Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 3


__ADS_3

Percakapan Ai mulai


"assalammualaikum wr. Wb. Halo..."


"bagaimana kabar kalian semua? Semoga sehat-sehat aamiin... Kalau ada yang kurang sehay semoga lekas sembuh aamiin..."


"cerita hari ini menceritakan...Akak pendengar yang baik...makaudnya disaat saya benar-benar butuh seseorang untuk mendengarkan keluhan, curhatan, semua unek-unek saya yang ingin saya keluarkan...disinih dia benar-benar sosok sahabat yang setia... di saat sahabatnya sedang sedih maupun senang..."


"bagaimana ceritanya? Langsung baca saja...selamat membaca..."


"ohyaa...satu lagi di cerita kali ini saya dan Akak sudah bersahabat selama 1tahun.


Percakapan Ai selesai


...Pendengar yang baik...


Langit sedang mendung, dengan hujan begitu deras...Ai sedang duduk meringkuk (duduk sambil memeluk kakinya) membiarkan dirinya diguyur derasnya hujan... Di saat ia sedang menangis karena sesuatu...


"hikss...hikss...hikss..." Ai yang menangis.


Ai terus menangis...suara tangisannya tertutup oleh derasnya hujan jadi tidak ada yang mendengarnya. Dari kejauhan ada langkah kaki seseorang yang mengarah ke tempat Ai berada.


"tap...tap...tap"


"tap...tap...tap"


"tap..." berhenti.


"..." memayungi Ai.


"..."


"huh!?"


"hikss...hikss...hikss..." Ai masih menangis.


"..." melihat ke arah yang di payungi/bawah.


Ternyata seseorang yang menghampiri Ai adalah Akak, Akak langsungmemayungi Ai supaya tidak kehujanan lagi, mata mereka pun bertemu...mereka saling menatap satu sama lain.


"..." Ai melihat ke arah atas.


"..." Akak melihat ke arah bawah.


"..." saling berhadapan.


Akak pun mengajak Ai ke villa, setelah sampai Akak menyodorkan handuk dan menyuruh Ai mengeringkan diri lalu pergi mandi supaya tidak sakit, sedangkan Akak akan mandi juga (Ai mandi di kamar mandi yang ada di atas/lantai dua sedangkan Akak mandi di kamar mandi yang ada di ada di kamarnya) setelah mandi Akak pergi ke dapur dan membuat teh untuk Ai.


"sruuuuuu...." menuangkan teh ke cankir.


"tap...tap...tap..." berjalan ke ruang tamu.


Akak pergi ke ruang tamu di sana ia me"ihat Ai sedang duduk meringkuk.


"tep..." meletakan teh di meja.


"hikss...hiksss...hikss" Ai masih menangis.


"munumlah teh hangatnya Ai... Dan keringkan rambutmu yang benar kalu tidak kau bisa kena flu..."


"..." Ai mengambil teh.


"hiksss...hiksss...hikss" Ai minum teh, tapi masih menangus.


"...." Akak menatap Ai.


Akak yang merasakan sakit hati melihat sahabatnya menangis ia duduk di samping Ai bersama tuan kucing.


"hikss...hikss.."


"huh?"


"...." menyentuh pipi Ai.

__ADS_1


Ai yang merasakan ada sentuhan dipipinya langsung melihat ke arah Akak, sedangkan Akak yang megusap air mata Ai dari pipinya menatap Ai dengan tatapan sedih.


"apa kau mau menceritakan apa yang terjadi kepadamu?"


"..."


"Ai...Akak tidak bisa melihatmu menangis! Setiap melihatmu menangis Akak sakit hati"


"..."


"ceritakan apa yang terjadi...jangan kamu pendam, Akak akan mendengarkan"


"...." menatap Akak.


Di luar villa masih hujan deras, 1 menit setelah Ai diam kemudian... Akhirnya buka mulut.


"untuk pertama kalinya...saya merasakan apa itu jatuh cinta...tapi untuk pertama kalinya juga...saya merasakan patah hati atau lebih tepatnya cintaku bertepuk sebelah tangan..."


"walau pun belum jadi pasangan saja sudah sesakit ini...apalagi kalau sudah jadi pasangan..."


"...." Akak mendengarkan Ai.


"hikss...hiks...hikss" Ai masih menangis.


"...." Akak menatap Ai.


"dan orang yang telah membuatmu bertepuk sebelah tangan adalah...sahabat (perempuan) mu..." Akak mulai kesal.


"huh?!"


"...."


"lalu kenapa?!!!... Bukankah laki-laki itu adalah cinta pertamamu! Kenapa kau malah memberikan cinta pertamamu kepada orang lain terutama orang itu adalah sahabatmu!" Akak kesal karena Ai memberikan cinta pertamanya.


"...." Ai hanya diam.


"kenapa Ai?...kenapa?! Dia (sahabat perempuan) bahagia!!! Sedangkan kau disini menangis! Kenapa kau memberikan cinta pertamamu kepada nya! Apa alasanmu? Katakan..." Akak masih kesal.


"karena Ai sayang kepadanya..."


"Akak kita sudah menjadi sahabat selama 1tahun... Jika Akak benar selalu memperhatikan Ai dari jauh atau tampa sepengetahuan Ai... Akak pasti melihat Ai yang selalu di bully...tidak di anggap oleh teman-teman mau di kelas atau bukan...oleh kakak kelas...bahkan adik kelas...pun"


"pada akhirnya.. Ai punya seorang sahabat dan teman yang bisa Ai percayai dan tidak mau kehilanggan mereka... Akak bertanya alasan Ai memberikan cinta pertama Ai kepada 'dia'... Karena Ai sayang..."


"saat 'dia' mengatakan kalau 'dia' bogoh (jatuh cinta) kepada 'MRK' (laki-laki cinta pertama Ai) Ai sangat terkejut...sat iru pun Ai ingin langsung bilang kalau Ai duluan nu bogoh ka 'MRK' tapi tee bisa, mengingat betapa sulit perjuangan saya untuk mendapat teman dan sahabat...akhirnya saya di anggap ada oleh teman walau sedikit...itu sudah lebih dari cukup dan saya tidak mau menyendiri lagi..."


"akhirnya saya mengalah saya memendam perasaan ini dan mencoba untuk melupakan dan saya iklas...merelakan cinta pertama Ai untuk 'dia' . Betapa berat dan sulitnya bagi saya...untuk melupakan, apalagi saya yang menjadi prantara...mereka jadi pasangan...karena saya sedikit akrab dengan 'MRK' jadi 'dia' meminta saya untuk menjadi pengantar surat, pengantar saur/pesan suara dan masih banyak lagi"


"pada akhirnya perjuanganku untuk menyatukan mereka pun behasil dan mereka sudah berpacaran sekarang, selama saya menjadi pelantaran...saya menjadi sedikit lebih akrab lagi dengan 'MRK' dan dua temannya kami jadi akrab dan hubungan pertemanan kami oun jad sedikit lebih dekat sekarang"


"awalnya sangat sakit! Malah sangat sakit...karena saya merelakan orang yang saya suka kepada sahabat sendiri...tapi tidak apa asalkan mereka bahagia saya pun bahagia walau harus memendam rasa cinta ini"


Setelah menceritakan apa yang membuatnya menangis dan galau, Aiterus menangis, Akak yang dari tadi mendengarkan menenangkannya dan menghapus air mata Ai, Akak menatap Ai dengan sedih. Beberapa saat kemudian Ai tertidur karena kelelahan menangis sepanjang hari...Akak yang melihat itu langsung merangkul dan membiarkan Ai tidur di pundaknya, tuan kucing hanya diam melihat tuan muda dan nona mudanya.


"..." membiarkan Ai tidur di pundak.


"..." mata Akak meredup.


"tuan muda...apakah nona muda tertidur? Ucap tuan kucing.


"sttssss..."


"yaa...nona mudamu tertidur...dia kelelahan karena menangis sepanjang hari..."


"ini pertamakalinya aku melihay nona meda menangis seperti ini...karena biasanya dia selalu menyembunyikan air mata dan kesedihannya"


"saya akan membawa Ai ke kamarnya untuk dia istirahat dia pasti sangat kelelahan menangis sepanjang hari..." Akak mengending Ai dan pwrgi ke lantai 2/ke kamar Ai.


"kalau dilihat pakaian tuan muda terlalu besar untuk nona muda...tapi yasudahlah..." ucap tuan kucing dalam hati.


Diluar masih hujan deras, akak mengendong Ai yang tertidur karena kelelahan menangis sepanjang hari.


"kreekk..." membuka pintu.

__ADS_1


"membaringkan Ai ketempat tidurnya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"...." mengelus kepala Ai.


"..." menatap dan membelai wajah Ai yang tidur.


"saya tidak pernah melihatmu samoai seperti ini...menangis hanya karena seorang laki-laki.


"tapi saya mewajarkannya saja...karena ini pertama kalinya kamu jatuh cinta, belum jadi pasangan saja sudah sakit begini...apa yang terjadi jika kalian menjadi pasangan (pacaran) hmm..."


"tapi saya salut kepadamu Ai... Kamu bisa merelakan orang yang kamu suka (cinta pertamamu) untuk sahabatmu sendiri...bahkan kamu menjadi pelantaran mereka menjadi pasangan (pacaran) itu sangat sulit sebenarnya, tapi kamu dengan lapanh dada mengiklaskannya...kalu orang lain pasti tidak akan bisamelakukannya...saya salut kepadamu sahabatku..." masih membelai rambut dan wajah Ai.


"cup..." mencium dahi/kening Ai.


"tidurlah yang nyenyak sahabatku...saya berharap besok pagi suasana hatimu sudah membaik jika pun belum saya akan selalu berada disisimu untuk menjadi tempatmu bersandar dan mendengarkan semua keluhanmu"


Pagi hari pun tiba Ai terbangun dari tidurnya, ia bangu dan duduk diam...termenung beberapa menit.


"...." Ai termenung diam.


"...." mata Ai meredup.


Ai masih termenung sampai di sekolah dia masih saja galau, Ai hanya bisa menyembunyikan kegalauannya dari semua orang, danlebih sakitnya saat sahabatnya menceritakan kemesraannya dengan 'MRK' Ai hanya bisa tersenyum mendengarkan, tapi dalam hati dia tersakiti. Jam istirahan pun tiba Ai duduk sendirian dekat gerbang sekolah.


"...." Ai masih galau.


"tap...tap...tap" langkah kaki mendekat.


"teteh-teteh (kakak-kakak)..." seorang gadis kecil mendekat dan memangil.


"??" Ai melihat ke arah gadis kecil.


"teteh-teteh...ieu aya nu nitip surat..."


"surat? Kange teteh? Ti saha?"


"tii aa itu nu ngage jaket bodas...saurna rerencangan teteh..." meninjuk ke luar gerbang sekolah.


"tos nya abdi uwih hela dadahh..." gadis kecil pergi.


"ehk! Ke helaa..."


"..." Ai melihat sepuncuk surat.


"surat dari siapa sihh?! 'aa nu ngage jaket bodas?' tapi na tee aya? Apa ieu iseng? Aahhkk...yasudahlah baca wee iso suratna..."


"huh" Ai terkejut dengan isi surat.


"jangan galau terus kamu tidak sendirian, saya selalu melihatmu kalu wajahmu termenung terus kamu jadi jelek kamu cantik kalau tersenyum... Sahabatku..." isi suratnya.


Ai yang terkejut melihat isi surat otu langsung pergi keluar gerbang sekolah dan mencari laki-laki yang memakai jaket putih, yang dikatakan oleh gadis kecil itu. Karena tidak menemukan orang yang di cari Ai pun kembali ke dalam gerbang sekolah dan memasuki sekolah lalu kembali ke kelas karena jam istirahat sudah selesai.


"...." seseorang bersembunyi.


"...." berbalik dan melihat ke arah Ai.


"hmm..." tersenyum.


Percakapan Ai mulai.


"nah begitulah sosok Akak yang sangat perhatian kepadaku...dia pendengar yang baik... Akak terus mendengarkan semua curhatan, keluhan, unek-unek yang saya rasakan (disekolah atau rumah), latar waktu di episode ini saat saya berusia 15tahun dan itu saat saya duduk di kelas 7 mts/1smp. Eeemm...yaa intinya saya sedang patah hati dan saya butuh seseorang untuk mendengar semua yang saya rasakan dan Akak ada saat dimana saya benar-benar butuh seseorang dan tempat bersandar"


"kalau dari kalian ada yang bertanya-tanya kemana teman-teman saya, keluarga saya...yang bisa menjadi tempat saya mengadu...tidak ada! Teman-teman saya tidak ada saat saya membutuhkan...keluarga saya sendiri juga memiliki masalah masing-masing dan akhirnya saya tidak bisa mengadu kepada siapa pun..."


"tapi di dalam mimpi...saya pun dapat mengadu dan mecurahkan semua yang saya rasa...yaahh Akak! Di saat di dunia nyata semua orang tidak ada saat saya butuh...di dalam mimpi ada satu orang yang setia mendengarkan semua unek-unek, keluhan, dan kesedihan saya"


"saya berpikir mungkin saja... Akak adalah seseorang yang Allah kirim kan kepada saya, untuj menjadi sahabat saya dan menemani saya, jika iyaa...saya berterima kasih dan bersyukur karena Allah mengirim Akak kepada saya walau hanya bertemu di dalam mimpi..."


"....." Ai terdiam.


"baiklah sekoan dulu untuk hari ini...terimakasih sudah membaca,sedikit info di cerita episode ini saya dan Akak sudah menjadi sahabat selama 1tahun dan usia saya 15tahun dan Akak 17tahun, kalau sekarang usia saya adalah 20tahun dan Akak 22tahun dan kami sudau menjadi sahabat selama 7tahun. Sekian dari saya sampa jumpa lagi"


"Wasalammualaikum wr. wb. Dadahh..."

__ADS_1


Percakapan Ai selesai


__ADS_2