SEWA ISTRI

SEWA ISTRI
Mencari Uang


__ADS_3

Kehidupan yang dijalani Friska bersama dengan suaminya berjalan dengan lancar. Frans telah mendapatkan pekerjaan membuat keuangan mereka kembali dengan semula.


Friska turut membantu Frans mencari uang sambil bekerja di sebuah restoran tak jauh dari tempat tinggal mereka.


Masa lalu yang mereka terima di tanah air karena perbuatan bodoh Frans mengharuskan mereka hidup ditempat seperti ini.


''Friska, aku tidak bisa datang pekerjaanku di sini banyak,'' ucap Frans.


''Ya Mas,'' balas Friska tidak terlalu menuntut Frans menjemputnya.


Dua tahun lalu hal yang membuat Friska sedih adalah karena buah hati yang dikandung ya telah pergi untuk selamanya.


Friska dan Frans tetap menjalani rumah tangga seperti biasanya namun tidak se harmonis dulu.


Menyusuri jalan yang sepi, Friska merasa hidupnya tidak baik semenjak mereka pindah ke luar negeri.


Begitu banyak perubahan terhadap Frans jauh berbanding ketika mereka dulu di tanah air.


''Aku kangen kembali ke tempat dulu,'' lirihnya.


Friska memilih istirahat di taman sambil melihat danau yang terlihat tenang.


Sepasang keluarga yang begitu bahagia membuat kedua bola matanya terus tertuju ke sana.

__ADS_1


Tawa dan canda mereka memenuhi telinga Friska membuat hatinya semakin nyeri.


''Andaikan dulu kamu bersama kami sayang, mungkin kita bertiga kan seperti ini,'' batin ya sambil mengusap perut ratanya.


''Hai Nona, dengan siapa di sini?" tanya seorang pria tiba-tiba datang menghampiri Friska.


''Maaf, saya harus kembali.'' Friska langsung berdiri tidak mau berbicara dengan siapapun kecuali dengan teman kerja dan suaminya.


''Tunggu! Saya bukan untuk menyakiti kamu Nona. Bangku taman terlihat penuh aku ingin duduk karena kakiku sakit,'' tahan pria itu.


Friska dapat melihat kaki pria itu memang di perban perasaan yang menjadi tidak enak.


''Silahkan! Lagian saya juga sudah hendak mau kembali ke rumah.'' Pria itu tetap meminta Friska agar tidak mau pergi.


Friska berpikir sejenak lalu dia memutuskan kembali duduk ada rasa canggung diantara mereka berdua.


''Maaf,'' ucap Friska pelan.


''Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa seperti ini. Oh ya, kamu dari mana sepertinya bukan warga di sini?" tanya pria itu dalam bahasa asing.


''Aku baru pindah di daerah ini,'' jawabnya.


''Namaku Riko,'' ucapnya sambil berkenalan.

__ADS_1


''Friska,'' balas Friska.


Tidak ada obrolan lagi mereka berdua larut melihat sepasang keluarga yang begitu hormones.


Friska menitikkan air matanya ingin kembali seperti dulu bersama dengan Frans.


''Kamu memiliki masalah, Friska?" tanya Riko memberanikan diri bertanya kepada Friska.


''Tidak, aku hanya terharu melihat mereka,'' tunjuknya.


''Ya, mereka keluarga yang bahagia ya, andaikan istriku tidak mau meninggalkan ku dahulu mungkin kami sudah seperti itu sekarang,'' curhat pria itu.


''Anda memangnya kenapa?" tanya Friska.


''Kami udah bercerai beberapa tahun yang lalu karena kondisi ku seperti ini. Dia tidak mau repot mengurusi sepertiku.'' Friska mengerti perasaan Riko, dia juga hampir mirip dengan cerita pria itu Frans mulai tidak peduli dengannya.


''Seperti itulah namanya berkeluarga,'' lirihnya.


''Kamu sudah berkeluarga ya?" Friska mengangguk namun dia langsung mengalihkan wajahnya ke samping agar tidak terlihat sedih.


''Sepertinya kita berdua sama-sama memiliki masalah ya,'' kekeh ya.


Friska lirik ke arah Riko tertawa kecil menanggapi masalah mereka berdua ini.

__ADS_1


__ADS_2