Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku

Siapakah Pria Misterius Yang Muncul Di Dalam Mimpiku
Episode 8


__ADS_3

Percakapan Ai mulai


"Assalammualaikum wr.wb. Halo... Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat-sehat Aamiin... Kalau ada yang kurang sehat semoga lekas sembuh Aamiin..."


"sebelumnya...maaf karena suasananya sedikit mencekam atau gelap...karena cerita kali ini adalah... Dimana saya melakukan hal yang sangat bodoh yang akan membuat semua orang yang saya sayanggi akan sedih dan menyalahkan diri mereka, latar waktu kejadian ini adalah saat saya berusia 17 thn dan saya sedang di ujian... Ujiannya dengan keadaan saya sendiri... Dimana saat itu saya sedang tertekan oleh ujian harian, praktek, lisan, persiapan ujian (akhir semester kelas 11) tugas-tugas dari sekolah, mengurus dua orang sakit (alm.ibu asuh atau ibu ke 2 saya), uwa atau paman, ngaulaan atau mempersiapkan atau mengurus kebutuhan bapak saya yang kerja (sebagai petani), dan terkena laupan amarah ba (menantu ibu asuh) saya karena pertengkaranya dengan suaminya"


"bagaimana ceritanya? Langsung baca saja..."


Percakapan Ai selelai.


...Kamu tidak sendiri bag.2...


Malam hari yang gelap dengan hujan yang deras menemani, di kamar Ai sedang duduk di kasurnya dan termenung mengigat kejadian hari ini...


"pagi hari seperti biasa...saya bangun sebelum semua orang rumah bangun tepatnya saya bangun jam 4 pagi, setelah ke kamar mandi (bersih²) sambil menunggu azad subuh saya menyiapkan makana untuk di masak untuk 3 orang, masing-masing pasakan beda-beda, untuk bapak sama yang kerja ke sawah, untuk ibu asuh gak boleh pake ini itu karena sakit batu empedu, untuk uwa/paman gak boleh terlalu asin,manis,dll karena sakit struk, saya pun mulai memasak makana, air, nasi, saat waktunya sholat subuh saya solat dulu setelahnya kembali menyelesaikan tugas saya memasak dan membereskan rumah saya menyelesaikan semua tepat pada jam 6 pagi (seperti biasa) setelah semua orang bangun, saya pun langsung melayani masing-masing dari mereka (memberikan sarapan) saat waktu sudah setengah 7 saya langsung mandi dan berpakaian siap berangkat sekolah, saya tidak sempat sarapan dan memutuskan sarapan di sekolah"


"disekolah saya mendapat tekanan di sekolah karena tugas yang harus saya selelaikan dan lagi keadaan saya saat itu sedang down karena sebelumnya harus kena amarah dari 3 orang di rumah"


"pulang sekolah saya yang masih pusing dan lelah karena tugas, latihan, dll. Di sekolah saya harus kena amarah lagi oleh orang sakit (obu asuh dan wa) karena saya pulang lebih telat dari sekolah, padahal tadi jam istirahat saya pulang ke rumah (minta izin dari sekolah) karena di telepon dan melayani mereka, bahkan saya tidak sempat makan lagi"


"belum lagi ba (menantu ibu asuh) sedang marah-marah kesal kepada suaminya dan anak²nya karena faktor ekonomi, obu asuh yang tidak mau ada yang berisik sama wa juga marah² kepada saya dan menyuruh saya untuk menyuruh ba jangan teriak² saya pun pergi ke rumahnya (rumahnya di samping rumah saya) dan meminta kepada ba untuk tenang dan tidak berisik tapi malah saya kena semprot amarahnya"


"balik lagi ke rmah saya kena semprot sama 2 orang sakit, belum bapak yang pulang dengar yang sakit merintih kesakitan, ba marah² saya pun kena semprot juga oleh bapak dan ini sudah berlangsung 1 minggu"


"dan saya terkena semprot mereka berempat setiap hari, malam hari semua orang sudah tidur, tapi saya masih terbangun dan saya menangis menahan suara"


"hiss...hiss...hiss" menangis tapi menahan suara.


"....." tatapan kosong.


"saya...tidak tahan lagi...dengan semua tekanan ini"


"(melihat pisau kecil di meja belajar)"


"(mengambil pisau kecil)"


"saya tidak tahan lagi...tidak tahan lagi"


"(Ai mencoba memotong urat nadinya sendiri)"


"tep" pisau sudah menempel di tangan.


"(terengah-engah)"


"(mencoba memotong urat nadinya)"


"blang!" suara misterius di kepala Ai.


"brukk!" Ai jatuh pingsan.


Ai jatuh pingsan dan dia tersadar di alam mimpi, suasana begitu gelap dan suram Ai nampak terbelengu oleh rantai dan akar duri dengan memegang pisang dan mencoba mengorok lehernya sendiri.


"(Ai yang akan mengorok lehernya)"


"Drap! Drap! Drap!" seseorang berlari.


"(menahan tangan Ai)"


"huh!"


"(merebut pisau dan membuangnya)"


"...."


"sadar Ai! Istikpar Ai! Nyebut! Nyebut!" teriak Akak.


"!!!"


"Ai! Istikpar! Istikpar! Sadar!" memegang kedua pundak Ai.


"lepas!!!"

__ADS_1


"Ai! Istikpar! Sadar!"


"lepas! Abdi ges tee kuat! Abdi ges tee kuat!" memberontak.


"Istikpar! Istikpar! Ai! Sadar!"


"apa yang kau lakukan?!"


"(Ai masih memberontak)"


"apa kau sudah gila! Kau mencoba mengorok lehermu sendiri!"


"lepas Akak! Abdi ges tee kuat dei! Ku tekana ieu! Lepas!"


"......"


Ai terus memberontak untuk di lepas oleh Akak dia terus dia berontak tapi Akak terus meyadarkan Ai agar sadar dan pada akhirnya karena Ai terus berontak Akak pun...


"(Ai terus berontak)"


"....."


"(Akak memeluk Ai)"


"(Ai terus berontak)"


"lepas!"


"tidak akan saya lepas!"


"grrkk!" mengigit pundak Akak.


"!!!"


"(Ai mengigit dan mencakar punggung Akak)"


"....." menahan rasa sakit.


"tes!" air mata Akak menetes.


"(air mata Akak membasahi pundak Ai)"


"huh?!"


"(Ai melepas gigitan dan cakarnya)"


"....." Akak mendekatkan wajahnya ke wajah Ai.


"huh?!"


"saya mohon...sadarlah...tenangkan dirimu" Akak menangis di hadapan Ai.


"....." air mata menetes di wajah Ai.


Melihat Akak yang menangis di hadapannya...betapa terkejutnya Ai karena ini pertama kalinya Ai melihat Akak menangis, Akak terus meminta Ai untuk tenang, Ai yang melihat Akak menangis pun akhirnya tidak berontak lagi dan dia mulai menangis.


Ai menangis sejadi-jadinya dia berteriak meluapkan depresi yang dia rasakan, Akak memeluk erat sahabatnya dia pun menangis, belenggu yang melilit dan mengikat, merantai Ai pun sedikit demi sedikit menghilang setelah menghilang sepenuhnya, Akak mengedong Ai dan membawa dia pergi dari tempat gelap dan suram itu.


Sesampai di di villa Ai dan Akak pergi ke kamar masing-masing dan membersihkan tubuh mereka, (Ai yang tubuhnya kotor dan luka karena belenggu, rantai, dan akar duri yang melilit tubuhnya), (Akak yang tubuhbya luka karwna gigitan dan cakaran termasuk terkena belenggu Ai). Setelah mereka sudah membersihkan mereka bertemu di ruang santai.


"....." Ai dan Akak terdiam.


"emm...saya akan buat teh hangat...apa kamu mau teh hijau? Atau teh melati?"


"...teh hijau saja..."


"baiklah..."


Akak pergi ke dapur untuk membuat teh setelah selesai membuat teh Akak kembali ke ruang santai, mereka berdua meminum teh masing-masing sampai berbicara...


"Akak..."

__ADS_1


"hmm..."


"maaf...untuk yang tadi...saya---"


"tidak apa-apa...saat itu kamu terbelenggu...wajar kalau kamu seperti itu..."


"...."


"tapi Ai...apa yang kamu pikirkan?! Kenapa kamu sampai berpikir---"


"tidak tau! Yang saya tau! Saya sudah tidak tahan lagi!"


"tapi! Bunuh diri bukan keputusan yang benar Ai!"


"...." Ai terdiam.


"Akak mengerti kamu sangat tertekan dan depresi dengan ke adaanmu! Tapi bukan ini jalan keluarnya!"


"....." Ai tersiam.


"kamu tidak sendiri"


"huh!"


"(mereka saling melihat)"


"kamu tidak sendiri!...kamu punya banyak sodara yang dekat di sekitar rumahmu... Dan ada yangvselalu ada dan hanya satu!"


"....."


"Allah, Ai!...kamu kenapa tidak meminta tolong dan petunjuk! Kepadanya untuk menghilangkan rasa tertekan dan depresimu..."


"....." Ai terkejut dan terdiam.


Ai merenugi semua kesalahan yang telat dia buat... Ai menangis sejadi-sejadinya dan Akak terus bersamanya, menenangkan dirinya. Setelah beberapa menit kemudian Ai tertidur karena kelelahan menangis, Akak mengedong ke kamarnya dan menidurkan Ai ke tempat tidurnya.


"....." Ai tertidur.


"(Akak menatap Ai)"


"......."


"(mengusap kepala Ai)"


"selamat tidur sahabatku..."


Pagu hari tiba...lebih tepatnya jam 4 pagi seperti biasa Ai terbangun dan terduduk di tempat tidurnya.


"...."


"(menahan tangisnyanya)"


Ai menutup wajahnya dengan ke dua tangannya dia menangis untuk beberapa detik setelahnya Ai membuka ke dua tangannya daribwajahnya dan terlihat Ai tersenyum tapi di balik seyuman itu dia menyembunyikan kesedihannya.


Percakapan Ai mulai


"......" terdiam.


"begitulah cerita di episode kali ini..."


"benar! Saya terbelenggu...oleh rantai dan akar duri...saya ridak tau sudah sejak kapan dan sudah berapa lama...belenggu itu ada"


"Akak memberibtau kalau saya terbelenggu saat saya tanya bagaimana Akak tau? Dia hanya menjawab 'itu yang saya lihat saat menolongmu dari perbuatan bodoh yang hampir kamu lakukan' setelah kejadian itu..."


"setiap malam saya sholat di malam hari dan mencirahkan semua yang saya rasakan kepada Allah dan menangis dengan menahan suara saya sendiri"


"....." Ai terdiam.


"sekian dulu untuk cerita hari ini...terimakasih sudah membaca"


"wasalammualaikum wr.wb.

__ADS_1


Percakapan Ai selasai


__ADS_2