Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Mini cerita


__ADS_3

Mini cerita episode 9


Hari yang cerah langit biru berawan, suasana sangat menenangkan, angin berhembus meniup bungan-bunga di pohon sakura, bunga sakura berguguran dengan indah, semua orang (jepang) sedang melakukan Hanami. Ai dan Akak juga menikmati melihat bunga sakura, mereka berdua dusuk di bangku taman dekat pohon bunga sakura.


"bagaimana senang?"


"hmm...seeenaannggg...banget!"


"bahagia itu sederhana...iyakan?"


"hmm(iya)..."


"walau di dalam mimpi ini juga indah...terima kasih..."


"hm..."


"...." Ai terdiam.


"ada apa?"


"(mengelengkan kepala)"


"yakin?..."


"hmmmmmm...cuma penasaran aja..."


"???...penasaran?"


"siapakah Akak sebenarnya?"


"(saling melihat)"


"......" Akak menatap Ai.


"hmm..." tersenyum.


"belum waktunya kamu---" terputus.


"saya tau..."


"ehh?!"


"iya tau-tau...belum waktunya kan... Tapi jika waktunya tiba harus yaa..."


"hmm(iya)..."

__ADS_1


Mereka kembali menikmati melihat bunga sakura sambil makan es krim...


"....." Ai yang melihat bunga sakura berguguran dengan indah.


"(Akan melirik Ai)"


"maaf Ai bukannya saya tidak mau memberi tau siapakah saya sebenarnya...tapi emang belum waktunya kamu tau...akan tiba waktunya dimana saya akan menceritakan siapa saya sebenarnya dan alasan saya bisa masuk ke dalam mimpimu...tolong menugulah...saya pasti akan memberitaumu" ucapnya dalam hati.


"(melirik Ai dengan mata yang sedih)"


"...." Ai meloleh ke arah Akak dan tersenyum.


"...." Akak membalas seyuman Ai.


"....." Akak menangkap bunga sakuta yang jatuh di tangannya.


"Ai..." meyodirkan tangannya.


"waaahhh..." melihat ke arah tangan Akak.


"(menyelipkan bunga sakura di kerudung Ai)"


"???"


"hmm...cantik" memandang Ai.


"(memalingkan wajah karena merona merah)"


"....." Akak tersenyum.


Mini cerita episode 10


Hari yang cerah dan menenangkan itu menjadi hari yang sangat nyaman untuk melukis, Ai dan Akak masih ada di ruang lukis.


"nahh pake kuasnya begini dan oleakan catnya dengan perlahan fokus dan tenang" Akak membantu Ai melukis.


"(Ai fokus melukis)"


"....." Akak memperhatikan.


"haaaa...(menghelan napas) akhirnya selesai"


"kerja bagus..."


"...emmm" punya ide untuk iseng.

__ADS_1


"Ai...Ai..."


"hm?"


"coba lihat ke arah sanah ada sesuatu..."


"hmm..." menoleh ke arah kiri.


"(mengambil kuas yang ada catnya)"


"tidak ada apa-apa emmhk!" berbalik.


"(hidung Ai ada catnya)"


"Akak!!!"


"hehehehahhaha...hahaha"


"ihk! Emmhhpp" mwngambil kuas cat.


"rasain nii" mengoleskan kuas ke wajah Akak.


"....." terkejut.


Mereka pada akhirnya berperang cat tubuh meraka berumuran cat karena saling melempar cat.


"hahahahaha...hahaha..." tertawa bersama.


"(masih saling mengejar dan melempar cat)"


"yaa Allah...saya meminta kepadamu izinkan say terus menjadi sahabatnya Ai nurlatifah...karena saya sangat senang saat berada bersamanya dan mungkin saya aedikit sayang kepadanya..." ucap Akak dalam hati.


"dia benar-benae mirip dengan alm.ibunya baik dan pengertian saya jadi paham kenapa alm.ibu saya meminta saya untuk akrab dengannya...karena tidak ada orang yang seperti Ai di dunia ini karena dia hanya satu orang yang berbeda dari jutaan manusia" ucapnya dalam hati.


"saya bersyukur bisa menjadi sahabatnya, walau hanya bertemu di dalam mimpi...tapi jika engkau telah mengijinkan saya bertemu Ai langsung di dunia nyata... Saya akan menemui dia"


"yaa Allah izinkan saya terus menjadi sahabatnya..." tersenyum.


Mereka masih terus saling mengejar dan merempar cat, canda tawa mereka terus terdengar di ruang lukis.


"(berhenti saling mengejar dan terduduk di lantai)"


"(Akak berbaring karena kelelahan)"


"hehh...hahhh...hahh" sama-sama kelelahan.

__ADS_1


"...." Akak tersentum ke arah Ai yang duduk du samping kanan Akak.


"......" Ai membalas senyuman Akak.


__ADS_2