SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Frans Ditangkap


__ADS_3

Bodyguard Riko memberitahukan mengenai Frans kedua bola mata ya melebar.


"Periksa semua kamera cepat?!" sentaknya tiba-tiba keadaan pelayan pribadinya.


"Baik tuan." Riko ketakutan Frans menemui Friska diam-diam dan melakukan sesuatu kepada ya.


"Ada apa ini Riko?" tanya Friska heran melihat semua pelayan sibuk bahkan lebih sibuk dari sebelumnya.


"Sayang, kau harus berada di samping ku ya jangan jauh-jauh mengerti!" ucap Riko sambil membawa Friska masuk ke dalam pelukannya.


"Ada apa memang ya Riko? Semua baik-baik saja kan?" tanya Friska takut.


"Tidak apa-apa aku hanya ingin menjaga mu sayang." Friska ada merasa ada yang aneh terhadap Riko.


"Aku mau istirahat," ucap Friska.


"Baiklah." Riko mengantarkan Friska sampai ke kamar.


Setalah itu Riko kembali ke kamarnya dengan perasaan yang begitu cemas karena kehadiran Frans ditengah kebahagiaan ya bersama Friska dapat terganggu.


"Aku harus melakukan sesuatu kepadanya, kenapa dia bisa lolos dari Club itu?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Riko memerintahkan kepada sekretaris ya untuk mengurus Frans agar tidak menganggu dia ketika menikah nanti.


"Kau urus dia mengerti! Pria seperti Frans harus diberikan pelajaran!" ucapnya.


"Baik tuan muda," jawabnya cepat.


Riko memeriksa kembali ponselnya ketika bukti itu telah sudah dapat.


"Beraninya dia datang ke rumah ku?!" pekik ya.


Sudah tidak tahan dengan Frans apalagi nanti pria itu akan kembali merebut Friska darinya.


"Aku akan percepat pernikahan kami," Riko memerintahkan kepada sekretaris ya lagi pernikahan di majukan secepatnya.


Friska baru tahu kabar itu terkejut padahal dia baru bangun masih belum sadar sepenuhnya.


"Kenapa kau majukan Riko? Prosesnya kan masih banyak harus kita lakukan?" tanya Friska heran.


"Aku sudah tidak sabar lagi menikahi wanita cantik ini," goda Riko.


"Aku serius Riko jangan main-main," keluhnya.


"Aku hanya ingin kau tetap ada disamping ku sayang." Riko membawanya masuk ke dalam pelukannya.


"Kenapa Riko posesif banget," lirihnya.


Mami dapat merasakan perubahan Riko terlalu berlebih-lebihan kepada Friska. Padahal dulunya bersama Emma dia tidak pernah seperti ini.


"Apa ini yang dikatakan cinta sejati? Dia baru jatuh cinta dan melakukan itu kepada Friska. Bodohnya aku dulu memasaknya menikah dengan Emma," lirihnya.

__ADS_1


Mami duduk sendirian di kolam memikirkan Riko benar-benar terlihat berbeda.


Putranya itu terlihat begitu bahagia sekali karena sudah mendapatkan cinta sejati ya.


"Suamiku pasti bahagia di sana melihat putranya sudah sebentar-sebentar lagi akan bahagia," ucapnya.


"Mami sedang apa di sini?" Riko menepuk pundak mami dari belakang.


"Bodoh mami terkejut Riko?!" pekik ya.


"Maaf, tadinya Riko panggil mami tidak dengar," kekehnya.


"Kau mau mengatakan apa?" tanya mami heran.


"Mami, kami akan melangsungkan pernikahan esok malam." Mami terkejut.


"Friska sudah tahu?" tanya mami.


"Ya," ucapnya.


"Riko, mami mau bertanya kepadamu tentang Friska?" tanya mami.


"Apa itu mami?" Riko melihat mami dengan tatapan mata yang begitu serius.


"Kau bahagia pernikahan ini?" seketika wajah tampan Riko berubah sedih karena ada masih kesalahan yang dia lakukan kepada Friska terdahulu.


"Bagaimana suatu saat Friska mengetahui kalau aku yang sudah hilangkan kandungannya?" batin Riko.


"Aku bahagia mami, pernikahan ini akan aku jadikan momen paling mengesankan," ucap Riko percaya diri.


"Mami akan mendoakan Kalian nak, papah di sana juga pasti senang akhirnya putra ya menikah dengan wanita yang dia cintai," tambah mami.


Riko gusar mendengar ucapan mami tadi sampai dia tidak menyadari Friska memperhatikan dirinya dari tadi.


"Kenapa wajah Riko seperti tertekan ya?" ucap Friska pelan.


"Nona di sini ternyata, acara akan dilanjutkan." Seorang pelayan memanggilnya hingga Riko tidak sengaja mendengar suara itu.


"Maaf ya mbak, aku bosan di dalam," kekeh ya.


"Sedang apa ini sayang?" tanya Riko heran.


"Hanya cari angin Riko, kau tidak masuk ke dalam melihat acaraku?" alih Friska.


"Ayo, aku akan menemanimu." Mereka berdua masuk ke dalam bersamaan.


Penatua memulai acara itu tapi pikiran Riko tidak tahu ke mana karena memikirkan ucapan mami di taman.


"Apa aku sudah benar ya menikah dengan Friska?" batin Riko sambil menatap Friska tertawa terbahak-bahak mendengar ceramah penatua yang lucu.


"Kalau ada masalah yang belum selesai lebih baik jujur Riko." Riko terkejut mami sudah ada dibelakangnya.

__ADS_1


"Riko merasa tidak memiliki masalah mami," bohong ya.


"Kalau begitu kenapa kau banyak sekali melamun beberapa hari ini?" tanya mami lagi.


"Riko hanya merasa tidak percaya bisa menikahi Friska mami." Mami memeluk putra yaitu dari belakang.


"Ayo sayang, jangan patah semangat besok kalian akan melangsungkan pernikahan." Pria itu mengangguk mengerti lalu bergabung dengan Friska sedang bahagia.


Namun berbeda dengan seorang pria hidupnya sangat kacau karena kelakuannya sendiri.


Frans terus melarikan diri dari orang-orang Riko yang hendak membawanya kembali ke sebuah rumah yang pernah membuatnya menderita.


"Berhenti! Kau tidak akan bisa lari Frans," teriak bodyguard itu.


"Kalian salah besar menangkap ku, salahku apa?" tanya Frans tidak terima.


"Diam! Keberadaanmu membuat tuan Riko marah kalau bukan karena kelakuanmu dahulu semua ini tidak akan terjadi." Frans tidak peduli dia terus memberontak untuk melepaskan diri dari anak buah Riko.


"Aku berjanji tidak akan pernah muncul lagi di hadapan mereka berdua. Kemarin aku melakukannya karena tiba-tiba kedua kakiku melangkah ke sana," ucapnya jujur.


"Tapi semua itu tidak berlaku kepada kami." Frans langsung dimasukkan ke dalam mobil tidak peduli pria itu terus mengamuk.


Sebuah mobil berwarna hitam muncul dari depan mereka semuanya panik lalu tiba-tiba berhenti.


"Kau mau cari mati ya?!" teriak bodyguard Riko.


"Lepaskan pria itu atau kalian akan mendapatkan masalah." Anak buah Riko ketakutan melihat benda yang dibawa wanita itu benar-benar menakutkan.


"Nyonya, kami memiliki urusan dengan pria ini jadi mohon kerjasamanya," ulurnya.


"Dia adalah putra ku lepaskan atau kalian akan mendapatkan masalah," ancamnya.


Frans mengambil kesempatan langsung melepaskan diri dari anak buah Riko.


"Kalian suatu saat akan kubalas," ucap Frans lalu masuk ke dalam mobil tersebut.


Anak buah Riko marah besar Frans melarikan dari dan mereka akan mendapatkan masalah.


"Kita harus melaporkan ini kepada tuan," ucap salah satu dari mereka.


Riko tengah berbahagia karena detik-detik mereka akan melangsungkan pernikahan yang begitu meriah.


Penghulu mengesahkan mereka menjadi sepasang suami istri dan Friska menitikkan air matanya.


"Mas, terima kasih sudah mengangkat kembali derajatku," ucap Friska.


"Aku juga berterima kasih sudah mau menerima pria sepertiku," ucapnya.


Para tamu undangan menikmati makanan minuman yang telah disediakan berbeda dengan Riko dan Friska mereka berdua istirahat.


Friska terlihat begitu canggung karena setelah beberapa bulan tidak berduaan dengan pria dia gugup ada Riko bersamanya saat ini.

__ADS_1


"Kau kenapa banyak mengeluarkan keringat sayang?" Sentuhan tangan mendarat ke keningnya.


__ADS_2