubur Frans hanya mengambil keuntungan semata kepadanya.


Di lantai bawah Frans diam-diam sudah meninggalkan kediaman Riko dengan hati yang sangat sakit.


Sebentar lagi mantan istrinya itu akan menikahi seorang pria kaya yang memiliki kekuasaan di mana-mana.


''Jauh sekali denganku yang sekarang ini menjadi pria miskin,'' kesalnya.


Frans menyusuri jalan raya yang sepi karena rumah Riko terletak di kawasan elit taxi di sini sangat sulit untuk masuk.


Dia tidak menyadari ternyata di belakang anak buah Riko melihatnya jalan dengan tidak stabil.


''Dari mana si bodoh itu sampai bisa tersesat ke sini?" tanyanya.


''Kita lebih baik mengikutinya dari belakang, karena keselamatan majikan yang paling utama.'' Mereka semuanya mengangguk setuju mengikutinya dari belakang diam diam.


Frans benar-benar tidak menyadari itu dia terus jalan sambil memikirkan Friska sebentar lagi akan bahagia.


''Friska, aku minta maaf?" teriaknya.

__ADS_1


Langkah bodyguard berhenti mendengar nama majikan mereka sebentar lagi akan menikah.


''Jadi dia sudah tahu kalau Nona akan menikahi tuan.'' Mereka semuanya tertawa terbahak-bahak karena melihat kebodohan Frans.


__ADS_2