SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Friska melihat suaminya sudah kembali ke rumah dengan wajah yang terlihat begitu kacau.


Pelukan hangat membawa mereka berdua hingga tangisan terdengar di telinga masing-masing.


''Aku minta maaf Friska,'' lirihnya.


''Sudahlah Mas, setidaknya kita berdua tidak kenapa-napa di rumah Dio,'' balas Friska.


''Aku serius mengatakannya karena sudah membawamu ke dalam bahaya,'' tambah Frans.


Friska melihat wajah Frans yang terlihat lusuh bahkan setiap guratan terlihat jelas di sana.


''Mas, kenapa Dio melakukan itu kepada kita berdua?" tanya Friska setelah mereka masuk ke dalam lalu duduk.


''Namanya temen Friska kita tidak tau apa yang akan dilakukannya.'' Friska ngeri membayangkan hal itu terjadi kepada mereka tadi.


''Mas, lebih baik mandi dulu aku akan mempersiapkan makan malam,'' ucap Friska.


''Tidak perlu memasak Friska, malam ini kita harus meninggalkan kota.'' Friska menatap serius wajah Frans.


''Kenapa Mas?" tanya Friska takut.


''Dio, kapan saja dia kan melakukan apapun lagi kepada kita Friska,'' ucap Frans sedih.


''Jadi, kita pergi ke mana Mas?" Friska semakin ketakutan nyawa mereka berdua terancam saat ini.

__ADS_1


''Friska, kau mempercayaiku kan?" Frans menangkup wajah Friska sambil menatap serius.


''Kenapa Mas? Apa ada yang serius?" Friska merasakan tangan Frans bergetar.


''Tidak jadi, lebih baik kita meninggalkan kota ini kau cepatlah bersiap-siap!" Friska mengangguk mengerti dia juga ingin sekali meninggalkan kota ini karena Dio.


Sibuk mengurusi segala keperluan mereka tempat yang baru, Friska tiba-tiba teringat di kediaman Dio.


''Apa yang sebenarnya terjadi sampai Dio melakukan itu kepada kami berdua?" batinnya.


''Friska, sudah siap belum?" panggil Frans.


''Ya Mas,'' sahut Friska.


Frans menjadi pria bodoh mau melakukan itu kepada Friska padahal istrinya itu baik dan menuruti semua yang dia katakan.


''Bodoh kau Frans,'' rutuk ya.


Seharusnya dia tidak melakukan itu kepada Dio memberikan Friska agar mendapatkan uang lebih.


''Mas?" panggil Friska pelan.


''Apa?" balas Frans ketus.


''Kita mau ke mana?" tanya Friska hati-hati.

__ADS_1


''Luar negeri Friska.'' Kedua bola mata Friska terbelalak padahal dia sama sekali belum pernah keluar negeri.


''Tapi Mas.'' Frans melotot melihat Friska baginya saat ini untuk menghindari Dio adalah nomor satu.


''Jangan membantah sekali ini Friska, ingat keselamatan kita berdua saat ini terancam.'' Frans menghentikan mobil mereka berdua di tepi jalan raya iya melihat Friska sudah menangis.


''Ya Mas,'' lirihnya.


''Aku minta maaf Friska, tadi tidak sengaja membentak mu.'' Frans membawa Friska masuk kembali ke dalam pelukannya.


Setelah keadaan tenang mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya berangkat ke luar negeri.


Frans merasa lega untuk sementara ini bisa menjauh dari Dio.


''Apa Dio nanti mengejar kami sampai ke sini tidak ya?" gumamnya sambil mengingat ucapan Dio kemarin.


Friska tidur di samping ya sambil memeluk lengannya.


Frans melihat wajah damai Friska tangan itu langsung mengusapnya dengan halus.


''Maaf sudah membawamu ke dalam masalahku,'' bisik ya pelan.


Friska dapat mendengar apa yang dikatakan Frans namun dia tetap memejamkan kedua bola matanya.


''Aku mencintaimu Mas Frans,'' ucapnya dalam hati sambil tersenyum namun Frans tidak dapat melihatnya karena sibuk dengan ponsel miliknya sendiri untuk melihat lowongan pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2