Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
episode 1


__ADS_3

...PROLOG...


Assalammualaikum wr. Wb. Halo…perkenalkan nama saya Ai nurlatifah…


Bagaimana kabar kalian semua?... semoga kalian semua sehat-sehat aamiin… kalau ada yang kurang sehat semoga cepat sembuh aamiin…


Kalau kata pepatah… “Tak kenal makah kenalan” hmm…yaa yang benar pepatahnya “Tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta”. Hmm…sama aja kenalan juga… oke skip.


Menceritakan Ai nurlatifah yaitu saya sendiri yang selalu bertemu seorang pria misterius didalam mimpi saya. Saya tidak tau siapa pria itu dan kenapa dia selalu datang ke dalam mimpi saya, mimpi ini saya sudah alami dari usia 14 sampai sekarang saya masih bertemu dengan pria misterius itu didalam mimpi. Selamat membaca.


...PERTEMUA...


Langit biru berawan suasana menenangkang dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi kicawan burung-burung, tepat dibawah pohon besar ada seorang gadis yang tertidur dengan lelap.


“.......” gadis tertidur lelap.


Terlihat dari kejauhan ada seorang pria yang berjalan menuju kearah gadis yang sedang tertidur lelap.


“tap…tap…tap” seseorang berjalan.


“tap” langkah kaki berhenti.


“…….” Berlutut.


Seorang pria misterius berlutut dihadapan gadis itu dan kemudian…


“cup” mencium dahi dengan lembut.


“hmm…” tersenyum.


Setelah mencium dahi sang gadis, sang pria misterius langsung pergi beberapa menit kemudian sang gadis terbangun dari tidurnya.


“…….” Terbangun dari tidur.


“???” menyentuh dahi.


“rasanya seperti ada yang mencium dahiku?” bicara dalam hati.


“…….”


“meong…”


“Huh?!”


“kucing?”


Saat sedang sedang memikirkan sesuatu tiba-tiba datang seekor kucing jantan dan mendekati sang gadis mereka saling melihat dan menit berikutnya sang gadis bermain dengan kucing itu, mengelusnya, bercanda dengannya. Kemudian si kucing mengeong seperti mengajak sang gadis ke sesuatu tempat, awalnya sang gadis tidak paham tapi sikucing terus mengeong dan menarik ujung celananya pada akhirnya sang gadis mengikuti sikucing. Tempat lain sang pria misterius yang tadi mencium dahi sang gadis sedang menunggu kedatanggan sang gadis dan sikucing tidak lama sikucing sudah sampai ditempat majikang (sang pria misterius).


“meong…”


“…….”


“(berbalik kebelakang)”


“…….” Sang pria dan sikucing saling melihat.


“tap…tap…tap” sang gadis berjalan dan berhenti.


“kucing…”


“(kucing berbalik)”

__ADS_1


“huh?”


Sang gadis dan sang pria berhadapan satu sama lain, saat bertatapan dengan sang gadis…sang pria tersenyum lembut kepada gadis itu. Sang gadis yang melihat itu terkejut dan tersipu malu, cukup lama mereka saling bertatapan dan akhirnya disadarkan oleh suara sang pria yang terdengar dingin dan agak berat.


“assalammualaiukm…halo ada yang bisa saya bantu?”


“huh? Ahk!.. wa…waalaikumsalam…ha…halo juga…”


“emm…aanuu..aamm..”


“kucing!” melihat kea rah kucing.


“ohh…apakah kucing peliharaan saya menganggumu?”


“tidak! Hanya saja kucing itu seperti mengajakku untuk mengikutinya…”


“hmm…” tersenyum.


“apakah kamu mau bermain dengannya? (kucing perliharaanku)”


“bolehkah?”


“hmm…” menganggukkan kepala.


Sang gadis yang diizinkan bermain dengan “tuan kucing” (kucing peliharaan sang pria)sangat senang tak lama segerombolan kucing berwarna putih menghampiri mereka bertiga (sang gadis, sang pria, tuan kucing) dan mereka bermain bersama.


“ohyaa…kalau boleh tau siapa namamu gadis kecil?”


“huh?! Ohh…nami abdi?...Ai…pangil abdi Ai…anjeun?”


“pangil saja saya Akak (singkatan dari kata Kakak atau Aa dari bahasa sunda)”


“Akak?...”


“…….” Panasaran.


“stsss…belum saatnya kamu tau gadis kecil…” meletakan jari telunjuk ke bibir sambil mengedipkan satu mata.


“Deg!” terkejut dan wajah merona merah.


Ai dan Akak duduk di rumput dengan bunga-bunga yang bermekaran ditaman itu, Ai yang asik bermain dengan para kucing tampa Ai sadari Akak terus memperhatikannya dari samping (dia duduk) dan tersenyum, melihat Ai tersenyum bermain dengan para kucing. Akak terpesona oleh kecantikan Ai dan ia selalu melihat kearah Ai, didalam hati dia berkata.


“cantik dan manis”


Tampa terasa jantungnya berdegup dengan kencang apalagi melihat senyum manis yang diberikan oleh Ai sesekali saat dia sedang berbicara.


“hehehemmm…” Ai tertawa bermain dengan para kucing.


“manis…(deg) emm…kenapa jantung saya selalu berdebar-debar saat melihat gadis ini?” ucapnya dalam hati.


“bulu matanya lentik,hidungnya mancung sedikit,bibir mungil,wajah cantik,berparas manis…masyaallah begitu cantiknya gadis yang ada dihadapan saya ini” ucapnya dalam hati.


“Akak apa semua kucing ini peliharaanmu?” melihat ke arah Akak.


“Deg!” terkejut.


Saat Ai ingin bertanya kepada Akak matanya terdiam terpaku melihat mata Akak dan Akak melihat mata Ai sambil bergumam dalam hati.


“cantik…”


Ai dan Akak saling bertatapan mereka terdiam terpaku dan saling berpandangan, dan akhirnya suara Ai menyadarkan Akak.

__ADS_1


“emm…aannuu…Akak…”


“…….”


“Akak…”


“hmm…”


“emm…tadi abdi naros apa semua kucing ini kucing peliharaan Akak?”


“sanes/bukan… kucing peliharaan Akak hanya satu yaitu tua kucing kalu semua kucing ini adalah kucing yang tinggal disekitar villa besar yang ada di samping kita.


“…….” Mengerti.


Sebenarnya Akak saat melihat rancauan,kegugupannya,diamnya dari Ai dia sangat menggemaskan dan terlihat cantik, ingin rasanya ia mengelus kepala gadis dihadapannya itu, karena itu dia terus memperhatikan Ai dan tidak tau kalau Ai sedang bertanya kepadanya. Ai dan Akak berbincang-bincang dan bermain dengan semua kucing walau Akak sangat irit kalau bicara dia hanya menjawab “hmm” dengan singkat tapi dia pendengar yang baik. Yaa…sebelas duabelas dengan Ai sebenarnya kalau gomong, bedanya Ai menjawab dengan normal tidak irit bicara atau menjawab hanya dengan hmm saja. Tidak terasa waktu sudah begitu lama mereka bermain, Ai pun berpamitan untuk pulang.


“terimakasih Akak sudah mau mengoblor sama Ai dan memperbolehkan Ai main bersama tuan kucing dan semua kucing yang ada di sinih…tapi sepertinya Ai harus pulang sekarang senang bertemu dengan mu…”


“Akak juga senang bertemu dan mengoblor dengan Ai kealau mau bermain lagi dengan tuan kucing boleh saja dan kucing yang lainnya”


“terima kasih tawarannya…hmm…itupun kalau kita bertemu lagi…”


“kita akan bertemu lagi Ai…”


“huh???”


“KALAU JODOH PASTI KETEMU LAGI”


“Deg!!!” Ai terkejut dan tersipumalu.


“ibaratnya seperti itu kan? Baiklah semoga kita bertemulagi gadis kecil”


“…yaa ibaratnya begitu”


“nii orang udah ngomongnya jarang atau dikit tapi sekali ngomong bikin orang kagetan, muka kadang datar kaya dembok, dingin kaya balok es… haaa…dahlah…” ucap Ai dalam hati.


Ai berpamitan kepada Akak dan tuan kucing, Ai pun pergi dari taman villa yang penuh dengan kucing itu Akak melihat kepergian Ai yang mulai menjauh dan menjauh.


“Tuan muda…” tuan kucing berbicara.


“hmm…”


“nona muda sudah pergi itu artinya dia akan bangun dari mimpinya”


“hmm…”


“tua muda?...”


“……” tersenyum.


“jangan khawatir…kita akan bertemu lagi dengan nona muda mu yang baru saja pergi… apa kau sangat merindukannya? Tuan kucing”


“meong…iya tua muda aku merindukanya…”


“hmm…” tersenyum.


“kita akan bertemu lagi gadis kecil…akh! Tidak!” perkatan terpotong.


“AI NURLATIFAH…” mengucapkan nama lengkap ai.


Pagi hari sudah tiba suara kicauan burung berkicau…seorang gadis yang tertidur lelap dia membuka matanya perlahan dan terbangun dari tidurnya, gadis yang baru bangun tidur itu adalah Ai nurlatifah.

__ADS_1


“mimpi… tapi kenapa terasa begitu nyata???...hmm…Akak? siapa pria itu? Kenapa dia terasa tidak asing… kenapa rasanya dia akrab sekali? Siapa dia…


__ADS_2